Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kapan Nikah dan Pertanyaan Klise Lainnya saat Momen Lebaran, Begini Cara Menjawabnya Menurut Psikologi

Redaksi • Minggu, 30 Maret 2025 | 22:05 WIB

 

Ilustrasi, berkumpul keluarga saat momen lebaran.
Ilustrasi, berkumpul keluarga saat momen lebaran.

SURABAYA (RIAUPOS.CO) - "Kapan nikah?" atau "Kapan wisuda?" dan "Sudah berapa orang anggota (anak,red)?" menjadi pertanyaan klise yang kerap ditemukan saat momen kumpul keluarga pada lebaran. Eits, tidak perlu khawatir, sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu dapat dijawab dengan tenang menurut psikologi.

Walaupun bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut adalah basa-basi yang menjengkelkan. Namun, sepenuhnya jangan terlalu diambil pusing.

Sebab, menurut Psikolog Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana, desakan semacam ini dapat memicu rasa traumatis ketika seseorang menghadapi pertanyaan yang sudah membebaninya.

"Bisa saja, seseorang itu sedang berjuang dengan skripsinya. Ketika itu ditanya (Kapan wisuda) akan membangkitkan rasa tidak nyaman dan sedih," tutur Atika di Surabaya, Ahad (30/3/2025).

Lantas bagaimana cara menyikapi pertanyaan-pertanyaan pribadi dengan santai?

Atika menyebut ada dua cara untuk menyikapi emosi yang muncul saat mendapat pertanyaan menjengkelkan saat Lebaran.

Yakni dengan cara fight (melawan rasa itu), atau cara flight (melarikan diri).

Namun, cara melarikan diri, lanjut Atika, agaknya sulit dilakukan ketika momen Lebaran, di mana semua keluarga berkumpul.

"Maka mau tidak mau, kita harus fight dengan menyiapkan jawaban. Perlu dipertimbangkan apakah jawaban kita akan membuat lawan bicara tidak bertanya lebih lanjut atau justru bertanya semakin personal," imbuhnya.

Apabila pertanyaan yang diajukan masih membuat tidak nyaman, seseorang juga bisa melakukan teknik grounding untuk mengalihkan perasaan cemas melalui aktivitas panca indra, seperti olah napas, jalan-jalan, dan tidur.

 

Sebelum menghadiri acara sosial, penting bagi seseorang untuk mempersiapkan diri dan mengelola ekspektasi agar lebih siap menghadapi pertanyaan dan dapat merespons situasi dengan tenang dan terkontrol.

"Tidak semua pertanyaan harus kita jawab, kita perlu melihat juga siapa yang bertanya. Kita bisa menjawab dengan senyum atau dengan kata 'oke' untuk orang yang tidak terlalu kita kenal," tukas Atika.

Terakhir, ia menegaskan bahwa meskipun individu tidak bisa mengendalikan munculnya pertanyaan pribadi saat silaturahmi keluarga, mereka tetap memiliki kendali atas jawaban yang diberikan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Eka G Putra
#kapan nikah #momen lebaran #Menurut Psikologi #hari raya idulfitri