Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hobi yang Jadi Cuan dan Menginspirasi, Budidaya Anggur Beragam Varietas di Paritbaru Kota Siak 

Monang Lubis • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:43 WIB
Suherman, warga Paritbaru, Desa Langkai, Kecamatan Siak, menunjukkan jenis-jenis buah anggur yang ada di kebun samping rumahnya, Kamis (21/5/2025) petang. (Monang Lubis)
Suherman, warga Paritbaru, Desa Langkai, Kecamatan Siak, menunjukkan jenis-jenis buah anggur yang ada di kebun samping rumahnya, Kamis (21/5/2025) petang. (Monang Lubis)

Renyahnya anggur sansekerta dan harumnya jupiter kini bisa ditemukan di kebun anggur milik Suherman, warga Paritbaru, Desa Langkai, Kecamatan Siak, Siak Kota.

Laporan MONANG LUBIS, Siak

SUHERMAN memulainya dari hobi, dia membudidayakan beberapa jenis anggur sejak 5-6 tahun lalu. Hasilnya hanya dinikmati keluarganya saja. Kini dia mulai menuai hasil dari kerja kerasnya.

Baca Juga: Kadisdukcapil Siak Indra Maryanto Gunakan Sepeda ke Kantor, Mobil Dinas jika Turun ke Desa-Desa

Belakangan video dan foto-foto tentang ranumnya buah anggur hasil tangan dingin Suherman menjadi pembicaraan di media sosial dan warung kopi.

Belum saatnya dipanen, warga sudah sibuk hendak membeli. Suherman belum menjualnya. Menurutnya baru akan dipanen pada Juni ini. Akhirnya, warga hanya bisa berfoto di rindangnya pohon anggur dengan buah yang menjuntai dengan beragam jenis dan varian rasa. Ada shine muscat, tamaki, jupiter, sansekerta, baikonur dan heliodor.

Suherman mempersilakan Riaupos.co memetik dua tangkai anggur, jenis sansekerta dan jupiter, sambil mengangsurkan gunting kecil. "Silakan dicoba," kata Suherman, sambil menunjuk jupiter yang disukai anak anak.

Sansekerta lebih besar besar dan sangat renyah. Berbeda jauh cita rasanya dengan yang ada di pasaran. Meski berbiji, namun tak menghalangi kenikmatannya saat dikunyah, benar-benar fresh karena memang baru dipetik. 

Baca Juga: Wabup Pimpin Rakor Penanganan Wabah Lalat yang Bersumber dari Kandang Ayam

Sedangkan jupiter, terasa lembut dan harum di mulut. "Inikan buah yang hidup di dataran tinggi, tapi jika tekun merawatnya, bisa hidup dan berbuah di dataran rendah seperti Siak ini," jelas Suherman.

Satu pohon minimal bisa menghasilkan 5 sampai 10 kilogram, dan setahun bisa sampai 3 kali panen. "Dari panen pertama dan kedua harus ada jeda sebulan atau dua bulan, agar batang-batangnya mendapatkan nutrisi terlebih dahulu, baru dipersiapkan untuk kembali berbuah," terang Suherman.

Jika tanpa jeda, selain hasilnya tidak maksimal, pohon bisa kering dan mati karena dipaksa, sementara nutrisi yang didapatkannya belum maksimal.

Baca Juga: Bupati Anambas Ajak Masyarakat Dukung BRK Syariah, Apresiasi Komitmen CSR untuk Pelayanan dan Kebersihan Lingkungan

Budidaya anggur ini, memerlukan perawatan ekstra, harus mendapatkan sinar matahari, tapi tidak boleh kena sinar matahari langsung. Makanya dibuat green house seperti ini.

"Awalnya bibit dari Jogjakarta, harganya sampai Rp500 ribu. Sekarang kami di Siak sudah ada komunitas namanya Komunitas Pengangguran Siak," ungkap Suherman.

Melalui komunitas ini dan sering diskusi, untuk Siak saja ada tiga pembudidaya anggur, ada juga di Kecamatan Bungaraya. Anggur ini, ada batang primernya, sekunder dan tertier. Terhubung ke tanah dan besar ini, batang primer, sedangkan yang sekunder terhubung langsung ke batang tertier yang merambat ada buahnya ini.

Baca Juga: Raih Penghargaan, Disdukcapil Tetap Harus Tingkatkan Layanan

"Saya saat ini menggunakan sambung drafting, sambung sisip, dan sambung pucuk," jelas Suherman. Karena sudah tahu teknisnya, dan hasilnya terlihat, Suherman kini sedang membudidayakan anggur di samping kebunnya sendiri.

Kebun anggur yang dibangun di samping kebunnya itu, Suherman bekerja sama dengan Badan Usama Milik Kampung (BUMKam). "Kami membuat budidaya anggur untuk dijadikan agrowisata, bila perlu ada kafenya," kata Suherman.

Ada 24 batang pohon anggur dengan green house yang lebih luas kini terus dijaga dan dirawatnya. Jika ini sudah jadi, anak-anak sekolah bisa datang ke sini untuk belajar cara menanam dan membudidayakan anggur.

Baca Juga: Wabup Kampar Lantik 33 Pejabat dan Kepala Sekolah, Tekankan Profesionalisme ASN, Ini Nama-namanya

Atas kemampuannya, Suherman pernah juga diminta menjadi pembicara, menjelaskan tentang bagaimana teknis budidaya anggur ini. "Saya enggak bisa bicara di depan publik, jadi saya tolak. Saya bisa menjelaskan kalau ditanya seperti ini. Perbendaharaan kata saya belum banyak, mungkin saya perlu belajar lagi," terang Suherman.

Suherman tidak muluk-muluk, dia ingin ilmunya dapat bermanfaat untuk orang banyak, dan hasil kerja kerasnya ini dia dedikasikan untuk keluarga, yang telah mendukungnya saat merintis. 

Semua ada prosesnya, disebutkan Suherman, saat berproses jangan mudah menyerah, terus gali dan tekuni, insya Allah pada satu titik, akan ketemu selanya, buah dari ketekunan itu.

 

Editor : Rinaldi
#budidaya anggur #hobi jadi cuan #menginspirasi