Selain ekskavator, Rico Putra Robertosyah juga menyerahkan mahar SUV GMW Tank 300, Honda Brio, motor Yamaha YZ125X, serta Vespa Primavera kepada Laella Nur Fadhillah. Semuanya ide Rico. Laella malah awalnya kaget karena menganggap terlalu banyak.
Laporan INTAN MAYLANI, Grobogan
KALAU Rico Putra Robertosyah memberikan sebuah ekskavator sebagai mahar kepada Laella Nur Fadhillah, itu sama sekali bukan karena ingin terlihat eksentrik. Atau biar jadi sorotan luas di berbagai platform.
Rico melakukannya semata karena ekskavator adalah bagian penting perjalanan hidupnya. Sejak 2022, pria 23 tahun itu berbisnis penyewaan alat berat yang dimulai dengan menyewa peralatan temannya.
“Jadi, ekskavator ini semacam simbol dari kemampuan dan hasil kerja keras yang selama ini saya jalani,” kata Rico yang membeli ekskavator pertamanya pada 2023 dan yang kedua dua tahun kemudian kepada Radar Kudus Grup Jawa Pos (RPG), Senin (10/8).
Baca Juga: Makin Sepi Pembeli, Pedagang TPS Pasar Wisata Pasar Bawah Harap Revitalisasi Segera Selesai
Tapi, meski tak ada niatan untuk mencuri perhatian, karena ekskavator “tak lazim” dijadikan mahar, tetap saja pernikahan yang berlangsung di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) pekan lalu itu ramai jadi sorotan. Apalagi, itu bukan satu-satunya mas kawin.
Kepada Laella, Rico juga menyerahkan SUV (sport utility vehicle) GWM Tank 300, Honda Brio, sepeda motor Yamaha YZ125X, serta Vespa Primavera sebagai mahar. Tak hanya alat berat dan kendaraan, perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi jati, mesin cuci, beserta perabotan rumah turut dipersembahkan.
Jika ditotal, nilai mahar tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar. Dan, semuanya bukan atas permintaan Laella. Semuanya ide Rico.
Baca Juga: Dari Benang Menjadi Peluang Usaha, Merajut Jalan UMKM Meranti Naik Kelas
Sebagaimana ekskavator, sebagian besar mahar memiliki keterkaitan dengan perjalanan hidup dan hobi anak pertama dari dua bersaudara itu. SUV GWM Tank 300 dan Yamaha YZ125X, misalnya, dipilih karena Rico memang menyukai mobil tersebut. Sedangkan Honda Brio Lemon nantinya akan dipakai sang istri untuk operasional sehari-hari.
Namun, tentu saja, menyiapkan mahar sebanyak itu tidak dilakukan dalam waktu singkat. Rico membelinya secara bertahap. Untuk ekskavator, pembelian dilakukan sekitar dua bulan sebelum pernikahan.
Sedangkan GWM Tank 300 dan Yamaha YZ125X sudah dibeli sekitar lima bulan sebelumnya. Honda Brio juga dipersiapkan secara bertahap.
Tabungan dan Bantuan Orang Tua
Untuk mewujudkan semua mahar tersebut, Rico mengandalkan tabungan pribadi dan bantuan orang tua. “Sekitar 70 persen berasal dari tabungan sendiri, sedangkan 30 persen lainnya bantuan dari orang tua,” imbuhnya.
Laella mengaku kaget ketika kali pertama mengetahui apa yang akan diberikan Rico. “Agak kaget sih, itu terlalu banyak. Tapi, bersyukur saja. Memang enggak pernah minta,” kata perempuan 20 tahun itu.
Sebelum akhirnya memutuskan menikah, Laella dan Rico hanya menjalani masa pendekatan sekitar dua bulan. Kisah mereka bermula dari perkenalan di media sosial pada November 2025. Dari sekadar saling mengenal, hubungan mereka menjadi semakin dekat.
Setelah merasa cocok, Rico mantap membawa hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. “Kayak sudah klik,” kata anak kepala desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan, itu.
Akhirnya, ikatan suci pernikahan itu disahkan dalam sebuah prosesi di rumah keluarga Laella. “Pesan untuk anak-anak muda, semangat, kerja keras. Kalau berumah tangga harus bertanggung jawab. Beri mahar sesuai kemampuan saja,” ungkap Rico.(*/ttg/jpg)
Editor : Arif Oktafian