Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus melakukan pembenahan drainase sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan.
Laporan M ALI NURMAN, Marpoyan Damai
MARPOYAN DAMAI (RIAUPOS.CO) - Salah satu titik yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru adalah Jalan Paus di Kecamatan Marpoyan Damai yang saat ini tengah dilakukan pembangunan drainase dengan anggaran sekitar Rp4 miliar sepanjang 366 meter.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung pekerjaan drainase tersebut, Selasa (1/9) pagi. Peninjauan dilakukan untuk melihat progres pekerjaan sekaligus kondisi saluran air yang selama ini menjadi salah satu persoalan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Rela Jalan Kaki Demi Mengarak Tabak, Melihat Festival Budaya Adat Masyarakat Batang Peranap
Dalam peninjauan itu, Wako didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah. Wako memulai pengecekan dari kawasan persimpangan Jalan Paus dengan Jalan Arifin Achmad.
Dengan berjalan kaki, Agung menyusuri ruas Jalan Paus. Di salah satu sisi jalan tampak drainase telah digali dan sedang dalam proses pengerjaan. Sepanjang peninjauan, Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah menjelaskan kepada Wako mengenai kondisi pekerjaan maupun berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Usai meninjau pekerjaan, Wako mengatakan, membenahi saluran air di Kota Pekanbaru bukan pekerjaan mudah. Selain persoalan anggaran, pemerintah juga menghadapi kondisi drainase lama yang sudah mengalami berbagai perubahan sehingga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir,Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi
Ia menyebut, perbaikan jalan saat ini terus berjalan di berbagai titik. Namun, di tengah proses tersebut, pemko tidak meninggalkan program penanganan banjir melalui pembenahan sistem drainase.
”Saat ini kan kalau kita lihat bahwa jalan-jalan di Pekanbaru ini sudah mulai diperbaiki. Namun kita juga tidak meninggalkan terkait prioritas kita menyelesaikan banjir,” sambungnya.
Agung kemudian mencontohkan persoalan yang ditemukan dalam pekerjaan drainase di Jalan Paus. Berdasarkan penelusuran tim Dinas PUPR di lapangan, ternyata di bawah kawasan tersebut sebelumnya telah terdapat saluran drainase.
Baca Juga: Bupati Siak Bermalam di Tenda, Bentuk Karakter Anggota Pramuka
Namun, saluran lama itu sudah tidak lagi berfungsi sebagai drainase. Saluran tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup dan bagian dalamnya telah dipenuhi material serta sampah yang membuat aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.
”Jalan Paus ini anggarannya Rp4 miliar, tapi di beberapa titik ini sudah sedang pelaksanaan semuanya terkait pembangunan drainase,” kata Wako.***
Editor : Arif Oktafian