JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami selebgram Cut Intan Nabila yang dilakukan suaminya Armor Toreador, menyita perhatian apa sebenarnya yang masuk dalam kategori KDRT.
KDRT bukan hanya tentang luka fisik yang terlihat; banyak jenis kekerasan lain yang dapat menghancurkan kesejahteraan mental dan emosional korban.
Banyak korban KDRT yang merasa terperangkap dalam siklus kekerasan, tidak hanya karena takut akan keselamatan mereka, tetapi juga karena ketidakpahaman terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang mereka alami.
Memahami berbagai jenis kekerasan dalam rumah tangga adalah langkah pertama untuk mengenali situasi berbahaya dan mencari bantuan yang diperlukan.
Untuk diketahui, inilah berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang sering kali diabaikan tetapi sama merusaknya dengan kekerasan fisik.
1. Kekerasan Verbal
Kekerasan verbal melibatkan penggunaan kata-kata kasar, penghinaan, atau ancaman untuk menakut-nakuti atau merendahkan pasangan.
Penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dapat menyebabkan kerusakan psikologis yang sama parahnya dengan kekerasan fisik.
2. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik adalah bentuk paling jelas dari kekerasan dalam rumah tangga dan melibatkan tindakan seperti memukul, menendang, atau menampar.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kekerasan fisik dapat menyebabkan cedera serius dan bahkan kematian.
3. Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual dalam rumah tangga meliputi pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan, termasuk pemerkosaan perkawinan.
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kekerasan seksual adalah salah satu bentuk pelecehan yang paling merusak, dengan konsekuensi serius bagi kesehatan fisik dan mental korban.
4. Kekerasan Psikologis
Kekerasan psikologis melibatkan pelecehan emosional, manipulasi, dan pengendalian mental.
Ini bisa termasuk penghinaan, ancaman, atau mengisolasi korban dari keluarga dan teman-teman.
American Psychological Association mencatat bahwa kekerasan psikologis dapat menyebabkan trauma emosional jangka panjang.
5. Kekerasan Ekonomi
Kekerasan ekonomi terjadi ketika pasangan mengontrol akses korban ke sumber daya keuangan, mencegah mereka untuk bekerja, atau mengendalikan semua keputusan keuangan.
Ini adalah cara untuk membuat korban bergantung secara finansial dan mengurangi kemampuan mereka untuk meninggalkan hubungan.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal