Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2).
Laporan HENDRAWAN KARIMAN
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tidak seperti malam-malam biasanya, malam itu seratusan jemaah memenuhi masjid yang berada di tengah lingkungan lapas itu. Para jemaah, yang merupakan narapidana yang sedang menjalani pembinaan, melaksanakan salat Isya dan dilanjutkan dengan Tarawih secara berjamaah.
Bagi para napi, tarawih ini bukan sekadar ibadah. Namun kegiatan penyejuk hati selama Ramadan. Para jemaah terlihat ingin lebih lama disana, tentu saja daripada cepat-cepat kembali ke dalam sel.
Namun tidak ada yang main-main atau ogah-ogahan. Apalagi kegiatan ini juga masuk dalam program pembinaan. Ini amat penting bagi mereka.
Maka tidak heran beberapa napi sangat khusyuk melaksanakan salat. Namun raut wajah tidak bisa menipu. Pancaran air muka dari pikiran yang tenang terpancar dari banyak wajah jemaah malam itu.
Mereka salat berjemaah, diantaranya berdekatan langsung dengan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto. Bersama jajaran, Yuniarto berbaur dalam satu masjid bersama para napi.
Yuniarto mengatakan, kehadiran pimpinan dan petugas lapas salat bersama para napi ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan. Hal ini sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Kepala Lapas Pekanbaru menekankan pelaksanaan salat Tarawih berjamaah merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya untuk membentuk karakter warga binaan menjadi lebih baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas spiritual selama menjalani masa pembinaan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan kerohanian agar warga binaan dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih dari itu, bagi mereka, tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Pelaksanaan salat Tarawih berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Selama bulan Ramadan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga telah menyiapkan berbagai kegiatan dan program keagamaan lainnya, seperti tadarus Alquram, ceramah agama dan pembinaan rohani secara rutin.
Hanya saja memang, tidak semua napi bisa melaksanakan ibadah malam Ramadan setiap hari di masjid. Jumlah mereka dibatasi sesuai kapasitas masjid dan kemampuan tugas melaksanakan pengamanan.(gem)
Editor : Arif Oktafian