Ratusan masyarakat Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sejak pagi sudah mulai memadati halaman dan ruang Balai Adat Desa Selunak menuju aula Kantor Camat Batang Peranap. Warga yang ada sudah dilengkapi kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengarak Tabak dari Balai Adat ke Aula Kantor Kecamatan Batang Peranap.
Laporan KASMEDI, Peranap
PERANAP (RIAUPOS.CO) - TIDAK itu saja, sejumlah warga juga rela ada berjalan kaki. Dimana, mengarak Tabak merupakan rangkaian peratama pada kegiatan prosesi budaya pernikahan warga di daerah itu.
Mengarak Tabak, yakni tradisi arak-arakan mengusung hiasan bertingkat dari bambu dan kayu yang dihiasi bunga kertas warna-warni serta diisi makanan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari helat festival budaya adat masyarakat Batang Peranap yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-22 Kecamatan Batang Peranap 2026. Bahkan, upaya masyarakat daerah itu untuk melestarikan budaya asli Batang Peranap,mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir,Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi
Bahkan ke depannya, budaya tersebut diharapkan dapat diselenggarakan setiap tahunannya sehingga dapat mengundang wisata lokal maupun manca negara.
Dimana, kegiatan festival budaya adat masyarakat Batang Peranap itu berupa tradisi Beghagak Tabak, Caca Inai, dan Makan Beradat. Sementara pelaksanaan festival budaya adat masyarakat Batang Peranap digelar sejak Selasa-Rabu (1-2/9).
Pada pelaksanaan festival budaya adat masyarakat Batang Peranap tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto SSos MSi dan Wabup Inhu, Ir H Hendrizal MSi.
Baca Juga: Bupati Siak Bermalam di Tenda, Bentuk Karakter Anggota Pramuka
Bahkan, kegiatan itu turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Inhu, Ajasri, Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI. Tidak itu saja, bupati juga memboyong seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Inhu.
Sementara dari pihak Kecamatan Batang Peranap, selain Camat Batang Peranap, Ping Astono SSos juga hadir para pemuka adat, pemuka masyarakat, anak kepenakan Datuk Danang Lelo serta ratusan warga daerah itu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Beghagak Tabak. Pada arak-arakan itu, Bupati, Wakil Bupati, bersama para pemuda adat dan masyarakat berjalan mengarak Tabak dari Balai Adat Desa Selunak menuju aula Kantor Camat Batang Peranap.
Baca Juga: Satu Sel Dibuat Tiga Tingkat, Musala pun Jadi Ruang Tahanan, Potret Lapas Kelas II B Telukkuantan
Setibanya di Aula Kantor Camat, acara dilanjutkan dengan pembacaan sinopsis adat hingga prosesi Caca Inai. Dimana pimpinan daerah dan tokoh adat memoleskan inai kepada pengantin.
Suasana kekeluargaan semakin terasa saat seluruh tamu undangan melaksanakan Makan Beradat, yaitu tradisi makan bersama yang sarat akan tata cara, etika, dan nilai-nilai luhur adat Melayu.
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kelestarian budaya masyarakat Batang Peranap dan berkomitmen untuk menyelenggarakan festival adat itu secara lebih meriah di masa mendatang.
Baca Juga: Dua Gajah Sumatera Kibarkan Bendera Merah Putih di Kasang Kulim Zoo pada HUT ke-81 RI
‘’Pemkab Inhu mendukung pelestarian festival budaya adat masyarakat Batang Peranap. Pelaksanaan festival sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang ada,’’ sebut Ade Agus Hartanto.
Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap festival budaya adat masyarakat Batang Peranap, bupati bersama Wabup dan rombongan akan melakukan kunjungan kerja selama dua hari di benerapa desa di Kecamatan Batang Peranap, kunjungan kerja itu dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi serta keluh kesah masyarakat di berbagai desa.
Di sisi lain, Bupati memaparkan mengenai komitmen pembangunan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa Pemkab Inhu terus berupaya merealisasikan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya sektor infrastruktur jalan.
Baca Juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Dusun Mungkal Siak Masih Terisolir Tanpa Listrik dan Air Bersih
‘’Target pembangunan bukan sekadar janji, tetapi harus kita wujudkan. Meskipun saat ini kita menghadapi keterbatasan transfer ke daerah (TKD), kami memohon doa dan dukungan agar kondisi keuangan daerah segera membaik. Sehingga prioritas pembangunan dapat terealisasi secara maksimal,’’ ujar Bupati.***
Editor : Arif Oktafian