Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Topaz, Bibit Sawit Unggul Jadi Andalan Petani

Helfizon • Rabu, 8 Mei 2024 | 15:20 WIB

Radius, seorang petani sawit swadaya mitra Asian Agri, memberikan kesaksian tentang bibit topaz di Swiss Belinn SKA Pekanbaru dalam acara halalbihalal bersama Insan Pers Riau, Selasa (7/5/2024).
Radius, seorang petani sawit swadaya mitra Asian Agri, memberikan kesaksian tentang bibit topaz di Swiss Belinn SKA Pekanbaru dalam acara halalbihalal bersama Insan Pers Riau, Selasa (7/5/2024).


Radius, salah satu petani kelapa sawit swadaya mitra Asian Agri tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, Selasa (7/5) petang. Lelaki yang merupakan warga Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan ini merasa sangat bersyukur bisa dipertemukan Allah dengan salah seorang tim dari Perusahaan Asian Agri pada tahun 2012 silam.


Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru

Radius mengisahkan, pada tahun 2012, ia membuka lahan seluas 5 hektare. Sesuai rencana, lahan itu akan ditanami kelapa sawit. Namun ia belum memiliki pilihan bibit kelapa sawit jenis apa yang terbaik untuk di tanam di lahan tersebut. Tiba-tiba salah satu tim dari Asian Agri datang menghampirinya dan memperkenalkan bibit kelapa sawit jenis topaz.

“Saya sudah menggunakan bibit topaz sejak tahun 2012, di mana dulu saya bertemu dengan salah satu tim Asian Agri yang mengenalkan bibit tersebut,’’ ucapnya.

Atas rekomendasi itu, Radius langsung memutuskan untuk membeli bibit topaz. Sejak mulai bibit topaz ditanam di lahannya, Radius selalu mendapat pendampingan dari Asian Agri hingga hasil panen dari kelapa sawit jenis topaz tersebut bisa mencapai potensi maksimal.


“Saat ini perekonomian kami menjadi lebih baik. Saya dapat menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Informatika di Malikulsaleh di Aceh,’’ kata Ketua KUD Bakti Mandiri binaan Asian Agri itu.

Regional Head Riau Asian Agri Pengarapen Gurusinga menjelaskan, Asian Agri memiliki filosofi 5C, yakni (Community, Country, Climate, Costumer, dan Company). Filosofi ini melandasi komitmen perusahaan untuk membangun operasi yang berkelanjutan, serta visi Asian Agri 2030 yang berfokus pada empat pilar strategis.

”Keempat pilar tersebut adalah: Pertama, kemitraan dengan petani. Kedua, pertumbuhan inklusif. Ketiga, iklim positif. Dan Keempat, produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengambil kesempatan untuk memaparkan bagaimana Asian Agri mendukung industri kelapa sawit melalui pengembangan bibit kelapa sawit unggul topaz yang sudah teruji dan terbukti, karena merupakan hasil dari riset dan pengembangan puluhan tahun,” ujarnya.

Editor : Rindra Yasin
#Perusahaan Asian Agri #bibit kelapa sawit #petani