Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Perempuan Tangguh Penjaga Iklim di Air Jamban; Lahan Gersang Berubah Menjadi Ladang Cuan

Henny Elyati • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:19 WIB

Ketua Dasawisma 23 Mutiara, Siti Subaidah (kanan) menunjukkan hasil panen perdana sayuran hidroponik di greenhouse binaan PHR, Selasa (24/2/2026).
Ketua Dasawisma 23 Mutiara, Siti Subaidah (kanan) menunjukkan hasil panen perdana sayuran hidroponik di greenhouse binaan PHR, Selasa (24/2/2026).

Bagi Dian Afri Jayanti, tanah yang menempel di kuku dan peluh yang menetes di bawah terik matahari bukanlah sesuatu yang ia keluhkan. Sebagai Ketua PKK Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, ia memilih berada di lapangan menyusuri bedengan sawi, memeriksa daun yang mulai menguning, dan memastikan tanaman tetap hidup meski cuaca tak selalu bersahabat.

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

DIAN bukan sekadar ketua kelompok. Ia adalah nakhoda bagi 24 perempuan tangguh di program Puteri Proklim Melayu Lestari. Namun, sebelum hamparan hijau menghiasi pekarangan warga, Air Jamban punya cerita lain, sebuah cerita tentang kegersangan dan kecemasan.

Beberapa tahun silam, musim kemarau selalu membawa rasa khawatir. Tanah mengeras seperti batu, air sulit didapat, dan tanaman yang dicoba ibu-ibu untuk ditanam sayuran seperti bayam, kangkung, atau timun lebih sering mati sebelum sempat dipanen.

‘’Dulu kita coba tanam sayur untuk kebutuhan dapur, tapi selalu gagal. Tenaga habis, hasilnya tak ada,’’ kenang Dian, Selasa (24/2).

Editor : Arif Oktafian
#perempuan tangguh #program Puteri Proklim Melayu Lestari #kelurahan air jamban #penghijauan