Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ayo Hadirkan Suasana Belajar yang Menyenangkan dan Stop Jadi Guru Membosankan, Coba 10 Cara Ini

Redaksi • Senin, 25 November 2024 | 09:43 WIB
Kak Fitri mengajarkan senam otak pada murid SDN Balerejo 1 Madiun
Kak Fitri mengajarkan senam otak pada murid SDN Balerejo 1 Madiun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Apakah Anda seorang pendidik? Maka jika jawabannya iya, Anda harus dapat menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini akan membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak didik.

Cobalah membuat senam otak sebagai teknik ice breaking. Senam otak terdiri dari rangkaian gerakan sederhana yang dirancang untuk merangsang kerja otak. Aktivitas ini membantu mengaktifkan koneksi antar bagian otak, meningkatkan fokus, serta mendukung kemampuan kognitif.

Kak Fitri, relawan pengajar Kelas Inspirasi Madiun 10, telah mempraktekkan ice breaking senam otak kepada murid SD sebelum menyampaikan materi tentang profesi content creator JawaPos.com. Ice breaking ini efektif membangun keakraban dengan murid, membuat anak didik menerima materi dengan antusias, suasana kelas lebih seru, dan siswa tidak cepat bosan.

Berikut 10 ide ice breaking untuk guru dengan senam otak untuk kelas lebih seru dilansir dari laman Footprintseducation dan Fastercapital, Ahad (24/11):

1. Lengan Berputar: Melatih Keterampilan Motorik
Gerakan lengan berputar melibatkan gerakan melingkar yang dilakukan oleh kedua lengan secara bersamaan. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kekuatan fisik tetapi juga memperbaiki koordinasi motorik halus.

Latihan ini merangsang aliran darah ke otak dan membantu meningkatkan fokus siswa. Dengan latihan ini, otak lebih siap untuk menerima informasi baru dan siswa merasa lebih bersemangat. Gerakan ini membantu siswa melepaskan ketegangan fisik yang terakumulasi selama belajar. Aktivitas ini sangat cocok digunakan sebelum memulai pelajaran yang menuntut konsentrasi tinggi.

2. Senam Tangan Kreatif: Sinkronkan Otak
Gerakan tangan kreatif melibatkan pola unik dengan menggunakan kedua tangan secara bergantian. Contohnya, tangan kanan menunjuk satu jari, sementara tangan kiri menunjukkan empat jari.

Setelah itu, kedua tangan digerakkan secara bergantian sebanyak 10 kali. Aktivitas ini dirancang untuk mensinkronkan otak dan tubuh secara simultan. Dengan pola-pola gerakan yang menantang, koordinasi antara otak kiri dan kanan semakin terlatih.

Latihan ini juga sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi siswa sebelum memulai pelajaran, merangsang kedua belahan otak agar bekerja lebih seimbang, sehingga suasana kelas menjadi lebih dinamis dan siswa merasa lebih segar serta siap menerima materi pelajaran.

3. Rotasi Bumi: Memperbaiki Postur
Gerakan ini melibatkan tangan yang berputar antara bibir dan pusar, memperbaiki orientasi tubuh siswa. Selain meningkatkan postur, latihan ini membantu meningkatkan kewaspadaan mental. Cocok sebelum aktivitas fisik yang membutuhkan koordinasi. Dengan postur yang baik, siswa lebih siap untuk belajar secara optimal.

Aktivitas ini juga membantu mengurangi kelelahan selama pembelajaran. Ini adalah latihan sederhana yang mendukung keseimbangan fisik dan mental siswa.

4. Lazy 8: Meningkatkan Konsentrasi
Gerakan Lazy 8 dilakukan dengan cara menggambar angka delapan horizontal di udara menggunakan tangan. Aktivitas ini membantu meningkatkan koordinasi antara otak kiri dan kanan, yang sangat penting untuk konsentrasi.

Dengan melakukan gerakan ini, siswa dapat mempertahankan fokus lebih lama selama belajar. Selain itu, latihan ini merangsang penglihatan, yang sangat bermanfaat dalam aktivitas membaca atau menulis. Gerakan Lazy 8 juga membantu sinkronisasi tubuh, sehingga siswa lebih siap menerima materi baru.

Latihan ini tidak memerlukan alat khusus, hanya gerakan tangan yang sederhana. Ini efektif dalam meningkatkan kesiapan mental siswa sebelum memulai pelajaran. Dengan demikian, Lazy 8 merupakan cara yang baik untuk memulai sesi belajar dengan lebih fokus dan terorganisir.

5. Pijat Jari Tangan: Mengurangi Stres
Gerakan pijat jari tangan melibatkan siswa untuk memijat setiap jari dengan lembut menggunakan ibu jari tangan lainnya. Aktivitas ini merangsang titik-titik akupresur di tangan yang membantu mengurangi stres dan kelelahan mental.

Latihan ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga membuat siswa merasa lebih segar dan siap belajar. Pijat jari tangan juga membantu melepaskan ketegangan yang terakumulasi selama pembelajaran.

Dengan melakukan gerakan ini, siswa merasa lebih fokus dan mampu menyerap materi dengan lebih baik. Aktivitas ini ideal dilakukan sebelum atau sesudah sesi pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

6. Coretan Ganda: Merangsang Kreativitas
Dalam aktivitas ini, siswa menggambar dua bentuk berbeda secara bersamaan dengan kedua tangan. Gerakan ini melatih kedua belahan otak agar bekerja lebih seimbang. Selain meningkatkan kreativitas, siswa juga memperbaiki koordinasi tangan dan mata. Hal ini mendorong fleksibilitas mental yang penting dalam menyelesaikan masalah.

Siswa yang terlatih dalam latihan ini cenderung lebih mudah menemukan ide baru dalam diskusi atau tugas. Aktivitas ini menggabungkan hiburan dan pengembangan kognitif.

7. Simbol X: Menenangkan Emosi
Gerakan ini melibatkan siswa menyilangkan tangan di depan dada sambil bernafas dalam-dalam. Latihan ini membantu menenangkan pikiran sekaligus merilekskan tubuh.

Dengan kondisi emosional yang lebih stabil, siswa lebih efektif dalam menyerap pelajaran. Gerakan ini juga meningkatkan rasa percaya diri karena menciptakan suasana tenang. Aktivitas ini sering digunakan untuk mengatasi rasa cemas atau tekanan dalam kelas. Dengan suasana yang mendukung, proses belajar menjadi lebih optimal.

8. Cross Crawl: Meningkatkan Koordinasi
Latihan Cross Crawl dilakukan dengan menyentuhkan siku kiri ke lutut kanan dan sebaliknya. Gerakan ini membantu memperkuat koneksi antara otak kiri dan kanan, meningkatkan koordinasi motorik.

Selain itu, aktivitas ini mendukung perkembangan motorik halus siswa. Latihan ini sangat berguna sebelum aktivitas yang membutuhkan fokus mental dan fisik. Dengan gerakan ini, siswa lebih siap menghadapi tantangan dalam pembelajaran. Ini juga membantu mereka merasa lebih energik dan terorganisasi.

9. Gerakan Mata Berputar: Memperbaiki Konsentrasi
Gerakan mata berputar mengharuskan siswa untuk memutar mata mereka dalam arah tertentu, baik searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam. Aktivitas ini merangsang otot-otot mata dan meningkatkan aliran darah ke bagian otak yang bertanggung jawab untuk penglihatan dan konsentrasi.

Latihan ini juga dapat memperbaiki ketajaman penglihatan dan meningkatkan kemampuan memusatkan perhatian pada materi pelajaran. Dengan melatih gerakan mata secara teratur, siswa bisa lebih fokus dan mengurangi gangguan visual.

Aktivitas ini sangat cocok dilakukan di awal kelas atau saat terjadi kelelahan mental. Gerakan ini memberikan dorongan energi dan kesiapan mental untuk mengikuti pembelajaran.

10. Tombol Otak: Meningkatkan Daya Ingat
Latihan ini melibatkan pemijatan lembut pada tulang klavikula atau pundak sambil melakukan pernapasan dalam. Gerakan ini meningkatkan aliran darah ke otak, yang membantu memperkuat daya ingat siswa.

Aktivitas ini sangat berguna sebelum ujian atau sesi pengulangan materi. Selain itu, latihan ini meningkatkan fokus sehingga siswa lebih siap menyerap pelajaran. Dengan otak yang lebih terstimulasi, siswa merasa lebih percaya diri menghadapi tantangan akademik. Ini adalah metode praktis untuk mempersiapkan siswa secara mental.

Menggabungkan senam otak dengan kegiatan belajar menciptakan suasana kelas yang produktif dan menyenangkan. Latihan-latihan sederhana ini bukan hanya membantu siswa lebih fokus, tetapi juga mendukung perkembangan kemampuan kognitif mereka.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#Suasana Belajar #anak didik #Senam Otak