Bukan hanya itu, kelebihan mobil manual rata-rata berpendapat juga mempunyai "sensasi" tersendiri ketika melewati medan yang susah, bermanuver atau bahkan ekstrim. Dengan memainkan gigi transmisi, mobil manual memberikan sensasi tersendiri.
Meskipun banyak penggunanya namun tak sedikit juga dari mereka dalam saat keseharian pengoperasiannya kurang tepat. Pemilik perlu tahu bahwa dalam mengoperasikan transmisi manual sebuah mobil adalah, tata cara dan proses pemindahan posisi gigi.
Ini mempunyai cara tersendiri untuk mengoperasikan mobil manual dan bila salah, maka keausan atau kerusakan pada komponen-komponen transmisi akan cepat terjadi. Selain itu juga membahayakan keamanan berkendara.
Sebaiknya jangan pernah menurunkan gigi mobil sebelum kecepatan mobil berkurang. Karena hal tersebut akan membuat mobil tersendat dan membuat komponen pada mobil menjadi cepat rusak.
Perlu diperhatikan ada beberapa hal yang harus dipahami saat mengoperasikan transmisi manual. Pertama, pahami urutan posisi gigi transmisi dan kapan harus memindahkan gigi.
Saat melakukan pemindahan dari gigi posisi rendah ke posisi yang lebih tinggi, sebaiknya dilakukan ketika pengemudi ingin menambah kecepatan. Begitu juga sebaliknya, bila ingin menurunkan gigi kecepatan mobil harus diperlambat.
Karena keadaan tertentu, misalnya di kemacetan atau karena akan melintasi tanjakan, maka posisi gigi harus dipindahkan ke posisi yang lebih rendah.
Sebuah kesalahan yang sering dilakukan pengemudi mobil manual adalah saat menginjak pedal kopling sering tidak sampai dalam atau hanya tiga perempat saja ketika akan memindah posisi gigi.
Bahkan ketika selesai memindah gigi, langsung injak pedal gas dalam-dalam alias tancap gas. Cara ini bisa menyebabkan komponen transmisi rusak lebih cepat. Bahkan bisa terjadi selip, namun hal tersebut merupakan kesalahan yang sering terjadi dan tanpa disadari pengemudi.
Pentingnya cara pemindahan gigi yang benar, mulai dari injak pedal kopling, pemindahan tuas transmisi, hingga transisi laju kecepatan mobil dilakukan agar terjadi sinkronisasi antara kopling dan gas.
Bila hal tersebut dilakukan maka hal ini akan membuat perpindahan gigi terjadi halus. Sehingga bukan saja mobil awet, khususnya komponen transmisi, tapi juga lebih aman dan nyaman dalam berkendara.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi