Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemuda Sabak Auh Diserang Harimau saat Memancing di Sungai Rawa Siak, Sempat Bergumul, Tarik Mulut Harimau untuk Lepaskan Gigitan

Hendrawan Kariman • Jumat, 29 November 2024 | 10:14 WIB

Panji berada di rumahnya di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Siak sepulang menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Sungai Apit dengan sejumlah luka di tubuhnya, Kamis (28/11/2024)
Panji berada di rumahnya di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Siak sepulang menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Sungai Apit dengan sejumlah luka di tubuhnya, Kamis (28/11/2024)

Menunggu umpan dimakan ikan saat memancing di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Panji (24) warga Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh tiba-tiba diserang harimau.


Laporan MONANG LUBIS dan HENDRAWAN KARIMAN, Siak Sri Indrapura dan Pekanbaru

PANJI bersama delapan rekannya yang sebagian besar sudah berkeluarga sepakat pergi memancing usai memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2024, Rabu (27/11) lalu. Mereka berangkat sekitar pukul 17.00 WIB menuju Kampung Sungai Rawa. Itulah perjalanan pertama Panji ke kampung itu, dan pertama kali juga memancing sampai beda kecamatan.

Awalnya Panji memancing di salah satu spot. Namun karena tidak ada yang mendapatkan ikan, Panji dan rekan-rekannya pindah spot mancing di wilayah Sungai Rawa itu. Sebenarnya tidak terlalu semak, ada kebun sawit dan pohon karet di sekitar anak sungai tempat Panji dan rekan-rekannya memancing.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, kami sudah berkumpul. Kami siap-siap hendak pulang karena meski sudah pindah titik memancing, tetap tidak ada ikan yang dapat,” terang Panji.

Namun, tiba-tiba temannya Gogon yang hendak mengambil pancingnya, mendapatkan ikan. Hal itu tentu saja membawa semangat baru, lalu mereka kembali lagi meletakkan pancing dengan mencari posisi terbaik. Panji menempati titik yang ditinggalkan Gogon karena temannya itu pindah posisi lebih ke atas.

Tak berselang lama, hanya sekitar belasan menit, dua kaki depan harimau mencengkeram bahu Panji dan mulut harimau menggigit tengkuk atau leher sebelah kanan. “Kaget dan bukan main sakitnya. Saya gerak cepat melakukan perlawanan dengan menarik dua kaki harimau dan mulut harimau saya tarik bagian atas dan bawahnya, hingga gigitannya terlepas,” terangnya.

Panji pun bergumul dengan harimau sambil berteriak minta tolong. Dalam hitungan menit, teman Panji bernama Basori (59) tiba. Menghalau harimau dengan menggunakan kayu. Harimau berjalan santai sekitar 4-5 meter dari keduanya, lalu duduk menghadap keduanya.

Dalam situasi itu, teman Panji lainnya tiba, dan mereka bersembilan menyaksikan harimau berjalan masuk ke dalam semak dan menghilang di kegelapan malam. Saat itu juga mereka bergegas keluar membawa Panji ke puskesmas pembantu terdekat, kemudian dirujuk ke Puskesmas Sungai Apit.

“Besar telapak kaki harimaunya, tingginya sekitar 120 meter,” ucap Panji yang meminta rekan-rekannya agar tak memberi tahu ayah dan ibunya karena anak ketiga dari lima bersaudara ini tak ingin orang tua khawatir.

Sementara ayah Panji bernama Kadeni (62) mengatakan semalaman dia tak bisa tidur. Menurutnya tak biasanya Panji tak pulang saat memancing. “Ponsel saya hanya bisa menelepon dan kirim pesan singkat atau SMS. Saya tidak tahu ternyata informasi anak saya bergumul dengan harimau beredar di media sosial,” kata Kadeni.

Kekhawatiran Kadeni terjawab, ketika Jomari, rekan Panji memancing yang juga seorang RW tiba. Tidak biasanya Jomari bertandang ke rumah pagi-pagi hari.  “Kekhawatiran saya terjawab ketika Jomari mengabarkan Panji diserang harimau dan berhasil selamat,” ucap Kadeni.

Ketika tiba di Puskesmas Sungai Apit, disebutkan Kadeni, dia lega melihat putranya selamat. Perawat menjelaskan ada 98 jahitan di bagian tengkuk kanan, kening kiri, dua lutut, tangan, lengan kanan dan beberepa bagian di sekujur tubuh Panji.

Sementara Basori yang pertama sekali menolong Panji sebelum tujuh rekannya datang mengaku melihat Panji dari kejauhan diserang dan bergumul dengan harimau. “Saya langsung melompati anak sungai tempat kami memancing karena posisi saya ada di seberang,” terang Basori.

Basori menggunakan kayu menghalau harimau sambil mengatakan, tolong pergi, dia bukan makanan mu. Lalu harimau berjalan sampai, kemudian duduk menghadapinya dan Panji.

Kepala Bidang (Kabid) Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Ujang Holisidin membenarkan informasi konflik harimau tersebut. Laporan yang diterimanya, korban diserang harimau saat memancing bersama delapan temannya saat berangkat menuju Kampung Sungai Rawa, pada malam hari sekitar  pukul 22.30 WIB.

‘’Kami mendapatkan laporan Rabu malam dan saat ini (kemarin, red) tim kami sedang menuju lokasi kejadian untuk koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait,” jelas Ujang.

Analisa awal, kata Ujang, Panji dan kawan-kawan tidak sadar bahwa mereka berada di area yang menjadi habitat harimau. Diketahui rombongan dari Sabak Auh ini pergi menggunakan sepeda motor ke lokasi mancing. Ujang memastikan pihaknya akan terus berupaya untuk menangani situasi ini dengan segera. Upaya mitigasi konflik lebih lanjut di Sungai Apit ini juga akan diambil.

Soal kegiatan memancing Panji dan kawan-kawan, Ujang menjelaskan rombongan ini tiba di lokasi sudah sore sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka memancing dengan berpindah-pindah dari satu kanal ke kanal lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa kawasan itu berdekatan dengan habitat Harimau Sumatera.

Mereka juga berada pada jam rawan, malam hari dan gelap yang merupakan jam aktif berburu hewan buas tersebut. Panji selamat karena teriakannya yang keras terdengar oleh rekan-rekannya. ‘’Mungkin melihat teman-teman korban datang, harimau tersebut kemudian meninggalkan lokasi,” kata Ujang.(das)

Editor : Rindra Yasin
#Warga Diserang Harimau #konflik harimau dan manusia #siak