Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho melakukan kunjungan ke SMP Madani Pekabaru, Sabtu (7/3).
Laporan JOKO SUSILO
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SMP Madani Pekanbaru adalah sekolah yang didirikan Pemko Pekanbaru untuk mencetak generasi muslim penghapal Al-Qur’an.
Kedatangan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho Sabtu pagi itu bukan sekadar melakukan kunjungan formal, melainkan untuk duduk bersama para guru, ustaz, dan ustazah mendengarkan cerita serta harapan mereka tentang masa depan sekolah.
Pertemuan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Para tenaga pendidik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari peningkatan kenyamanan lingkungan belajar hingga keperluan perbaikan infrastruktur sekolah.
Wako mengaku sengaja datang untuk menyerap masukan dari para guru yang sehari-hari berinteraksi dengan para siswa. ”Kami ingin berkenalan, bersilaturahmi, sekaligus mendengar aspirasi para guru terkait kenyamanan serta perbaikan infrastruktur di SMP Madani,” kata Wako.
Menurutnya, sejumlah masukan yang disampaikan sudah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Pendataan terhadap fasilitas sekolah juga telah dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan dengan baik tanpa membebani orang tua maupun wali murid.
Wako menilai secara umum kondisi sarana dan prasarana di SMP Madani sudah cukup baik. Hanya saja, beberapa bagian perlu penataan dan perapian agar lingkungan sekolah semakin nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
”Secara umum, kondisi sarana dan prasarana di sekolah tersebut sudah cukup baik. Kami hanya perlu melakukan penataan dan perapian pada beberapa bagian agar lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman,” sebutnya.
Selain membahas infrastruktur, perbincangan juga menyinggung rencana penerimaan peserta didik baru.
Saat ini, satu angkatan di SMP Madani menampung sekitar 50 siswa. Tingginya minat masyarakat membuat Pemko Pekanbaru mulai mempertimbangkan kemungkinan penambahan kuota.
”Kami berupaya mencari skema terbaik agar jumlah tersebut dapat ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas pendidikan,” ujarnya.
Kesan mendalam juga dirasakan Agung ketika mendengar capaian para siswa dalam bidang hapalan Al-Qur’an. SMP Madani menargetkan setiap siswa mampu menghapal 15 juz selama masa pendidikan. Namun, kenyataannya ada siswa yang mampu melampaui target tersebut.
”Kualitas anak-anak di sini sangat baik. Targetnya memang 15 juz, tetapi tadi ada siswa yang sudah menyelesaikan hingga 22 juz. Ini tentu menjadi keberkahan bagi Kota Pekanbaru,” ungkapnya dengan nada bangga.
Bagi Wako, capaian tersebut menunjukkan bahwa SMP Madani tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga serius membina karakter dan spiritualitas para siswa.***
Editor : Arif Oktafian