Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Irpanuddin bin Mahmud Syukur, Jemaah Haji Meranti Wafat di Makkah; Sempat Opname Jelang Berangkat, Lolos Tes Kesehatan hingga Doa Terkabul

Wira Saputra • Selasa, 10 Juni 2025 | 11:31 WIB

Prosesi pemakaman Irpanuddin bin Mahmud Syukur di Makkah, Sabtu (7/6/2025).
Prosesi pemakaman Irpanuddin bin Mahmud Syukur di Makkah, Sabtu (7/6/2025).


Irpanuddin bin Mahmud Syukur mengembuskan napas terakhir di Makkah, Sabtu (7/6) pukul 16.15 Waktu Arab Saudi (WAS). Ternyata, jemaah haji asal Kepulauan Meranti ini memang menginginkan meninggal di Tanah Suci.

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

KABAR duka dari Tanah Suci turut membawa suasana haru ke sudut-sudut Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Ke­pulauan Meranti, tempat tinggal Irpanuddin bin Mahmud Syukur. Pasalnya, jemaah haji berusia 82 tahun ini merupakan seorang imam di Masjid Sabilunnajjah daerah tersebut. Warga berduyun-duyun datang ke rumah duka.

Jemaah haji dengan nomor porsi 00400100791 ini merupakan bagian dari Kloter 9 BTH, tepatnya di rombongan 9 dan regu 35. Almarhum memiliki riwayat penyakit TBC dan sesak napas. Bahkan, kesehatannya sempat memburuk beberapa pekan jelang jadwal berangkat. Bahkan tiga hari mendapat perawatan intensif, atau opname DRSUD Kepulauan Meranti.

Namun, beberapa hari jelang menjalani medical check-up atau tes kesehatan haji, almarhum dalam kondisi baik-baik saja sehingga dinyatakan dapat berangkat oleh penyelenggara perjalanan ibadah haji (PPIH).

Kepergiannya menjadi duka mendalam tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat desa yang mengenalnya sebagai sosok ramah, sederhana, dan sangat religius. Sejak itu, rumah almarhum tak pernah sepi. Tetangga, kerabat, hingga tokoh masyarakat datang silih berganti untuk bertakziyah dan menyampaikan belasungkawa.

Tak sedikit pula yang terlihat menitikkan air mata mengenang kebaikan almarhum semasa hidupnya. Doa-doa pun dipanjatkan, berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Keluarga menerima kabar tersebut dengan ikhlas, meski tak dapat menyaksikan prosesi pemakaman secara langsung di Makkah.

Suasana duka ini menyatukan masyarakat dalam simpati dan kepedulian. Di tengah kehilangan, mereka saling menguatkan, membuktikan bahwa kebersamaan masih menjadi akar yang kokoh di Tanah Melayu ini.

Meskipun demikian, seluruh keluarga dan kerabat melepas ikhlas melepas kepulangannya. Taufiqurrahman, keponakan almarhum bercerita, pamannya selalu berdoa agar bisa berpulang ke rahmatullah di Makkah atau Madinah, tempat di mana beliau bisa mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

“Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan karena memang doa yang sering disampaikan paman, ingin meninggal dunia di Tanah Suci Makkah. Dan doa itu disampaikannya berulang kali,” ujarnya. “Memang ada penyakit bawaan. Sejak dua tahun lalu beliau divonis TBC. Dengan umur yang sudah tidak muda, kesehatan yang kurang baik, tapi mimpi berangkat. Kami rasa ini adalah jawaban dari doa-doanya,” tambahnya.

Ketua Kloter BTH 09, Ahmad Amin Bakhtiar menyampaikan, jenazah Irpanuddin telah dimakamkan di Makkah sesuai prosedur yang berlaku. Doa dan duka dari sesama jemaah serta keluarga besar yang ditinggalkan mengalir menyertai kepergian almarhum.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Sampai hari ini (Senin, red), dua orang jemaah haji dari kloter kami telah berpulang. Semoga Allah mengampuni segala dosa almarhum dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Husnul khatimah, aamiin,” ujar Ahmad lirih.

Sebelumnya, kloter yang sama juga berduka atas wafatnya Usman Jalil (81) yang wafat pada Sabtu, 31 Mei 2025 di pemondokan karena komplikasi hipertensi dan gangguan sendi lutut. Meski diwarnai duka, Ahmad memastikan bahwa seluruh jemaah haji asal Kepulauan Meranti yang tergabung di Kloter 9 BTH dalam kondisi sehat.

Mereka kini telah melaksanakan ibadah melontar jumrah di Mina, bagian dari puncak ibadah haji. Menurutnya, jemaah yang mengambil nafar awal akan kembali ke Makkah pada hari tersebut, sedangkan yang memilih nafar tsani kembali pada 9 Juni 2025.

Dalam balutan duka dan haru, para jemaah tetap menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh keteguhan. Kepergian dua sosok lansia ini menjadi pengingat bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan menuju kepulangan sejati. Dan Tanah Suci, bagi sebagian mereka adalah tempat akhir yang penuh kemuliaan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Muliardi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya jemaah asal Kabupaten Kepulauan Meranti. “Semoga almarhum ditempatkan bersama orang-orang pilihan Allah dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan,” ujar Muliardi, Sabtu (7/6) lalu.

Hingga hari pertama tasyrik, telah enam orang jemaah haji Riau meninggal di Tanah Suci. Mereka adalah Reni Maifida Zainal Muhammad (53) Kloter 8 BTH asal Kabupaten Pelalawan, Nifzar Rachman bin Abdur Rahman Bulat Kloter 4 BTH asal Pekanbaru, Usman Jalil (81) Kloter 9 BTH asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Yurniaty Maah Abdullah (74) Kloter 6 BTH asal Pekanbaru, dan Oncu Buang Ahmad (76) Kloter 8 BTH asal Kabupaten Pelalawan.

Terbaru, Sabtu (7/6), jemaah haji Kabupaten Kepulauan Meranti bernama Irfanuddin bin Mahmud Syukur (82) meninggal di tenda K.004 Maktab BTG 63 Mina. Jemaah pemegang nomor porsi 04000100791 Kloter 9 BTH yang tergabung dalam rombongan 9 regu 35 ini meninggal dunia karena TBC dan sesak  pernapasan.(das)

Editor : Arif Oktafian
#tes kesehatan #opname #meranti #jemaah haji