Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1445 H, tradisi ziarah kubur mulai dilakukan oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Pedagang bunga rampai tabur pun menjamur mencari rezeki.
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Jumat (8/3), Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lembah Damai, Jalan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai ramai dikunjungi peziarah. Sebelum masuk ke area TPU, sudah berjejer pedagang bunga rampai. Mereka menawarkan campuran aneka bunga, baik yang ditambah air atau kering kepada peziarah yang lewat. Biasanya, bunga ini digunakan sebagai taburan di atas makam.
Salah seorang pedagang musiman yang mencoba peruntungan jelang Ramadan dengan berjualam bunga rampai itu adalah Astuti, warga Kecamatan Rumbai.
Menurutnya, sepekan sebelum Ramadan 1445 H, sudah mulai banyak para pedagang bunga yang menggelar lapak di ruas jalan alternatif tersebut. Sedikitnya sudah ada empat hingga lima lapak yang menjual racikan bunga rampai tabur kuburan kepada para peziarah yang datang.
Untuk harga satu plastik bunga tabur kering tanpa air, ia jual berkisar Rp5 ribu saja. Begitu juga dengan bunga tabur kuburan yang lengkap dengan air.
”Belum banyak yang terjual. Baru empat kantong dari 10 kantong bunga tabur yang dibawa,” ucapnya, kemarin.
Dikatakan Astuti lagi, untuk racikan bunga rampai tabur tersebut terdiri dari berbagai jenis bunga. Seperti bunga kertas, bunga melati, kantil dan daun pandan serta potongan jeruk nipis.
Bunga-bunga itu didapatkannya dari berbagai tempat. Ada yang ditanam oleh para tetangganya yang berbaik hati dan memberikan tanaman bunga itu. Tapi kadang ia harus mencari ke sejumlah tempat umum lainnya.
”Kalau menanam sendiri tak mungkin sebanyak ini. Kadang ada yang mau mengasih, kadang ya kita cari sendiri di jalan umum. Yang penting bukan hasil curian biar halal hasilnya,” kata dia.
Ibu dua anak ini mengaku profesi sebagai pedagang musiman bunga tabur kuburan sudah dilakoninya selama beberapa tahun terakhir setelah sang suami sudah meninggal dunia. Ia harus mencari cara untuk memberi nafkah bagi kedua anaknya.
”Biasanya dua atau satu hari mau Ramadan itu ramai. Bisalah dapat Rp50 ribu dalam sehari. Semoga saja di tahun ini lebih banyak lagi,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang peziarah di TPU Lembah Damai Rosita mengaku sangat terbantu dengan keberadaan para pedagang musiman bunga rampai tabur yang banyak menggelar lapak di sepanjang pintu masuk TPU tersebut.
Pasalnya, para peziarah yang datang hanya tinggal membeli bunga rampai tabur yang disediakan oleh para pedagang, untuk digunakan saat ziarah kubur ke makam keluarga yang telah lama meninggal dunia.
”Sangat terbantu dengan keberadaan mereka, kita kan tinggal melakukan ziarah tanpa harus capek-capek mencari atau meracik bunga untuk ziarah kubur,” ujarnya.***
Editor : RP Arif Oktafian