PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Anak-anak tampil mengenakan beragam pakaian warna-warni. Ada yang sibuk berbaris bersama guru, ada pula yang antusias menunjukkan penampilan mereka di hadapan para tamu dan orang tua. Riuh tepuk tangan dan sorak dukungan membuat suasana kegiatan berlangsung hangat dan meriah.
Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Pekanbaru itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional 2026. Acara dibuka langsung oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM didampingi Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pekanbaru, Sulastri Agung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Alek Kurniawan, Ketua IGTKI Kota Pekanbaru Sri Megawati, serta para orang tua peserta didik.
Di tengah kemeriahan acara, Wako Agung menyebut bahwa masa depan Kota Pekanbaru tercermin dari semangat dan keberanian anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut. ”Masa depan Pekanbaru ada di senyum dan keberanian anak-anak ini. Ramai sekali suasana Gebyar TK bersempena dengan Hari Kartini dan Hardiknas,” ujar Wako.
Menurutnya, momentum Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat pentingnya membangun semangat belajar sejak usia dini. Ia menilai keberanian anak-anak untuk tampil dan berekspresi menjadi tanda positif perkembangan pendidikan anak usia dini di Kota Pekanbaru.
”Kita ingin semangat belajar dan pantang menyerah sudah tertanam sejak mereka masih di taman kanak-kanak. Saya senang melihat anak-anak kita sekarang sudah makin berani tampil dan berekspresi,” katanya.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Wako, akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap pendidikan anak usia dini, termasuk pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh kecamatan. ”Pemerintah Kota akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal untuk fasilitas pendidikan anak usia dini agar kualitasnya semakin merata di seluruh kecamatan,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wako juga menyampaikan apresiasi kepada IGTKI Kota Pekanbaru yang selama ini aktif bersinergi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.
Ia menyebut berbagai kegiatan yang dilaksanakan IGTKI menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya PAUD dan TK yang berkualitas di Pekanbaru.
”Alhamdulillah, gagasan demi gagasan selalu diluncurkan oleh teman-teman di IGTKI Kota Pekanbaru. IGTKI Pekanbaru luar biasa, setiap tahunnya ini selalu mendapatkan juara di acara tingkat Provinsi Riau dan selalu mengharumkan nama Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Menurut Agung, berbagai prestasi yang diraih tidak terlepas dari kekompakan guru dan dukungan para orang tua murid. ”Ini tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh orang tua peserta didik dan seluruh guru yang selalu kompak untuk menyukseskan apapun acara Pemerintah Kota Pekanbaru yang tentu sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tambahnya.
Selain menyoroti pendidikan dan kreativitas anak, Wako Agung juga menitipkan pesan khusus kepada para guru TK dan PAUD agar terus membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Menurutnya, perubahan perilaku akan lebih mudah ditanamkan ketika anak masih berada pada usia awal pendidikan dibanding saat sudah dewasa.
”Merubah kebiasaan, merubah paradigma maupun pemikiran, tidak gampang ketika kita sudah beranjak dewasa. Tapi perubahan itu lebih mudah dilakukan, membiasakannya dari usia PAUD,” tegasnya.
Ia berharap para guru dan orang tua dapat bersama-sama membangun kepedulian anak terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sekitar.
Baca Juga: Tempat Belajar dan Maju Bersama
”Untuk itu, kami menitipkan kepada seluruh guru TK dan PAUD dan juga orang tua, bagaimana tentu anak-anak kita lebih peduli dengan lingkungan, alam, dan kebiasaan yang baik,” ucapnya.
Wako menilai kebiasaan kecil tersebut memiliki dampak besar bagi masa depan kota, termasuk dalam menjaga lingkungan dan mengurangi persoalan banjir akibat sampah.
”Anak-anak yang tertib membuang sampah, memilah sampah, ini juga tentu bermanfaat untuk menjaga hidupnya. Jika alam, lingkungan dijaga, maka alam akan menjaga kita,” tutupnya.
Di akhir kegiatan, anak-anak tetap terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Sebagian sibuk berfoto bersama guru dan orang tua, sementara yang lain masih bermain dan bercengkerama di sekitar lokasi. Di tengah suasana yang riuh dan sederhana itu, terselip harapan tentang generasi Pekanbaru yang tumbuh percaya diri, peduli lingkungan, dan terbiasa belajar sejak usia dini.***
Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian