RIAUPOS.CO - Menyimpan daging kurban di lemari pendingin harus tahu batas waktunya. Kalau terlalu lama, kualitas daging menurun atau bahkan jadi sarang bakteri.
Setiap hari raya Iduladha, stok daging di rumah pasti melimpah. Jika ingin memasak, harus memahami penyimpanan daging kurban yang benar. Meski disimpan di dalam lemari es, ada hal-hal yang harus dimengerti agar tak salah simpah, khususnya mengenai batas waktu penyimpanan.
Simak 5 panduan menyimpan daging kurban di kulkas supaya daging tetap segar dan aman dikonsumsi.
1. Daging yang Disimpan di Freezer Lebih Tahan Lama dan Aman
Daging kurban yang cukup banyak paling aman disimpan di freezer karena batas waktunya cukup panjang.
Freezer yang memiliki suhu beku sekitar –18 derajat Celsius membuat daging utuh bisa tahan hingga delapan sampai dua belas bulan.
Jika menyimpan daging cincang, sebaiknya digunakan setelah disimpan selama tiga sampai empat bulan.
Namun, demikian, untuk jeroan seperti hati atau babat, masa simpannya lebih pendek, yaitu maksimal tiga bulan.
Sebelum disimpan, jangan mencuci dagingnya dulu, karena air justru bisa mempercepat pembusukan.
Agar kualitas daging tetap terjaga, pastikan daging dibungkus rapat dalam plastik kedap udara dan simpan dalam porsi kecil agar lebih mudah saat akan dimasak.
2. Daging yang disimpan di Chiller Maksimal 3–5 Hari Saja
Daging kurban yang akan dimasak, bisa Anda simpan di chiller (bagian kulkas bersuhu 0–4 derajat Celsius) boleh saja.
Tapi perlu diingat, daging mentah hanya bertahan selama tiga sampai lima hari saja di chiller. Lebih dari batas waktu itu, risiko pertumbuhan bakteri meningkat.
Jadi, kalau belum sempat diolah dalam rentang waktu itu, sebaiknya langsung pindahkan ke freezer.
Sebelum disimpan, jangan mencuci dagingnya dulu, karena air justru bisa mempercepat pembusukan.
Bungkus rapi dalam wadah tertutup atau plastik ziplock, lalu letakkan di rak terbawah kulkas agar cairan daging tidak menetes ke bahan makanan lain.
3. Jeroan Jangan Simpan di Chiller karena Lebih Cepat Rusak
Jeroan lebih mudah bau jika disimpan di chiller. Berbeda dengan daging, jeroan tidak bisa disimpan lama di chiller.
Kandungan air dan enzimnya lebih tinggi, membuatnya cepat bau dan berlendir. Jika disimpan di kulkas biasa, sebaiknya hanya satu hingga dua hari saja.
Jika tidak langsung diolah, lebih baik segera bekukan di freezer agar tidak terbuang sia-sia.
4. Daging yang Sudah Diolah Aman 3–4 Hari di Kulkas
Bagaimana dengan daging yang sudah diolah jadi rendang, semur, sup atau ragam hidangan lainnya?
Hidangan matang bisa disimpan di chiller selama tiga sampai empat hari. Namun, pastikan makanan sudah benar-benar dingin sebelum masuk kulkas, dan simpan dalam wadah tertutup agar tidak tercampur aromanya dengan makanan lainnya.
5. Hindari Pembekuan Kembali Daging yang Sudah Dicairkan
Beberapa hal penting yang wajib Anda perhatikan saat menyimpan daging kurban: selalu beri label tanggal simpan di tiap kemasan agar Anda tahu kapan harus segera dimasak.
Hindari membekukan kembali daging yang sudah dicairkan karena bisa merusak teksturnya dan memicu pertumbuhan bakteri.
Potong-potong daging dalam ukuran porsi masak harian sebelum disimpan di freezer. Ini akan memudahkan saat akan mengolahnya dan mencegah pemborosan.
Jika daging kurban disimpan dengan benar, Anda bisa menikmati stok daging kurban lebih lama tanpa khawatir mengolahnya dan tidak menghilangkan cita rasanya.
Editor : M. Erizal