Mulai dari alasan sibuk akan banyaknya kegiatan magang, lebih senang bekerja karena lebih menghasilkan uang dibanding mengerjakan skripsi, dan alasan lainnya.
Akan tetapi untuk alasan tertentu yang tidak bisa dihindari seperti masalah keluarga atau kesehatan mental, tidak apa-apa untuk mengambil istirahat sejenak dalam periode pengerjaan skripsi.
Akan tetapi, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Tidak perlu menulis skripsi luar biasa yang mengubah dunia, meski hal itu sangat bagus untuk rekam jejak akademik seorang mahasiswa. Berikut penulis sebutkan tiga tips anti menunda mengerjakan skripsi untuk diterapkan mahasiswa akhir.
1. Buka Skripsi Setiap Hari
Kontinuitas adalah salah satu kunci dalam menyelesaikan skripsi. Oleh karenanya, tips pertama dari penulis adalah untuk mahasiswa wajib membuka skripsi setiap hari. Baik di laptop, komputer, bahkan di telepon genggam kesayangan, skripsi tidak boleh luput dibuka barang satu hari pun.
Dalam membuka skripsi setiap hari pun mahasiswa tidak harus menulis berparagraf-paragraf. Mulai dari membaca satu-dua jurnal, menyusun kerangka tulisan, menulis sedikit kalimat, bahkan membaca ulang skripsi untuk memperbaiki kesalahan penulisan adalah boleh dilakukan.
Hal ini adalah untuk menjaga kontinuitas dan mengupayakan adanya kemajuan setiap harinya. Dengan membuka skripsi secara berulang, mahasiswa bisa menemukan bagian yang harus diperbaiki.
Hal yang sebelumnya tidak disadari sebelumnya, dapat terlihat ketika mahasiswa membuka skripsi tersebut setiap hari. Mulai dari kesalahan tanda baca sederhana sampai kalimat tidak masuk akal yang seringkali diketik mahasiswa ketika sudah larut dalam mengerjakan skripsi.
2. Pasang Pengingat
Tips kedua dari penulis untuk tidak menunda adalah pasang sebuah pengingat. Baik melalui pengingat bawaan dari perangkat, maupun aplikasi dan laman khusus untuk mengatur sebuah pengingat.
Di dalam setiap telepon genggam modern, terdapat fitur reminder yang dapat memasang pengingat yang dipersonalisasi. Pemasangan pengingat ini dapat disesuaikan dengan kebiasaan atau kegiatan kamu sehari-hari.
Sebagai contoh, kamu bisa memasang pengingat skripsi di jam 8 pagi, jam ketika kamu duduk di meja makan untuk sarapan. Sebagai orang yang memiliki kebiasaan menonton video di telepon genggam tiap makan, pengingat jam 8 pagi adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan pengingat tersebut.
Tidak ingin dibantu oleh aplikasi, kamu bisa menulis catatan singkat di kertas untuk ditempel di dekat tempat tidur untuk kamu lihat di depan mata tiap bangun tidur.
Selain untuk meningkatkan kontinuitas dalam skripsi, adanya pengingat ini akan senantiasa menanamkan alam bawah sadar kamu bahwa ada kewajiban yang harus diselesaikan. Sebagai contoh dengan adanya catatan tempel di sebelah tempat tidur kamu, hal pertama yang dilihat ketika bangun tidur adalah pengingat untuk skripsi.
3. Catat Kemajuan
Setelah melakukan dua poin diatas, penulis menyarankan untuk mencatat kemajuan sebagai poin terakhir tips anti menunda skripsi. Pencatatan kemajuan ini adalah untuk memantau langkah mana saja yang dilakukan dan mana yang belum dilakukan.
Anda bisa menuliskan kemajuan dalam bentuk bullet points, tabel, atau bentuk catatan lain yang disenangi. Pencatatan ini juga dapat dilakukan dalam bentuk catatan langsung di kertas, atau catatan daring seperti di Google Document, Notion, atau Trello.
Di samping pencatatan kemajuan, dapat juga dilakukan pencatatan rencana atau hal yang hendak dilakukan dalam penulisan skripsi. Hal ini bisa berupa poin-poin kerangka hingga jurnal mana yang sudah dibaca.
Ketiga poin di atas adalah penting untuk dilakukan sehingga skripsimu selalu ada kemajuan dan pada akhirnya selesai di waktu yang tepat. Membuka skripsi setiap hari, pemasangan pengingat dan pencatatan hal-hal penting mendorong mahasiswa untuk mengerjakan skripsi meski satu kalimat saja.
Sekali lagi, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Dosen pembimbing kamu juga pasti akan senang apabila salah satu mahasiswanya selesai skripsi tepat waktu.
Begitupun bagi mahasiswa, lulus bersama dengan teman-teman seangkatan adalah impian yang ingin dicapai oleh semua mahasiswa. Meski begitu, mengerjakan dengan jalur dan kecepatan masing-masing adalah hal yang sangat normal diantara manusia.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi