Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Haru Kepsek SDN 168 Dibangunkan WC, Ruang Kelas Baru dan Diberi Laptop Siswa, Wako Agung Bawa Ketua Komisi VI DPR-RI Turun ke Pekanbaru

M Ali Nurman • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:57 WIB
Landriani Kepsek SDN 168 berdialog langsung dengan Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade, Jumat (19/6/2026) lalu. Andre Rosiade dibawa oleh Wako Pekanbaru Agung Nugroho berkunjung ke sekolah tersebut. (M Ali Nurman/Riaupos.co)
Landriani Kepsek SDN 168 berdialog langsung dengan Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade, Jumat (19/6/2026) lalu. Andre Rosiade dibawa oleh Wako Pekanbaru Agung Nugroho berkunjung ke sekolah tersebut. (M Ali Nurman/Riaupos.co)

 
RAUT wajah Landriani Nurdin tak mampu menyembunyikan perasaannya. Di tengah kerumunan guru, orang tua murid, dan jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 168 Pekanbaru itu menyampaikan kondisi sekolah yang dipimpinnya.

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Namun ketika satu per satu kebutuhan sekolah yang selama bertahun-tahun diperjuangkannya langsung disanggupi di tempat, air mata haru akhirnya jatuh dari pelupuk matanya.

Baca Juga: Terimakasih Wako Pekanbaru, LPS Ikut Partisipasi Talam Durian 1 Km

Momen mengharukan itu terjadi saat Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho membawa Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengunjungi SDN 168 Pekanbaru di Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (19/6/2026) pekan lalu. 

Kunjungan tersebut dilakukan usai meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di kawasan tersebut.

Di hadapan ratusan warga dan para guru, Agung Nugroho sengaja meminta Kepala SDN 168 menyampaikan secara langsung apa saja kebutuhan sekolah yang selama ini belum terpenuhi.

Baca Juga: SPMB SMP 2026 Pekanbaru Gunakan Pemetaan Zona Baru, Disdik Minta Orang Tua Pelajari Sekolah Tujuan Sejak Dini

Menurut Agung, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah favorit di kawasan Payung Sekaki. Namun di balik tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sana, masih terdapat sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian serius.

"Dan Pak Andre, ini adalah sekolah 168. Karena ini adalah sekolah yang juga merupakan sekolah favorit di wilayah sini Pak Andre. Tapi kita tahu misalnya ada WC yang masih belum baik Pak Andre, ada lagi nanti lantai dan atap sekolah, maupun juga komputer dan lain-lainnya untuk anak-anak sekolah. Kami berharap dengan kekuasaan maupun dengan wewenang Pak Andre, nanti kami minta Ibu kepala sekolah untuk dapat langsung menyampaikan," ujar Agung.

Sebelum itu, Agung juga menyampaikan berbagai program pendidikan yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Ketika Para Bintang Tak Mampu Selamatkan Turki

Ia memastikan pemerintah kota telah menyiapkan anggaran untuk penyediaan seragam sekolah gratis lengkap dengan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga tidak mampu. "Bantuan tersebut tidak hanya berpatokan pada data administratif, tetapi juga akan diverifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran,' tegasnya.

Usai mendapat kesempatan berbicara, Landriani maju ke depan. Dengan suara tenang, ia mulai menjelaskan kondisi sekolah yang selama ini menjadi persoalan utama. Ia mengungkapkan bahwa toilet sekolah saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan yang berdiri di atas lahan gambut dan rawa membuat pondasi terus mengalami penurunan.

Berbagai upaya perbaikan telah dilakukan. Namun kerusakan terus berulang hingga bangunan menjadi miring dan tidak lagi layak digunakan. "Kalau untuk sekolah, izin saya menyampaikan kondisinya yang saat ini adalah toilet yang kami urgent sekarang, Pak. Kondisi toilet itu kami sudah berusaha membenahi karena kondisi tanahnya yang gambut dan rawa, jadi dibenahi pun dia turun lagi, Pak. Dan kemarin sempat sudah bobrok dan sudah miring kondisinya. Memang tidak layak lagi untuk digunakan," ujarnya.

Baca Juga: Siapkan TPS Baru Antisipasi Ledakan Sampah

Tak hanya toilet, ia juga menjelaskan kondisi ruang guru yang mengalami masalah serupa.
Lantai bangunan terus turun meski telah beberapa kali diperbaiki. Kondisi itu membuat ruang guru tidak lagi nyaman digunakan dan membutuhkan pembangunan baru.

