Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Manfaatkan Potensi Alam Riau, Lenny Listriani Kini Rasakan “Manisnya” Bisnis Madu

Soleh Saputra • Sabtu, 30 Maret 2024 | 15:43 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kondisi geografis provinsi Riau yang masih banyak terdapat hutan dengan berbagai jenis tanamannya, membuat keanekaragaman hayati tersebut memberikan banyak manfaat bagi manusia. Dimana, salah satu produk hutan yang terkenal di Riau yakni madu.

Namun, manisnya madu tak semanis penghasilan yang didapat oleh para petaninya. Sulitnya pemasaran dan banyaknya produk tiruan madu membuat produk ini harganya kerap anjlok dan tak jarang tak laku terjual.

Melihat potensi madu yang ada di Riau serta memiliki rasa empati kepada para petani madu. Membuat Lenny Listriyani dan suami kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha penjualan madu yang kemudian di beri nama Madu Wilbi yang beralamat di Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.

Lenny Listriyani bercerita, hadirnya Madu Wilbi, berangkat dari rasa keprihatinan sang suami, Purnomo, tatkala mendapati hasil panen madu dari hutan alam oleh petani, hanya tertumpuk di sudut-sudut rumah mereka, karena terkendala sulitnya pemasaran pada tahun 2000 silam.

Kebetulan, Purnomo ketika itu bekerja sebagai seorang peneliti Litbang di Dinas Kehutanan Provinsi Riau di Pekanbaru. Dia sering bertemu dengan petani lebah, berdiskusi untuk keperluan penelitiannya. Sekali panen, kelompok petani ini bahkan mampu mengumpulkan hingga 260 ton. Di situ, dia menyaksikan hasil panen madu melimpah, sedangkan pasar minim. Madu itu hanya menumpuk di sudut-sudut rumah dan harganya sangat murah.

Berbekal dari pengetahuannya itu dan berdiskusi panjang dengan sang istri, mereka sepakat membuat sebuah usaha yang menjual produk madu dari petani dengan pola kemitraan.

“Produknya waktu itu, masih madu curah. Kami hanya menampung sebagian dari hasil panen madu petani untuk dipasarkan. Seiring berjalannya waktu, peminat pasar terhadap madu lebah alam kian meningkat,” kata Lenny.

Respon pasar yang semakin bagus, membuat Lenny bersama sang suami berkeinginan untuk mengembangkan produk, dari awalnya madu curah menjadi turunan madu namun tak mengurangi kualitasnya. Tahun 2010, Purnomo menjaminkan SK PNS-nya sebagai agunan untuk mengajukan pinjaman ke Bank BRI dengan nominal Rp50 juta.

Modal itu dipakai untuk membuat mesin dan peralatan menunjang produksi, yang didesain dengan rekayasa sendiri. Madu yang disuplai dari petani kemudian diproses dengan teknik khusus, seperti menurunkan kadar air dari 27 persen saat diambil dari petani diturunkan menjadi 22 persen. Kadar air merupakan salah satu indikator madu berkualitas.

“Selain itu, ada pula mesin pengemasan, dan lain-lain. Nah, untuk kadar air 22 persen pada madu, itu sudah standarnya SNI. Kemudian terus berlanjut, seiring berjalan waktu kita labeli dengan merk Madu Wilbi,” tuturnya.

Merk Madu Wilbi sudah terdaftar sebagai hak cipta atau HAKI di Kemenkum HAM. Selain itu, produk turunan yang dihasilkan juga sangat variatif. Saat ini, ada sebanyak 30 jenis produk turunan yang diproduksi Madu Wilbi. Adapun produk unggulannya adalah madu propolis, madu formula, madu royal jelly, madu bee pollen.

Selain itu, turunan lainnya tetap menjadikan madu sebagai bahan baku utama, namun disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, seperti madu kebugaran yang dikombinasikan dengan rempah-rempah, termasuk memproduksi lilin dan sabun sebagai produk turunan lain dari lebah, selain madu. Akibat ketekunannya bersama suami dalam mengembangkan bisnis, kini Lenny sudah berhasil merasakan ‘manisnya’ berbisnis madu  yang mendatangkan penghasilan tak sedikit.

Sejak tahun 2017, kata Lenny, BRI telah berkontribusi dalam hal pemasaran secara digital dengan menghadirkan Madu Wilbi ke Mal of Indonesia sebagai salah satu produk unggulan, dan dipasarkan secara digital.

Kontribusi BRI bukan cuma itu, Madu Wilbi telah dipilih sebagai mitra oleh-oleh resmi BRI Regional Pekanbaru untuk diberitakan sebagai buah tangan kepada para tamu, berupa paket hampers madu. Bahkan, produk dari Madu Wilbi terpilih dalam program UMKM Expo Brilianpreneur di Jakarta Convention Center, pada Desember 2023.

Ke depan Lenny berharap kerja sama dengan BRI terus berlanjut, terutama dalam membuka ruang pasar lebih luas, agar produksi Madu Wilbi bisa terus meningkat.

Regional CEO BRI Pekanbaru, Kicky Andrie Davetra mengapresiasi upaya keras Lenny dan sang suami dalam membangun usaha Madu Wilbi.

“Pada prinsipnya, ada tiga hal yang kami lakukan dalam mendukung tumbuh kembang UMKM, termasuk di Riau. Yakni akses pembiayaan, memberikan fasilitas penunjang UMKM, dan pemanfaatan layanan transaksi bisnisnya,” tuturnya.

Dia menyebut, BRI menyadari bahwa buyer (pasar) menjadi faktor paling urgen bagi UMKM untuk berkembang. BRI menyediakan berbagai sarana digital yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menjual produknya, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Adapun beberapa kendala yang dihadapi UMKM, menurutnya, yakni akses informasi masyarakat yang sangat terbatas. Padahal, ada banyak fasilitas dan produk perbankan yang  bisa dimanfaatkan untuk menunjang pertumbuhan UMKM di Riau karena BRI sangat konsen pada UMKM. Tak cuma dari sisi digitalisasi pasar, tapi juga mempermudah UMKM untuk mendapatkan pembiayan,” sebutnya.

Lenny Listriani menunjukkan produksi Madu Wilbi.
Lenny Listriani menunjukkan produksi Madu Wilbi.

Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#BRI Peduli - Creation Scholarship #UMKM BRI #bank bri pekanbaru #Beasiswa BRI