Akademi Como 1907 Larang Sundulan, Aturan Revolusioner untuk Lindungi Otak Pemain Muda

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:54 WIB
Raphael Varane. (jpg)
Raphael Varane. (jpg)

 

Como 1907 masuk dalam lima besar klub yang mencetak gol dari sundulan di Serie A musim lalu. Sepuluh dari 65 gol Como tercipta dari sundulan. Tetapi, itu tidak akan ditemui di akademi klub milik Djarum Group tersebut. 

Laporan JPG, Como

AKADEMI sepakbola Como 1907 mengeluarkan metode kepelatihan baru musim ini. Yakni, melarang para pemain muda melakukan latihan sundulan. Terutama para pemain yang usianya di bawah 10 tahun. 

Kebijakan tersebut dirancang untuk mengurangi benturan pada bagian kepala, mendukung perkembangan pemain, dan mendorong pengembangan teknik jangka panjang yang lebih baik. Raphael Varane yang duduk di Dewan Pelatihan Como 1907 punya andil besar di balik kebijakan tersebut.

Baca Juga: Dari Benang Menjadi Peluang Usaha, Merajut Jalan UMKM Meranti Naik Kelas

“Aku telah beberapa kali berbicara sebelumnya tentang perlunya menanggapi benturan kepala dengan serius dalam sepak bola dan juga kebutuhan mutlak untuk melindungi anak-anak kita,” ungkap Varane dilansir dari laman resmi klub.  

Mantan bek timnas Prancis itu menambahkan, aspek kesehatan biasanya kerap diabaikan pada kategori pemain usia muda. “Padahal, sangat penting mengurangi kontak yang tidak perlu pada usia termuda, saat otak masih berkembang, dan mengajarkan keterampilan dengan benar, langkah demi langkah, dengan kontrol yang tepat,” tutur Varane.  

Sundulan sejatinya tidak dihapuskan sama sekali di akademi Como, melainkan lebih di atur penerapannya. Di bawah 11 tahun, teknik heading diperkenalkan di bagian akhir musim itu pun dengan bola karet ringan. Pada usia U-12, maksimal sekali sebulan dilatih paling banyak lima sundulan per sesi. 

Baca Juga: Serasa Mimpi, Sangat Mencekam, dan Begitu Menakutkan, Cerita Hari Harianto, Warga Teluk Lanus, Siak yang Diserang Harimau 

 Sementara untuk usia di bawah 13 tahun, bisa maksimal sekali dalam sepekan. Itu pun maksimal lima sundulan per sesi. Dalam laga juga tidak boleh melakukan sundulan. Di level kelompok usia, bolanya tidak boleh terlalu kempes. 

“Membatasi sundulan pada usia termuda punya dampak besar dalam perkembangan pemain. Setelah itu, baru kami mengenalkannya secara terstruktur, dengan batasan yang jelas, sehingga pemain mempelajari teknik tersebut dengan hati-hati dan percaya diri,” kata Kepala Pengembangan Como 1907 Osian Roberts.(ren/dns/gem)

 

Editor : Arif Oktafian
akademi sepak bola Como 1907 raphael varane