Tak hanya model yang diproduksi di Jepang, di fasilitas ini juga menampilkan Daihatsu Ayla sebagai sebuah mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang diproduksi dan dijual di Indonesia. Mobil ini memadukan teknologi khas Jepang dan kerja sama erat dengan sumber daya lokal di Indonesia dan Malaysia dalam menciptakan mobil yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Laporan M ALI NURMAN, Tokyo
Pada lantai teratas di lantai 4, pengunjung juga bisa merasakan langsung proses pembuatan mobil mini, serta teknologi yang membuatnya mendukung bagi aktivitas kehidupan masyarakat. Disini terdapat area bertema ‘Technology Supporting Mini Vehicles’, dimana pengunjung bisa mencoba berbagai eksperimen interaktif untuk memahami prinsip dasar mobil dan teknologi hemat bahan bakar.
Tak kalah menarik, terdapat area bertema ‘Future Drive-Bringing Advanced Technology to Everyone’ yang menampilkan potongan sebuah sistem hibrida dan mesin dari Rocky Hybrid. Mobil ini menggunakan sistem Series Hybrid yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik dan mesin bensin digunakan sebagai pembangkit daya baterai. Sehingga, mobil ini dapat memberikan sensasi berkendara layaknya mobil listrik tanpa perlu charging atau mengisi daya listrik.
Ulasan Rocky Hybrid Langsung dari Desainer Daihatsu
Pada hari yang sama dengan kunjungan ke Museum Daihatsu, awak media juga mendengar ulasan langsung secara komprehensif oleh salah satu Chief Engineer Daihatsu.
Chief Engineer Product Planning Division of Daihatsu Motor Co Ltd Hiroyuki Tokura menjelaskan tentang filosofi pengembangan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid yang dikembangkan secara mandiri oleh Daihatsu dan diluncurkan perdana di Jepang pada November 2021 lalu.
Makna e-Smart pada Daihatsu Rocky Hybrid ‘e’ merepresentasikan electrification dan ‘smart’ untuk efficiency sekaligus bermakna cerdas yang mengekspresikan mobil Hybrid berkualitas tinggi dan terjangkau.
“Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik dan mesin bensin digunakan sebagai pembangkit daya baterai. Sehingga, mobil ini dapat memberikan sensasi berkendara layaknya mobil listrik tanpa perlu charging atau mengisi daya listrik,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, mobil Rocky Hybrid memiliki cara kerja berbeda dibandingkan dengan sistem Hybrid lainnya. Sebagai contoh, pada mesin Hybrid dengan sistem seri-paralel mesin digunakan untuk pembangkitan daya sekaligus penggerak. Sedangkan pada Hybrid sistem paralel, motor listrik digunakan sebagai penggerak pembantu.
Pada Daihatsu Rocky Hybrid yang mengadopsi sistem series, mesin didesain secara eksklusif sebagai generator pembangkit tenaga untuk motor listrik. Sistem ini memiliki desain yang ringkas dan juga keunggulan dalam menghasilkan kinerja dan efisiensi bahan bakar terbaik pada kecepatan rendah hingga sedang. Sehingga sistem series ini sangat cocok diterapkan pada kendaraan compact dalam berkendara di perkotaan.
Daihatsu juga berikan penjelasan khusus terkait 3 bagian penting teknologi pada Series Hybrid pada Rocky yang berkontribusi pada pencapaian efisiensi bahan bakar yang optimal, yaitu Mesin, Transaxle system dan Baterai.
Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc WA-VEX dengan tiga silinder yang didesain khusus untuk jenis Hybrid dan mampu mencapai efisiensi termal hingga 40 persen yang berkontribusi besar pada peningkatan efisiensi bahan bakar kendaraan.
Selanjutnya pada Transaxle system ini memiliki desain lebih ringan dan ringkas dilengkapi dua motor sejajar sebagai pembangkit tenaga dan penggerak, dan menghasilkan radius putar 5 meter yang memberikan kemampuan manuver sangat baik ketika berkendara melewati di perkotaan dan jalan sempit.
Rocky Hybrid dibekali baterai Lithium-ion dengan densitas energi tinggi berkapasitas 4,3 Ah namun memiliki ukuran yang ringkas. Posisi baterai yang terletak di bagian bawah kursi belakang membuat mobil ini tetap memiliki interior kabin dan kapasitas bagasi yang tetap lapang. Baterai Rocky Hybrid juga memiliki daya 0,74 kWh atau 6 kali lebih besar dibandingkan mobil lain di kelasnya, bahkan setara dengan hybrid SUV medium yang beredar saat ini.(gem/bersambung)
Editor : Arif Oktafian