Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Perayaan Nyepi Tahun Saka 1948 di Kota Pekanbaru; Pawai Ogoh-Ogoh, Jaga Toleransi Umat Beragama

M Akhwan • Rabu, 25 Maret 2026 | 14:15 WIB

Umat Hindu di  Kota Pekanbaru mengarak ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 (2026) di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (18/3/2026) lalu.
Umat Hindu di Kota Pekanbaru mengarak ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 (2026) di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (18/3/2026) lalu.

Ratusan umat Hindu di Pekanbaru menggelar pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 (2026), Rabu (18/3). Kegiatan dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha, Jalan Rawa Mulya, Kecamatan Bukit Raya.

Laporan MUHAMMAD AKHWAN, Pekanbaru

Meski hujan mengguyur kota, pawai tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat. Sejak sore, umat Hindu mulai memadati area pura untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.

Sebelum arak-arakan dimulai, umat terlebih dahulu melaksanakan doa bersama di halaman pura. Ritual ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sebagai bentuk penyucian diri menjelang perayaan Nyepi.

Menjelang petang, ogoh-ogoh kemudian diarak mengelilingi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Pekanbaru. Rute pawai dimulai dari Jalan Rawa Mulya, melintasi Jalan Jenderal Sudirman hingga menuju Jalan Arifin Achmad. Sepanjang perjalanan, peserta pawai tetap antusias meskipun hujan turun. Arak-arakan ogoh-ogoh menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute.

Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pembakaran ogoh-ogoh yang melambangkan pembersihan diri dari sifat-sifat buruk serta energi negatif.

Menariknya, pelaksanaan pawai bertepatan dengan waktu berbuka puasa bagi umat Muslim. Meski demikian, kegiatan berlangsung tertib dan penuh rasa saling menghormati. Momentum ini menjadi cerminan tingginya toleransi antarumat beragama di Pekanbaru. Di mana perbedaan dapat berjalan selaras dalam suasana yang harmonis.***

Editor : Arif Oktafian
#man 1 pekanbaru #2026 #pendidikan #pendaftaran