Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Otomotif semester 8 di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Nabil Febrianda (21), memanfaatkan waktu luangnya di bulan puasa dengan menjalankan usaha kopi gerobakan di Jalan HR Soebrantas Panam.
Laporan DOFI ISKANDAR
Usaha kopi gerobak telah digeluti Nabil selama tiga bulan terakhir bersama seorang rekannya. Nabil mengungkapkan bahwa bisnis kopi tersebut bukan miliknya seorang diri, melainkan dikelola bersama temannya.
Ia mengaku termotivasi untuk ikut mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor informal, sekaligus menambah penghasilan pribadi di tengah kesibukan kuliah.
"Untuk menambah uang belanja juga. Apalagi bulan puasa, kita butuh uang buat Lebaran," ujarnya, Ahad (1/3/2026) malam.
Dalam membagi waktu antara kuliah dan usaha, Nabil menerapkan sistem bergantian dengan rekannya. Saat memiliki jadwal perkuliahan, ia fokus mengikuti kegiatan akademik.
Sementara itu, aktivitas berjualan dilakukan di sela-sela waktu luang atau secara part-time pada malam hari.
Kopi yang dijual dibanderol dengan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp12.000 per cup. Dalam satu hari, penjualan tertinggi yang pernah dicapai mencapai 68 cup.
"Meskipun di bulan puasa ini rata-rata penjualan mencapai puluhan cup,"katanya.
Meski demikian, usaha tersebut tidak menerapkan target penjualan tertentu. Nabil sendiri menerima gaji tetap sebesar Rp1.800.000 per bulan dari hasil usahanya tersebut.
Terkait kendala, ia menyebut sejauh ini kondisi lokasi berjualan cukup aman dan belum menghadapi hambatan berarti.
Baca Juga: Dinyatakan Lengkap, KPK Limpahkan Perkara OTT Abdul Wahid ke Penuntutan
Sebagai mahasiswa yang terjun langsung ke dunia usaha, Nabil mengajak generasi muda untuk berani mencoba hal baru.
Menurutnya, keberanian untuk memulai usaha serta tidak mudah menyerah menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Editor : M. Erizal