Berangkat haji menjadi dambaan umat muslim. Namun, untuk menunaikan rukun Islam kelima ini tak mudah. Selain, harus punya kemampuan secara materi dan fisik, di Indonesia umat muslim harus menunggu cukup lama, mencapai puluhan tahun. Di Riau, antrean mencapai 29 tahun. Tapi, Alifah Berliana Putri mendapat keberkahan bisa ke Tanah Suci tahun ini.
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
LANGKAH Alifah Berliana Putri menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Di usianya yang masih 17 tahun, siswi kelas XI MAN 2 Pekanbaru ini menjadi salah seorang jemaah haji termuda asal Kota Pekanbaru tahun ini.
Namun, di balik senyum bahagianya, tersimpan rasa haru yang mendalam. Alifah berangkat menunaikan ibadah haji bukan bersama sang ayah, melainkan menggantikan posisi ayahnya yang telah lebih dulu berpulang.
“Senang, tapi juga sedih karena menggantikan orang tua,” ungkap Alifah lirih didampingi ibunya, Leni Suherni saat ditemui di Masjid Agung Al Firdaus Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Sabtu (4/4).
Meski masih muda, Alifah mengaku telah mempersiapkan diri, termasuk doa-doa khusus yang akan dipanjatkan setibanya di Tanah Suci. Ia berharap perjalanan ini menjadi ibadah terbaik, sekaligus bentuk bakti kepada orang tuanya.
Alifah tercatat sebagai jemaah Kloter 4 dan berdomisili di Jalan S--embilang, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Sang ibu, Leni Suherni menuturkan, panggilan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan singkat.
Ia dan keluarga harus menunggu sekitar 13 tahun untuk bisa berangkat haji.
“Tidak berangkat dengan suami, tapi dengan anak,” ucapnya, dengan nada haru. Kisah Alifah menjadi bagian dari pelaksanaan manasik haji akbar tingkat Kota Pekanbaru yang digelar selama dua hari, sejak Sabtu (4/4) hingga Ahad (5/4).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Hj Haryati mengatakan, kegiatan manasik ini bertujuan untuk mempersiapkan jemaah agar lebih mandiri dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Dengan manasik ini, diharapkan jemaah bisa menjadi lebih siap dan mandiri saat di Tanah Suci,” ujarnya. Di tengah ribuan calon jemaah lainnya, kisah Alifah menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan haji selalu menyimpan cerita.
Harap dan Doa Iringi Ribuan Jemaah di Puncak Manasik Lantunan doa dan harap mengiringi ribuan calon jemaah haji Pekanbaru yang memadati Masjid Agung Al-Firdaus, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Ahad (5/4). Sebanyak 1.364 jemaah mengikuti hari terakhir kegiatan ini.
“Kita doakan semua calon jamaah haji Allah berikan kesehatan, Allah sampaikan niat kita untuk melaksanakan haji, dan mendapatkan haji yang mabrur” ungkap Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar ST March, Ahad (5/4).
Tak hanya itu, ia juga menitipkan harapan kepada para jemaah agar turut mendoakan Kota Pekanbaru. ‘‘Mohon doakan kami, doakan Pekanbaru diberkahi Allah SWT, dihindarkan dari musibah. Tanpa pertolongan Allah, kita tidak akan mampu membangun Kota Pekanbaru menjadi lebih baik,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru Haryati menyampaikan, seluruh rangkaian manasik telah selesai dan jemaah kini tinggal menunggu keberangkatan.
“Rangkaian pelaksanaan manasik haji dalam rangka persiapan rangkaian ibadah haji tahun ini sudah hampir rampung dan hanya tinggal menunggu keberangkatan,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. “Semoga dengan dukungan lembaga dan lintas sektoral kita dapat memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik dan lancar,’’ harapnya.
Dari sisi kesehatan, kesiapan jemaah juga menjadi perhatian utama. Dinas Kesehatan Pekanbaru memastikan seluruh JCH dalam kondisi sehat setelah menjalani rangkaian pemeriksaan dan vaksinasi. Sebanyak 1.364 jemaah telah menerima vaksin lengkap, meliputi meningitis, polio, dan Covid-19.
Proses vaksinasi dilakukan secara bertahap selama empat hari untuk menghindari penumpukan. “Semua berjalan baik, mereka dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Semoga bisa menjalankan ibadah haji,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Hazli Fendriyanto.(das)
Editor : Arif Oktafian