Hampir tiga tahun lamanya, ratusan pedagang Pasar Wisata Pasar Bawah masih berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Pelabuhan Pelindo, Kecamatan Senapelan. Bangunan Pasar Wisata yang direvitalisasi tak kunjung selesai.
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Senapelan
SENAPELAN (RIAUPOS.CO) - MEMASUKI lokasi TPS Pasar Bawah yang tak jauh dari bangunan Pasar Bawah yang sedang direvitalisasi, kondisi miris langsung terlihat, Kamis (6/8). Kios-kios dari papan kayu itu catnya mulai memudar dan terlihat kusam karena dimakan waktu.
Hanya ada beberapa pengunjung yang terlihat memasuki lokasi TPS.
Menurut seorang pedagang Maria Tampubolon, sudah selama tiga tahun terakhir kondisi TPS sepi pengunjung. Tak hanya itu, sebagian besar pedagang juga sudah mulai mengalami gulung tikar.
Baca Juga: Akademi Como 1907 Larang Sundulan, Aturan Revolusioner untuk Lindungi Otak Pemain Muda
”Seperti inilah kondisi kami di sini. Sudahlah kios bayar sekarang, malah sepi dibandingkan saat jualan di bangunan pasar bawah dulu,” ucapnya.
Ia sangat berharap revitalisasi Pasar Bawah dapat segera tuntas sehingga bisa kembali berjualan di sana. ”Kalau bisa, cepatlah diselesaikan pembangunan Pasar Bawah. Bisa pindah kami ke dalam. Sudah tidak tahan kami di sini. Untuk bisa balik modal saja sudah susah,” katanya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Cindy. ”Bagaimana orang mau datang. Promosi tidak ada, perbaikan layanan di sini juga tidak ada. Belum lagi kalau siang panas pas hujan banjir. Tentu malas orang mau belanja. Kalau dapat selesaikan lah bangunan Pasar Bawah ini. Biar kami pindah lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Benang Menjadi Peluang Usaha, Merajut Jalan UMKM Meranti Naik Kelas
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sudah memberi ultimatum kepada pengelola Pasar Bawah. Menurutnya batas waktu surat peringatan kedua bagi PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) sebagai Pengelola Pasar Wisata Pasar Bawah, Kota Pekanbaru sudah berakhir Jumat (31/7) lalu.
Pihak penglola tidak hanya terancam mendapat surat peringatan ketiga, tapi juga terancam putus kontrak. Apalagi, pengelola belum bisa melanjutkan revitalisasi bangunan Pasar Bawah itu sejak 2023 silam dan baru mencapai 62 persen.
”Kalau sudah tidak sanggup diserahkan ke pemerintah, biar pemerintah saja melanjutkan. Itu kan mekanismenya,” ucapnya.
Ia menyebut pemerintah kota harus memgambil alih ketika pengelola tidak sanggup melanjutkan revitalisasi. ”Kita ingin ini selesai, kita harus ambil alih kalau memang sudah tidak sanggup. Pemerintah tentu berupaya mencari solusi yang terbaik. Kita akan lihat, apa pemerintah bisa mengambil alih atau seperti apa nantinya,” jelasnya.
Terpisah, saat tim Riau Pos mencoba mengkonfirmasi dan mendatangi kawasan proyek pasar bawah yang dibangun PT. Ali Akbar Sejahtera (AAS) tidak ada satu orang pun yang dapat ditemui. Pintu gerbang proyek terlihat tertutup rapat . Namun tidak terlihat adanya pekerjaan apapun di kawasan Pasar Bawah.***
Editor : Arif Oktafian