Bagi Dian Afri Jayanti, tanah yang menempel di kuku dan peluh yang menetes di bawah terik matahari bukanlah sesuatu yang ia keluhkan. Sebagai Ketua PKK Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, ia memilih berada di lapangan menyusuri bedengan sawi, memeriksa daun yang mulai menguning, dan memastikan tanaman tetap hidup meski cuaca tak selalu bersahabat.
Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru
DIAN bukan sekadar ketua kelompok. Ia adalah nakhoda bagi 24 perempuan tangguh di program Puteri Proklim Melayu Lestari. Namun, sebelum hamparan hijau menghiasi pekarangan warga, Air Jamban punya cerita lain, sebuah cerita tentang kegersangan dan kecemasan.
Beberapa tahun silam, musim kemarau selalu membawa rasa khawatir. Tanah mengeras seperti batu, air sulit didapat, dan tanaman yang dicoba ibu-ibu untuk ditanam sayuran seperti bayam, kangkung, atau timun lebih sering mati sebelum sempat dipanen.
‘’Dulu kita coba tanam sayur untuk kebutuhan dapur, tapi selalu gagal. Tenaga habis, hasilnya tak ada,’’ kenang Dian, Selasa (24/2). Editor : Arif Oktafian