Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kesehatan Menurun usai Wukuf, Tak Ada Pesan yang Terucap, Ratinis Abd Ghani, Jemaah Haji Kuantan Singingi Wafat di Makkah

Joko Susilo • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:28 WIB
Ratinis Abd Ghani. (JPG)
Ratinis Abd Ghani. (JPG)

 

Kabar duka datang dari Makkah. Satu orang Jemaah Haji (JH) asal Desa Seberang Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) atas nama Ratinis Abd Ghani (79) meninggal dunia, Senin (1/6) sekitar pukul 23.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Jemaah dengan nomor paspor X3668804 ini sempat menjalani perawatan beberapa hari di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah.

Laporan DESRIANDI CANDRA dan JOKO SUSILO, Telukkuantan dan Pekanbaru

RATINIS berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dari Masjid Agung Ar Raudha Telukkuantan pada 28 April 2026 lalu. Ratinis yang tergolong jemaah lanjut usia (lansia) berangkat didampingi salah seorang anaknya bernama Helfi Mastuti (55). Mereka tergabung dalam kloter 8 Riau. 

Sebelum wafat, kondisi kese­hatan Ratinis menurun usai menunaikan wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah atau pada 26 Mei 2026. Karena kesehatan te­rus menurun, Ratinis sempat dirawat di RS Jabal Rahmah selama tiga hari. Namun kemudian sejak 29 Mei 2026 lalu, ia dirujuk ke RS King Abdul Aziz sekitar empat hari. 

“Saya selalu mendampingi ibu. Tapi usai wukuf dan melaksanakan Salat Asar jamak, kondisi ibu menurun. Akhirnya dibawa ke klinik terdekat lalu ke RS Jabal Rahmah, dan terakhir di Rumah Sakit King Abdul Aziz. Senin (1/6) sekitar pukul 23.45 Waktu Arab Saudi, yang Maha Kuasa memanggil ibu pulang,” ujar Helfi di Makkah saat dihubungi Riau Pos, Selasa (2/6). 

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Pekanbaru; Umat Buddha Jalani Ritual Mandi Buddha Rupang

Helfi Mastuti, sempat bertemu dengan ibunya, Senin (1/6) pukul 14.00 WAS di RS King Abdul Aziz. Saat itu, kondisi ibunya sadar tetapi tidak mampu berkata-kata. Tak ada satu ucapan kata yang keluar dari mulut ibunya saat itu. 

Helfi hanya bisa melihat ibunya yang dipasangkan selang di bagian leher untuk membantu pernapasan ibunya oleh dokter karena melalui ventilator tidak bisa. Sementara ibunya mengalami sesak napas. “Itulah terakhir saya bertemu ibu. Tak ada pesan satu kata pun,” ujarnya. 

Usai Salat Subuh berjemaah di Masjidilharam, Selasa (2/6), jenazah Ratinis langsung disalatkan dan dibawa oleh bagian pengurusan jenazah Pemerintah Arab Saudi. Helfi tak bisa ikut mengantar ke pemakaman karena aturan yang melarang di Arab Saudi. “Tetapi sebelum ibu dibawa untuk dimakamkan, pengurus jenazah Arab Saudi memanggil saya dan mengizinkan untuk melihat satu kali untuk terakhir kalinya,” paparnya. 

Baca Juga: Kopi Liberika Meranti, Harta Aromatik Tanah Gambut Diproyeksikan Jadi Kopi Unggulan Masa Depan

Dia dan ibunya, lanjut Helfi, mendaftar berangkat ibadah haji pada Januari 2013 lalu. Selain biaya keberangkatan dibantu anak dan cucunya, sebagian biaya haji dibayar langsung oleh ibunya dari hasil tabungannya, termasuk biaya pendaftaran.

Ia memang berniat berangkat menunaikan ibadah haji bersama ibunya. Sebagai seorang anak, Helfi merasa sedih karena ibunya pergi dan takkan pernah pulang kembali bersama ke kampung halaman untuk berkumpul bersama anak-anak dan cucu-cucu. 

