Alat musik seperti gambus dan selodang mulai banyak dilupakan generasi muda di Kabupaten Siak saat ini. Upaya melestarikan alat musik inipun dilakukan.
Laporan MUHAMMAD AMIN, Siak Sriindrapura
Suasana Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, semarak dengan gelaran showcase residensi seni persembahan seniman Miftahul Ihsan, Sabtu (12/7) malam lalu. Mengusung tema “Gambus Selodang dan Marwas”, pertunjukan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian seni musik tradisi Melayu Siak.
Gambus Selodang dan Marwas merupakan dua instrumen pengiring yang tak terpisahkan dalam tradisi tari Zapin Melayu Siak. Bila ditelusuri jejaknya, musik ini erat kaitannya dengan sejarah kejayaan Kesultanan Siak Sri Indrapura, yang dulu menjadi pusat peradaban Melayu di pesisir timur Sumatera.
Namun seiring perkembangan zaman, seni musik Zapin tradisi perlahan mulai terpinggirkan, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Siak. Pewarisnya makin sedikit, dan kekhawatiran akan hilangnya seni ini menjadi alasan utama diadakannya program residensi serta showcase malam itu.
Melalui panggung seni ini, Miftahul Ihsan menampilkan hasil eksplorasi artistiknya selama masa residensi, dengan harapan dapat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya anak muda, terhadap warisan musik tradisi daerahnya.
”Kita ingin musik gambus selodang dan marwas ini tak hanya jadi cerita sejarah, tapi bisa tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” terang Miftahul Ihsan.
Ditambahkannya, acara ini digelar atas kerja sama berbagai pihak, dengan Budi Setiawan selaku PIC kegiatan yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Musik Tradisional Warisan Melayu. ”Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk kembali menggairahkan seni tradisi Melayu Siak di tengah pesatnya arus budaya modern,” tutupnya.***
Editor : Rindra Yasin