JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Orang tua terkadang sering mengatakan beberapa hal yang tidak seharusnya didengarkan anak. Frasa yang dikatakan orang tua itu sering diulang-ulang dan dapat pula meninggalkan bekas luka.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Rabu (26/2), dikupas tujuh frasa umum yang diucapkan orangtua yang belum dewasa secara emosional tanpa menyadari betapa merusaknya frasa tersebut.
1. "Aku tidak punya waktu untuk omong kosongmu."
Ketika orang tua menganggap minat atau pertanyaan anak sebagai "omong kosong", anak akan segera belajar untuk tidak mau repot-repot berbagi di lain waktu. Itu memutuskan komunikasi dalam keluarga. Anak-anak dapat merasakan saat mereka menjadi prioritas rendah.
Mereka dapat menjadi takut untuk berbicara dalam hubungan atau di tempat kerja. Tidak ada orang tua yang menginginkan hal itu. Ya, mereka ingin anak-anak menghormati mereka. Namun rasa hormat tidak tumbuh dengan membungkamnya. Itu tumbuh dari membimbing mereka melalui pertanyaan-pertanyaan dan memungkinkan mereka membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia.
5. "Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti saudaramu?"
Perbandingan memang menyakitkan di usia berapa pun, tetapi perbandingan terutama dapat melukai anak yang mendambakan cinta dan persetujuan. Menurut NPR dan berbagai penelitian lainnya, hubungan saudara kandung yang mendukung meningkatkan kesejahteraan emosional.
Namun, seberapa besar dukungan yang dapat diberikan oleh saudara kandung jika mereka tumbuh dengan mendengar kalimat seperti, "Mengapa kamu tidak lebih seperti kakakmu?"
7. "Anda tidak akan pernah sukses jika terus melakukan hal itu."
Prediksi kasar tentang masa depan seorang anak bisa sangat menghancurkan. Saya pernah mendengar seorang ibu berkata kepada putranya bahwa jika dia tidak berhenti melamun, dia akan gagal dalam hidup.
Dia baru berusia sepuluh tahun. Anak-anak bereksperimen dan sedang mencoba banyak hal. Mereka belajar melalui coba-coba. Menakuti mereka dengan peringatan mengerikan seperti "Kamu tidak akan pernah bisa apa-apa" atau "Kamu akan gagal" justru lebih banyak ruginya daripada manfaatnya.
Pusat Anak-anak dan Remaja mencatat bahwa anak-anak akan berkembang pesat ketika usaha mereka diakui, bukan diberi label yang ekstrem.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi