Sudah hampir empat hari Uda Al sopir tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) terperangkap kemacetan di jalan lintas Riau-Sumatera Barat Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Laporan KAMARUDDIN dan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
UDA Al tak menyangka akan terjebak macet panjang. Uda Al mengaku membawa muatan CPO dari Kota Padang menuju Dumai Riau. Setelah membongkar muatan CPO di Dumai, dia kembali pulang ke Kota Padang.
Namun ketika memasuki jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Kota, ternyata jalan sudah ditutup.
’’Kemarin saya mendapat informasi jalan ini dibuka tiga hari. Makanya saya lewat sini. Tetapi pas saya sampai di sini Ahad (1/12) pagi, jalannya sudah tutup total. Sementara uang jalan hanya cukup untuk lewat jalan lintas ini saja,’’ tuturnya.
Uda Al mengungkapkan kalau di lewat jalan alternatif, bisa menambahkan ongkos jalan lagi sekitar Rp1 juta. Oleh karena itu dirinya bertahan di lokasi macet sambil menunggu jalan lintas dibuka kembali.
Tak hanya Uda Al yang harus menunggu berhari-hari. Sopir lainnya, Aldo yang membawa muatan pakan ayam dari Medan menuju Payakumbuh juga terjebak di jalan lintas ini sejak Ahad pagi.
Mau beralih ke jalan alternatif menuju Lipatkain-Telukkuantan-Kiliran Jao dirinya mengaku memakan waktu hampir 16 jam dan biaya di jalan bertambah lagi. ’’Makanya saya tunggu saja jalan lintas ini dibuka kembali,’’ tegasnya.
Hal yang sama dirasakan Zulyunus yang membawa truk bermuatan telur dari Payakumbuh menuju Pekanbaru yang hampir tertahan enam hari di jalan lintas ini. ’’Untung ada rumah makan Kelok Indah di sini. Jadi bisa untuk makan dan istirahat sambil menunggu jalan lintas dibuka,’’ jelas Zulyunus.
Sementara Sugiarta, pedagang pakaian dari Ujungbatu menggunakan jasa ojek dari Rumah Makan Bareh Solok Desa Tanjung Alai ke Rumah Makan Kelok Indah untuk mencari travel ke Bukittinggi.
’’Kami sampai di Rumah Makan Bareh Salok Senin (2/12) pagi dan mobil di parkir di sini. Lalu kami naik ojek ke Rumah Makan Kelok Indah naik travel ke Bukitinggi. Daripada kami melewati jalan alternatif Telukkuantan-Kiliran Jao,’’ ungkap Sugiarti.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari menungkapkan, belum diketahui kapan dibukanya kembali setelah ditutup. ’”Sebaik pengendara baik dari arah Riau maupun Sumbar menggunakan jalan alternatif,’’ jelas Vino Lestari.
Digesa Pembangunan Trase Baru
Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau masih terus menggesa pembangunan trase baru Jalan lintas Riau-Sumatera Barat di Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Pembangunan trase baru ini digesa karena jalan lintas sudah ditutup sementara.
Kepala BPJN Riau Yohanes Tulak Todingrara didampingi Kepala Seksi KPIJ Darmawi mengatakan, pembuatan trase baru ini dilakukan di sisi jalan existing yang sebelumnya longsor. Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan pada jembatan bailey. “Proses pembuatan trase baru saat ini masih terus digesa. Karena sebelumnya pekerjaan sempat terkendala dalam hal pengiriman material kelokasi,” katanya, Selasa (3/12).
Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil analisa pihaknya, penyebab longsor dijalan tersebut yakni akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir disisi kanan jalan. Kemudian ditambah gorong-gorong lama tidak dapat menampung debit air yang crossing ke sisi kiri. “Karena hal tersebut sehingga terjadi perlemahan tanah menyebabkan jalan tergerus dan amblas,” jelasnya.
Saat ditanyakan kapan target penyelesaian trase baru tersebut sehingga dapat dilintasi. Pihaknya belum dapat memastikan, disebutkannya tim dilapangan saat ini masih menggesa pekerjaan. “Kami saat ini masih menggesa untuk pembuatan trase baru tersebut. Kalau selesainya kapan, mudah-murahan segeralah. Mudah-mudahan sebelum libur Natal dan tahun baru sudah selesai,” harapnya.
Untuk diketahui, jalan lintas Riau-Sumbar di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar yang sebelumnya sempat diberlakukan sistem jam operasional, saat ini kembali ditutup total per Ahad (1/12). Penutupan jalan tersebut dilakukan karena akan dilakukan perbaikan. Penutupan total jalan tersebut karena pihaknya akan fokus melakukan perbaikan. Karena saat dilakukan sistem jam operasional, perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara maksimal.(das)
Editor : RP Arif Oktafian