"Yang kedua, yaitu kami saat ini memiliki ruang guru, ruang majelis guru itu yang sudah kami semen pun itu tidak bisa lagi, Pak, karena sudah turun ke bawah. Jadi ruang guru yang posisinya pas di depan kita ini, itu sudah tidak layak lagi untuk memang dibuat bangunan baru," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Andre Rosiade langsung meminta informasi mengenai jadwal masuk sekolah setelah libur tahun ajaran. Ketika mengetahui siswa akan kembali belajar pada 13 Juli mendatang, Andre langsung memberikan jawaban yang membuat suasana berubah menjadi riuh tepuk tangan. "13 Juli. Oke. Besok hari Senin saya minta ada yang kerja. Insyaallah toilet sama ruang guru saya perbaiki," tegas Andre.

Baca Juga: RS Awal Bros Group Ajak Masyarakat Riau Deteksi Katarak sejak Dini

Belum selesai sampai di situ, Landriani kembali menjelaskan bahwa terdapat dua ruang kelas yang juga mengalami penurunan bangunan dan membutuhkan perhatian segera. Andre kembali memberikan respons cepat. "Boleh, tenang. Pokoknya, Bu, Senin sudah ada yang. Saya, Pekanbaru depan kita mulai kerjakan," ujarnya.

Tepuk tangan kembali menggema di halaman sekolah. Di tengah suasana haru tersebut, Landriani masih menyampaikan kebutuhan lain yang selama ini menjadi kendala sekolah, yakni keterbatasan laptop dan komputer untuk pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Menurutnya, jumlah perangkat yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan sehingga pelaksanaan asesmen harus dilakukan hingga tiga sesi. "Untuk AKM kami selalu kurang murid 30, kami ada tiga sesi. Jadi saat ini kami masih, orang sudah satu sampai dua, kami masih tiga sesinya," ungkapnya.

Baca Juga: Wisuda Ke-II Ma’had Qur’an At-Taysir, 17 Santri Resmi Diwisuda dan Diteguhkan sebagai Ahlul Qur’an

Andre kembali merespons positif permintaan tersebut. "Oke, untuk laptop, kasih saya waktu, nanti kita koordinasi Pak Agung, saya cariin laptop untuk sekolah sini," katanya.

Saat Landriani kembali menambahkan kebutuhan komputer untuk sekolah, Andre kembali memastikan bantuan akan diberikan.
"Oke, tenang Bu. Insyaallah ada yang nyumbang, tenang aja Ibu," ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Mendengar seluruh kebutuhan sekolah yang selama ini diperjuangkannya langsung mendapat kepastian bantuan, Landriani tak kuasa menahan rasa harunya.

Baca Juga: Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Lokal Kota Dumai, Membaca Dumai dari Tulisan Budaya Lokal

Dengan suara bergetar, ia mengaku tidak menyangka perjuangan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya menemukan jalan keluar. "Alhamdulillah. Saya bingung mau... Artinya saya enggak tahu mimpi apa. Selama ini tiga tahun saya berjalan di sini, dua tahun kedua saya sudah mengupayakan untuk sekolah. Alhamdulillah itu dapat dengan kedatangan Bapak di sini," ucapnya.

Air mata terlihat menetes ketika ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir.
Ia bahkan menyatakan rela mengorbankan waktu libur sekolah demi mengawal proses pembangunan fasilitas yang dijanjikan.
"Senin ini ya, Pak? Biarlah saya rela tidak libur, Pak, demi sekolah saya bagus. Karena kita sudah mau liburan ini, Pak," katanya.

Landriani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadikan sekolahnya beberapa kali menjadi lokasi kunjungan penting. Menurutnya, kehadiran program tersebut turut membawa perhatian lebih besar terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.

Baca Juga: Letto Obati Ruang Rindu Masyarakat Pekanbaru

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Alek Kurniawan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Andre Rosiade kepada dunia pendidikan di Kota Pekanbaru.

Menurut Alek, bantuan pembangunan toilet, ruang kelas, serta dukungan perangkat komputer dan laptop merupakan kebutuhan nyata yang selama ini dibutuhkan sekolah.

"Pertama tentu mengucapkan terima kasih untuk Pak Andre Rosiade yang telah memberikan perhatian kepada Kota Pekanbaru, terutama di SDN 168. Beliau langsung memberikan bantuan perbaikan toilet, ruang kelas, komputer. Ini memang kita sangat butuhkan sehingga pendidikan kita lebih baik lagi," ujarnya.

Alek menambahkan bahwa perhatian terhadap fasilitas pendidikan sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: Glory Diduga Jual Satu Titik SPPG Rp100 Juta, Tersangka Keenam Kasus Korupsi MBG

"Ini juga merupakan upaya dari Bapak Presiden untuk bisa mencerdaskan anak bangsa," tutupnya. (*)

Editor : M. Erizal
#Wako pekanbaru agung nugroho #SDN 168 Pekanbaru #kepala sekolah