Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pengalaman Pahit, hingga Target Lolos ke Liga 1

Dofi Iskandar • Minggu, 29 Desember 2024 | 14:45 WIB

Mantan penyerang PSPS, Omid Popalzay, bersama Asir Asiz melakukan selebrasi usai menjebol gawang PSMS Medan di Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang, Sabtu (19/10/2024) lalu.
Mantan penyerang PSPS, Omid Popalzay, bersama Asir Asiz melakukan selebrasi usai menjebol gawang PSMS Medan di Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang, Sabtu (19/10/2024) lalu.
Persatuan Sepakbola Pekanbaru dan Sekitarnya atau disingkat dengan PSPS berdiri pada tanggal 1 Januari 1955. Saat ini, klub berjuluk Askar Bertuah ini harus menghadapi berbagai rintangan agar bisa berkompetisi dan menjadi tim yang disegani. PSPS juga memiliki impian lolos ke Liga 1.


PSPS memiliki basis suporter yang cukup besar, yang biasa disebut dengan julukan Asykar Theking atau Laskar Tabano.

Klub ini sudah menjadi ikon dan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Riau dan sekitarnya. Meski perjalanan tim ini tak mudah, PSPS selalu bertekad dan memiliki keinginan yang kuat.

Pengalaman pahit PSPS terjadi tahun 2021- 2023 ketika resmi diambil alih oleh pengusaha asal Malaysia bernama Norizam Tukiman. Norizam Tukiman sendiri merupakan pengusaha yang juga pemilik utama dari tim Malaysia Kelantan FC. Bahkan PSPS Riau sempat pindah home base atau kandang ke Batam. Kesulitan keuangan menyebabkan PSPS harus rela mengikuti pemilik modal.

Di awal kehadirannya, nama PSPS Pekanbaru sudah begitu kuat melekat. Namun, nama ini berubah jadi PSPS Riau. Di tangan Norizam Tukiman, nama PSPS Riau berubah lagi menjadi Riau FC. Kini, dengan manajemen baru, nama Riau FC kembali diubah menjadi PSPS Pekanbaru. Perubahan nama tersebut disahkan dalam Kongres PSSI yang dilaksanakan pada Juni 2024 lalu.

Ketika di tangan Norizam, harapan pendukung PSPS agar Askar Bertuah kembali bisa bersaing di Liga Indonesia mencuat. Harapan ini berjalan mulus di tahun pertama (2021) pengambilalihan. Tapi, harapan sirna di tahun kedua (2022). Malah, PSPS justru berada di ambang degradasi.

PSPS membuat heboh dunia sepakbola nasional. Tapi, bukan karena prestasi yang mentereng, tapi media-media lokal, bahkan Nasional justru ramai memberitakan kontroversi yang dibuat pemilik PSPS Norizam Tukiman. Sang pemilik tiba-tiba membatalkan laga uji coba melawan Kelantan FC  yang sedianya digelar di Stadion Utama Riau ada 12 Juli 2022.
Baca Juga: Hadapi PSPS Pekanbaru di Laga Krusial, PSMS Medan Fokus Latihan, Tak Ada Waktu Libur

Bahkan, klub kebanggaan Bumi Lancang Kuning ini harus memupus impiannya untuk tampil di Liga 1 Indonesia musim 2024. Pasalnya, PSPS hanya mampu finish di urutan ke-5 Klasemen akhir Liga 2 Indonesia 2023 dan harus ikut Jalur Degradasi lewat babak playoff.

Saat ini, di tahun 2024, PSPS Pekanbaru telah memiliki manajemen baru yang dipimpin oleh Effendi Syahputra yang resmi jadi CEO PSPS Pekanbaru. Effendi Syahputra yang merupakan politisi dan sudah berpengalaman menanggani beberapa klub sepakbola tanah air.

Ia juga pernah memimpin Indonesia All Stars di ajang International Youth Tournament (IYT) pada 2022. Launching pemain baru dihadiri Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa SSTP MSi di Stadion Kaharudin Nasution, Ahad (1/9) malam.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Pj Gubernur Riau Dr Rahman Hadi, Pembina PSPS Pekanbaru Muflihun, Owner PSPS Pekanbaru Gede Widiade, CEO PSPS Effendi Syahputra, COO PSPS Edward Riansyah dan sejumlah pejabat lainnya. Risnandar Mahiwa berharap, dengan di-launching-nya tim sepak bola kebanggaan masyarakat Riau ini, ke depan dapat membawa nama besar Riau menjadi tim sepak bola perwakilan Riau di Indonesia.

“Kita berharap, keberadaan PSPS akan menjadi kebanggaan masyarakat, dan dapat membawa nama besar Riau,” ujar Risnandar.

 

Pemerintah Kota Pekanbaru sepenuhnya mendukung PSPS Pekanbaru dan mengajak seluruh stakeholder untuk membesarkan PSPS Pekanbaru. Hadirnya PSPS Pekanbaru akan mewarnai sepakbola di Provinsi Riau dan Pekanbaru. Dirinya berharap kepada seluruh masyarakat maupun suporter untuk mendukung PSPS Pekanbaru.

Adapun daftar pemain PSPS Pekanbaru musim 2024/2025 yang di-launching yakni pemain asing Douglas Cruz dari Brazil, Jhon Edy Mena Perez dari Kolombia dan Omid Popalzay dari Afganistan. Pemain U-21 yakni Fava Sheva Rustanto, Muh Sadewo, Fariz Adit Saputra, Azriel Aimar Mahoma dan Ahmad Athallah Araihan. Kemudian pemain muda dan senior yakni Erlangga Setyo Dwi Saputro, Abelard Tegar, Ilham Fathoni, Afiful Huda, Yudhi Adytia, Ismail Hanafi, Asir Asiz, Maman Abdurrahman, Papua Gosner Komboy, Iman Fathurahman, Ahmad Birrul Walidain, Cakra Yudha, Gideon Marshell, Rian Ramadhan, Ilham Syafrin, Rudi N Rajak, Riki Dwi Saputro, Aulia Ramadhan, Fardan Harahap, dan Arsan Makarin.

PSPS Pekanbaru disinyalir bakal menjadi satu tim Liga 2 2024 yang bakal mengerikan kekuatannya, mengingat amunisi baru dari Askar Bertuah kini berlabel jawara Makedonia hingga jebolan Persija Jakarta.

PSPS Pekanbaru sendiri memulai gebrakannya untuk mengarungi Liga 2 2024 dengan menunjuk sosok Aji Santoso sebagai nakhoda baru dari tim berjuluk Askar Bertuah tersebut di musim depan. Sebelum bergabung dengan PSPS Pekanbaru, Aji Santoso tentu bukanlah nama asing di sepak bola Indonesia, mengingat sosoknya pernah menukangi Arema FC, Persebaya Surabaya, hingga timnas Indonesia.

Kini, PSPS era Aji Santoso berpotensi menjadi kekuatan baru di Liga 2 2024 kelak. PSPS sempat mengumumkan transfer dari eks wonderkid Persib Bandung, yakni Arsan Makarin untuk menjadi amunisi di Liga 2 2024. Setelahnya, beberapa nama berlabel eks Persija Jakarta pun turut bergabung dengan PSPS jebolan Persija Jakarta di Liga 1 2022 lalu, yakni Birrul Walidain terpantau resmi menjadi bagian dari PSPS Riau di Liga 2 2024.

Legenda dari Persija Jakarta yakni Maman Abdurahman pun turut diresmikan sebagai rekrutan baru PSPS Riau di Liga 2 2024. Sedangkan untuk slot asing dari PSPS Riau, jawara Makedonia turut bergabung dengan Askar Bertuah di Liga 2 2024.

Sosok bernama Jhon Mena resmi menjadi pemain asing terbaru dari PSPS Riau. Sebelum bergabung dengan PSPS Riau, Jhon Mena merupakan winger kanan yang bermain di klub Liga Kepulauan Faroe, yakni IF Fuglafjordur.

Menariknya, Jhon Mena yang berasal dari Kolombia tersebut sempat memenangkan gelar juara Piala Makedonia pada musim 2022/2023 lalu bersama Makedonija Gjorce Petrov sebelum kini bergabung dengan PSPS.

Jhon Mena tentu bisa menjadi tambahan juru gedor PSPS Riau yang sebelumnya mempertahankan Omid Popalzay untuk gelaran Liga 2 2024. PSPS Pekanbaru, atau yang dikenal dengan julukan Askar Bertuah, telah mengambil langkah besar dalam mempersiapkan skuad mereka untuk kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2024-2025.

Manajemen klub ini tidak hanya aktif di bursa transfer pemain, tetapi juga telah mengumumkan nama-nama pemain yang akan bergabung. PSPS Pekanbaru telah memulai persiapannya dengan serius untuk menghadapi kompetisi di Liga 2 musim depan. Langkah ini ditandai dengan pengumuman resmi bahwa mereka telah menyelesaikan transfer 20 pemain baru. Salah satu di antaranya adalah mantan pemain timnas Indonesia, Maman Abdurrahman, yang sebelumnya bermain untuk Persija Jakarta.

