Agar bisa hadir dan diterima masyarakat pedalaman dalam sosialisasi Pilkada Damai, Polres Inhu perlu waktu sekitar dua pekan untuk menyiapkan konsepnya. Akhirnya Gawai Kebatinan Suku Talang Mamak jadi momen yang sangat tepat. Wakapolres Inhu dan rombongan pun datang dengan membawa buah tangan ayam jantan.
Laporan: KASMEDI, Rengat
MATAHARI baru memulai memancarkan cahayanya. Karena jam masih menunjukkan pukul 06.45 WIB. Namun sejumlah mobil yang akan berangkat ke Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sudah berjejer di halaman Polres daerah itu.
Sebelum berangkat, Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI diwakili Wakapolres Kompol Manapar Situmeang SIK MH terlihat memimpin apel terhadap anggotanya yang ikut sosialisasi Pilkada serentak 2024 di Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim. Di barisan itu juga terlihat Ketua KPU Inhu, Ronaldi Ardian SH bersama anggota dan Ketua Bawaslu, Dedi Risanto SIP SH MSI bersama staf.
Perjalanan rombongan, dikawal mobil patroli dan diikuti sejumlah mobil lainnya. Sementara jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB. Wakapolres Inhu bersama rombongan berhenti sejenak di Jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat. Ternyata, bukan ada kendala dalam perjalanan, namun mereka sarapan terlebih dahulu. Mobil patroli mengawal mobil rombongan kembali bergerak sekitar pukul 07.30 WIB pada tanggal 12 Oktober 2024.
Tujuan sosialisasi itu tidak lain dalam rangka untuk Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Inhu berjalan damai dan sejuk sesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal SIK MH. Semua upaya yang dilakukan Polres Inhu untuk mewujudkan Pilkada damai dan sejuk, cukup panjang dan banyak cerita.
Begitu juga dengan salah satu upaya untuk mewujudkan Pilkada damai terhadap masyarakat suku Talang Mamak yang berada di pedalaman Kabupaten Inhu. Di mana, Polres Inhu perlu waktu sekitar dua pekan untuk menyiapkan konsep agar bisa hadir dan diterima masyarakat Talang Mamak.
Perjalanan rombongan Wakapolres Inhu menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Rengat menuju Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kondisi jalan, ketika memasuki Kecamatan Rakit Kulim menuju Desa Talang Durian Cacar yang mengalami rusak, juga menjadi faktor penyebab lamanya waktu perjalanan.
Mobil jenis double cabin yang digunakan rombongan, juga sempat terkendala ketika berada di titik jalan rusak dan berlumpur di daerah itu. Karena selain berlumpur, posisi titik jalan rusak itu berada di tanjakan.
Ketika tiba di lokasi acara, sejumlah pemuka adat Talang Mamak sudah terlihat menunggu Wakapolres Inhu dan rombongan. Bahkan, kepada Wakapolres Inhu dipasangkan tanjak dari kain khas adat Talang Mamak.
Usai prosesi pemasang tanjak kepada Wakapolres dan Ketua KPU Inhu, Ronaldi Ardian SH dan Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto SIP SH MSI, dilanjutkan prosesi penyerahan ayam jantan. Di mana, ayam jantan yang dibawa Wakapolres Inhu diserahkan di gelanggang sabung ayam yang menjadi tradisi adat Talang Mamak pada acara pesta pernikahan.
Selanjutnya, sebagai tamu, Wakapolres menyerahan ayam jantan kepada perwakilan masyarakat Suku Talang Mamak yang disebut Batin. Penyerahan ayam jantan itu terlaksana melalui acara adat Suku Talang Mamak berupa Gawai Kebatin. Kegiatan itu berupa acara pesta adat pernikahan anak Suku Talang Mamak di Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu.
Ayam jantan yang diserahkan Wakapolres Inhu dimaksud untuk membantu lauk pauk pada acara pesta pernikahan tersebut.
"Ini buah tangan dari kami Pak Batin. Semoga dapat dimanfaatkan untuk acara pesta pernikahan ini," ucap Wakapolres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH saat menyerahkan ayam jantan.
Usai penyerahan ayam jantan, pemuka adat Talang Mamak Desa Talang Durian Cacar yakni Batin Bangka pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Wakapolres dan rombongan yang sudah bersedia hadir di acara Gawai Kebatin pesta pernikahan anak kemenakannya. Di mana, acara Gawai Kebatin berlangsung selama tujuh hari, tujuh malam.
Batin Bangka juga menjelaskan tentang tradisi sabung ayam pada helat pesta pernikahan itu. Bagi ayam jantan yang kalah bertarung di gelanggang yang sudah siapkan, akan diserahkan kepada tuan rumah untuk jadikan lauk pauk pada acara pesta tersebut.
Usai acara penyambutan dan penyerahan ayam jantan, Batin bersama pemuka adat lainnya mengajak Wakapolres dan rombongan memasuki rumah yang menggelar pesta pernikahan. Di rumah tersebut dilakukan sosialisasi Pilkada damai oleh Wakapolres Inhu.
Wakapolres Inhu pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, pihaknya sengaja hadir langsung pada acara Gawai Kebatin.
"Kami menyempatkan hadir pada acara adat ini untuk menyampaikan pesan-pesan cooling system untuk terwujudnya Pilkada serentak 2024 yang aman, damai dan bermartabat," kata Kompol Manapar Situmeang.
Cooling system dan kegiatan sosialisasi oleh Polres Inhu, sebutnya, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik bagi masyarakat setempat. Sehingga target partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 dapat tercapai.
Untuk itu, harapnya, melalui kegiatan di pesta adat yang dihadiri masyarakat suku Talang Mamak, hendaknya dapat menyebarkan informasi tentang Pilkada kepada warga lainnya. Karena masyarakat suku Talang Mamak juga memiliki hak yang sama pada Pilkada serentak dan suara masyarakat Talang Mamak juga menentukan masa depan daerah.
Kemudian, warga yang sudah memiliki hak suara hendaknya datang ke TPS untuk menyalurkan hak suara. "Mari beramai-ramai datang ke TPS menyampaikan hak suara," ajak Wakapolres.
Sementara itu, Ketua KPU Inhu, Ronaldi Ardian SH juga menekankan tentang pentingnya pendidikan demokrasi bagi semua lapisan masyarakat. Karena melalui Pilkada, masyarakat yang memiliki hak yang memiliki hak suara yang akan menentukan pemimpinnya ke depan.
Di mana, hak suara yang diberikan untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Riau dan Bupati-Wabup Inhu sangat menentukan arah kebijakan untuk lima tahun ke depan.
"Bapak dan ibu yang sudah terdaftar dalam DPT, silakan datang ke TPS untuk menyampaikan hak suara," kata Ronaldi Ardian.
Dalam pada itu, Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto SIP MSi, mengingatkan bahwa setiap kegiatan kampanye harus dilakukan dengan etika dan tanpa praktik money politic.
"Hindari pelanggaran dan jangan gara-gara diiming-imingi tim sukses, terjerat masalah hukum," katanya.
Pemuka adat Talang Mamak Desa Talang Durian Cacar yakni Batin Bangka menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sosialisasi tentang Pilkada serentak. Karena dari sosialisasi yang diberikan kepada warga Suku Talang Mamak, merupakan informasi yang sangat berharga.
Sebelumnya, sambung Batin Bangka, masih banyak warga Suku Talang Mamak yang awam terhadap Pilkada serentak tersebut. Namun ketika hadir pada acara sosialisasi ini, tentunya akan menambah pengetahuan tentang Pilkada tersebut.
Batin Bangka juga menyampaikan permohonan maaf, jika dalam penyambutan dan selama berlangsungnya acara terdapat salah dan kekurangan.
"Kami masyarakat biasa yang kurang mengerti tentang penyambutan kegiatan resmi pemerintahan," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Talang Durian Cacar, Nanang Oktapianto mengatakan bahwa, melalui cooling system yang dilakukan Polres Inhu dapat dipahami masyarakat.
"Penduduk Talang Durian Cacar mencapai lebih kurang tiga ribu jiwa dan sekitar 1.500 jiwa memiliki hak suara," ujarnya.
Warga Talang Mamak, sambungnya, sekitar 60 persen masih minim pemahaman tentang demokrasi. Sehingga pada akhirnya, terdapat golput akibat tidak datang ke TPS.
"Semoga sosialisasi ini dapat mengurangi terjadinya golput di Desa Talang Durian Cacar," harap Kades.
Di tempat terpisah, Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI mengatakan bahwa, selama tahapan kampanye telah dikerahkan ratusan personel. Bahkan, pada pelaksanaan debat kandidat, dikerahkan 300 personel dari berbagai kesatuan.
Begitu juga pada pelaksanaan tahapan pencoblosan berlangsung dengan baik dan lancar. Bahkan, tidak ada kejadian luar biasa yang dapat menganggu pelaksanaan pencoblosan.
"Ada 2.700 personel yang dikerahkan untuk pengamanan pada tahapan pencoblosan," kata Fahrian Saleh Siregar.
Kemudian pascatahapan pencoblosan, Polres Inhu juga memperketat pengamanan di seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di daerah itu. Hal itu dilakukan agar pascapelaksanaan tahapan pencoblosan Pilkada serentak 2024 tidak terjadi gangguan keamanan.
Tidak itu saja, untuk menjaga situasi aman dan kondusif, Kapolres Inhu juga langsung memimpin pengamanan pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu. Ada sebanyak 415 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan rapat pleno tersebut.
Di mana, pelaksanaan rapat pleno tersebut dilaksanakan di Kantor KPU Inhu di Jalan Raya Pematang Reba-Pekan Heran Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat.
"Alhamdulillah, hingga berakhirnya tahapan pleno, Pilkada serentak di Kabupaten Inhu berjalan lancar, damai dan sejuk," ucap Fahrian Saleh Siregar.
Setelah pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pilkada serentak 2024 tingkat KPU, paslon nomor urut 2 Ade Agus Hartanto-Hendrizal menang dengan perolehan sebanyak 110.311 suara. Sementara, pasangan petahana nomor urut 3 Rezita Meylani Yopi-Suhardi hanya berhasil meraih 55.786 suara. Sedangkan di urutan terakhir yakni paslon nomor urut 1 Raja Haryono-Elda Suhanura dengan perolehan 21.334 suara.***
Wakapolres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH menyerahkan ayam jantan kepada Batin Bangka pada acara Gawai Kebatin, belum lama ini.
Wakapolres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH duduk bersama dengan pemuka adat saat menyampaikan pesan-pesan Pilkada damai, belum lama ini.
Editor : RP Edwar Yaman