Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Siswa MAN 1 Pekanbaru Rafif Adinata Ramadhan Diterima 2 Universitas di Singapura, Bukti Mimpi Besar Dicapai dari Ruang Kelas

Herianto Baserah • Senin, 11 Mei 2026 | 11:55 WIB
RAFIF ADINATA RAMADHAN. (JPG)
RAFIF ADINATA RAMADHAN. (JPG)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebelumnya, Rafif juga sudah diterima di Canterbury University New Zealand dan IUP UGM (International Undergraduate Program). Untuk di National University of Singapore, Rafif diterima pada program Humanities and Sciences dengan pilihan jurusan utama (preferred major) Geography.

Penerimaan ini menjadi pencapaian istimewa mengingat NUS dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Asia, bahkan dunia. Dalam surat resminya, pihak universitas menyampaikan keyakinan bahwa Rafif memiliki potensi akademik dan pribadi yang mampu memberikan kontribusi berharga bagi komunitas kampus internasional tersebut.

‘’Ini bukan hanya tentang diterima di kampus besar, tetapi tentang keberanian untuk bermimpi lebih jauh dan membuktikan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di level global,” ungkap Rafif penuh syukur.

Program Humanities and Sciences di NUS dikenal memiliki pendekatan pembelajaran lintas disiplin yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, mengintegrasikan berbagai ilmu pengetahuan, serta membangun keterampilan masa depan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja global.

Baca Juga: Kisah Siti Julaeha yang Sukses Kembangkan Usaha Sambil Mengurus Rumah Tangga, Ditopang Sinergi Holding Ultra Mikro 

Dalam surat penerimaan tersebut, NUS juga menegaskan komitmennya untuk menjadi “jembatan” antara dunia akademik dan dunia profesional, sekaligus mendampingi mahasiswa dalam membangun jalur pembelajaran yang sesuai dengan potensi dan minat mereka.

Kepala Madrasah Norerlinda MPd bersyukur dan bangga. Ini bukan sekadar prestasi pribadi, dapat menjadi inspirasi bahwa peserta didik Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional. Dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus belajar, berani bermimpi besar, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan global.

Prestasi Rafif menjadi inspirasi bagi banyaknya pelajar  bahwa kesempatan besar dapat diraih melalui konsistensi belajar, keberanian mencoba dan semangat untuk terus berkembang. Di tengah persaingan pendidikan internasional yang semakin ketat, kabar ini menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia mampu menembus panggung dunia.

Norelinda menyebutkan, beberapa prestasi yang pernah diraih Rafif semasa sekolah. Pertama, meraih medali emas pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi tahun 2025. Satu-satunya medali emas dari Provinsi Riau. Kedua, telah diterima di National University of Singapore (NUS). Ketiga, Rafif telah diterima di University of Canterbury.  Keempat, telah diterima di IUP UGM. Kelima, meraih Silver Medalist Open International Geography Olympiad 2025. 

Baca Juga: Tempat Belajar dan Maju Bersama

Keenam, meraih medali emas OGG FITB ITB Geografi 2025. Ketujuh, juara 1 ASEAN Geo-Smart Competition 2025. Delapan, meraih medali emas Internasional Kangaroo Linguitic Competition 2025. Sembilan, meraih medali perak Kompetisi Sains Ruangguru 2025. Sepuluh, meraih tes tertulis terbaik OGG FITB ITB Geografi 2025. Sebelas, meraih multimedia terbaik OGG FITB ITB Geografi 2025. Duabelas, meraih tes analisis dan peta buta terbaik ASEAN Geo-Smart Competition 2025.

Rafif Adinata Ramadhan merupakan anak pertama pasangan Dedi Harianto dengan Farida Rangkuti yang lahir 7 Juni 2008. Orang tuanya Dedi Harianto sangat senang anaknya lulus. ’’Alhamdulillah, kami orang tua begitu senang dan bahagia dengan kelulusan ananda Rafif di NTU dan NUS,’’ ujar Dedi.

‘’Saat ini kami sedang menunggu ajakan wawancara beasiswa. Jadi kami mohon doa semoga anak kami segera mendapatkan beasiswa sehingga dapat melanjutkan perkuliahan di salah satu universitas tersebut,’’ tambahnya.(das)

Laporan HERIANTO BASERAH

 

Editor : Arif Oktafian
#Rafif Adinata Ramadhan #University New Zealand #man 1 pekanbaru