Untuk mengarungi musim Liga 2 Indonesia tahun 2024/2025, pihak manajemen PSPS Riau, akhirnya menunjuk Aji Santoso sebagai Head Coach PSPS Riau. Ia telah menandatangani kontrak bersama Askar Bertuah dan diperkenalkan kepada masyarakat Riau, melalui media, Senin (10/6).

Mantan pelatih Persikabo 1973 ini, langsung diperkenalkan oleh CEO PSPS Riau Effendi Syahputra, didampingi COO PSPS Riau Edward Riansyah, serta menghadirkan langsung Aji Santoso. Effendi mengatakan, pihaknya berhasil menggandeng mantan pelatih Liga 1 Indonesia ini, dengan meyakinkan Aji Santoso untuk membawa PSPS Riau lolos ke Liga 1 Indonesia. Dia berupaya agar Coach Aji mau mewujudkan keinginan PSPS untuk masuk ke Liga 1.

“Penunjukan Coach Aji Santoso ini bukan kemarin, ataupun sepekan dua pekan, ini penjajakannya sudah sejak tiga bulan yang lalu. Kita meyakinkan beliau ini tidak gampang juga, karena beliau melatih di Liga 1 kan, dan tawaran di liga 1 pun masih banyak. Dengan pendekatan kita, akhirnya Coach Aji mau melatih PSPS dengan syarat target Liga 1,” ujar Effendi.

Dijelaskannya, untuk mencapai target lolos Liga 1, pihaknya memulai dengan meningkatkan grade pelatih yakni mendatangkan pelatih Liga 1. PSPS Riau menggandeng Coach Aji selama 1 tahun ke depan.

“Tanpa mendahului nasib dan takdir, itu kita buktikan dengan meningkatkan grade pelatih yang berasal dari liga 1. Kita juga tidak akan mengintervensi beliau dalam menentukan pemain,” jelasnya. 

Sementara itu, Head Coach PSPS Riau, Aji Santoso mengaku target PSPS ke Liga 1 memang tidak bisa diganggu gugat. Dalam waktu dekat ia akan melakukan pertemuan dengan para manajemen dalam hal menghadapi Liga 2 musim 2024-2025.

“Setelah ini, dalam beberapa hari ke depan mungkin akan meeting dengan semua manajemen. Yang jelas targetnya tetap liga 1 dan tidak bisa diganggu gugat,” kata Aji Santoso. 

Terkait perekrutan pemain, Aji sudah melakukan pendekatan dengan pemain sejak dua bulan lalu. Baik dari pemain Liga 1 maupun pemain di Liga 2. Selain itu, untuk mencapai target PSPS ke Liga 1, dirinya juga mengharapkan partner pelatih yang berkualitas. Dia tidak mempermasalahkan adanya pelatih lokal yang membantu dirinya.

“Terkait pelatih lokal saya tidak ada masalah. Saya bekerja sama dengan siapa pun. Namun, yang perlu ditegaskan bahwa tim ini mengambil pemain dengan target liga 1 tentu merekrut pelatih pun tidak asal-asalan. Kalau memang ada pelatih yang memiliki kualitas dan integritas untuk bisa menjadi partner kerja saya, kenapa tidak,” tutupnya.

PSPS Pekanbaru melakukan persiapan persiapan Liga 2 musim ini di Pulau Jawa, tepatnya di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta Selatan sejak 1 Juli lalu. Pada liga 2 musim 2024-2025, tim PSPS Pekanbaru berhasil mengakhiri putaran pertama Pegadaian Liga 2  dengan hasil sempurna.

Pada putaran kedua lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2024-2025, sepertinya PSPS Pekanbaru belum begitu beruntung. Pasalnya dari tiga laga, hanya dua poin yang mampu dikumpulkan tim berjuluk Askar Bertuah itu. Kemudian, terkait evaluasi yang akan dilakukan untuk menghadapi putaran kedua, pihak manajemen telah melepas lima pemain. Yakni Marshell Huwae, Aimar Mohama, Abelard Tegar, Cakra Yudha, dan Papua Komboy. Tidak hanya itu, manajemen PSPS Pekanbaru kembali memutus kontrak dua pemainnya, yakni kapten PSPS Omid Popalzay dan Riki Dwi Saputro.***

Editor : RP Bayu Saputra
#PSPS #pssi #psps pekanbaru