Ibunya memang sangat bersemangat berangkat haji. Saat di kampung halaman, meski ibunya punya riwayat tekanan darah tinggi dan sesak napas, tetapi dia sehat dan rajin kontrol. “Allah memanggil ibu pulang di Tanah Suci Makkah. Kami ikhlas karena itu kehendak Allah SWT. Semoga ibu mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” paparnya.

Soal lokasi pemakaman, Helfi tidak tahu persis. Namun sebelum jenazah ibunya dibawa, ia diberi tahu kalau lokasi pemakamannya sekitar 5 kilometer (km) dari jarak Hotel jemaah haji Kuansing saat ini, yakni di Tilal Alghadeer. 

Baca Juga: Israel Memperlakukan Kami seperti Hewan, 9 WNI yang Diculik Israel Tiba di Tanah Air

Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan R Natalia Dedetuwitri yang dihubungi membenar kabar duka ini. Ia mengatakanm, selama di Makkah, kondisi Ratinis memang kurang sehat. Dia juga memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan sesak napas. 

“Ini juga menjadi duka yang mendalam bagi jajaran Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah) Kuansing, jemaah haji dan masyarakat Kunsing. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah,” ujar Kepala Kantor (Kakan) Kemenhaj Kuansing, H Armadis.

Jemaah Haji Kuansing, lanjut Armadis, direncanakan pulang ke tanah air pada 9 Juni 2026 dari Jedah menuju Embarkasi Batam. Pada 0 Juni 2026, sekitar pukul 11.40 WIB berangkat dari Debarkasi Haji Batam ke Pekanbaru. Diperkirakan sampai pukul 12.40 WIB. 

Kemudian jemaah berangkat dari Pekanbaru pada tanggal yang sama usai Salat Zuhur menggunakan bus yang disiapkan Pemkab Kuansing. Jemaah diperkirakan sampai di Telukkuantan sekitar pukul 17.00 WIB. “Dan jemaah sama-sama akan disambut di Masjid Agung Ar Raudha Telukkuantan,” kata Armadis. 

Ketua Kloter BTH 8 Muhtar Aspari menyampaikan, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat sejumlah komplikasi kesehatan yakni sumbatan jantung, infeksi berat, serta kelainan irama jantung. “Ibu Ratinis dimakamkan di pemakaman daerah Syaraya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Makkah,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Riau Defizon menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. “Saya atas nama pribadi maupun instansi turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Defizon menjelaskan bahwa almarhumah telah menuntaskan rangkaian ibadah hajinya sebelum wafat. “Pemerintah akan tetap memenuhi dan menyelesaikan seluruh hak-hak jemaah sebagaimana ketentuan yang berlaku. Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau akan membantu proses penyelesaian hak-hak almarhumah tersebut,” jelasnya.

Dengan wafatnya Ratinis Abd Ghani, maka hingga saat ini tercatat delapan jemaah haji asal Riau yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Rinciannya, satu orang wafat di Madinah, empat orang di Makkah, dua orang di Embarkasi Haji Batam, dan satu orang di daerah sebelum keberangkatan.

Adapun jemaah yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji  adalah Dawanus Mahmud Muhammad (jemaah BTH 5 wafat di Madinah), Marati Kasmuri Usman (jemaah BTH 9 dari Bengkalis wafat di Makkah), Baharuddin Sidi Biditek (jemaah BTH 10 asal Pekanbaru wafat di Makkah), Zul Kanedi (jemaah BTH 18, wafat di Makkah), Ratinis Abd Ghani (jemaah BTH 8 asal Kuantan Singingi, wafat di Makkah), Azhari Hasan Ahmad (jemaah BTH 5 dari Kampar, wafat di Batam), Meri Aganmar (jemaah BTH 4, wafat di Batam), dan  Ngadiem Arjo Wiyono (jemaah BTH 8 asal Kuansing, wafat di Telukkuantan).(das)

Editor : Arif Oktafian
#jemaah haji kuansing #jemaah haji #kabar duka