Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Simak 10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pejalan Kaki, Salah Satunya Tidak Melakukan Pemanasan dan Pendinginan

Redaksi • Senin, 16 Juni 2025 | 08:23 WIB
Ilustrasi orang sedang olahraga.
Ilustrasi orang sedang olahraga.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Jalan kaki merupakan olahraga yang murah meriah bagi semua gologan masyarakat. Olahraga ini efektif untuk kesehatan kardiovaskular, manajemen berat badan dan pencernaan.

Terkadang, tanpa disadari beberapa kesalahan dilakukan. Kesalahan itu justru menguragi efektivitas rutinitas berjalan kaki mereka. Dilansir ndtv, berikut 10 kesalahan yang mungkin Anda lakukan saat berjalan kaki.

1. Tidak melakukan pemanasan atau pendinginan
Melakukan jalan cepat tanpa pemanasan dapat meningkatkan risiko kram atau ketegangan. Mulailah dengan perlahan selama 5 menit pertama dan lakukan pendinginan di akhir. Tambahkan peregangan ringan untuk menghindari kekakuan dan meningkatkan fleksibilitas.

2. Mengenakan alas kaki yang salah
Mengenakan sandal, sepatu datar, atau sepatu usang dapat membuat kaki dan persendian Anda tegang. Sepatu jalan yang baik harus memberikan bantalan, penyangga lengkungan, dan pegangan. Mengabaikan alas kaki yang tepat dapat memicu nyeri kaki, nyeri tulang kering, atau bahkan masalah lutut seiring waktu.

3. Menggunakan ponsel saat berjalan
Mengirim pesan teks atau menggulir layar saat berjalan dapat mengganggu postur dan kecepatan. Hal itu juga dapat mengalihkan perhatian Anda dari lingkungan sekitar sehingga meningkatkan risiko terjatuh atau cedera.

4. Postur berjalan yang salah
Membungkuk ke depan, menunduk, atau mengayunkan lengan terlalu kaku dapat membuat tulang belakang tegang dan mengurangi asupan oksigen. Jaga punggung tetap lurus, bahu rileks, dan pandangan lurus ke depan. Postur tubuh yang tepat bantu mencegah kelelahan dan meningkatkan pernapasan serta sirkulasi.

5. Melewatkan latihan kekuatan
Mengandalkan jalan kaki tanpa memperkuat otot dapat menyebabkan kebugaran tubuh menurun. Tambahkan gerakan sederhana seperti squat, lunge, atau latihan resistance band 2–3 kali sepekan untuk mendukung kesehatan sendi dan aktivitas metabolisme.

6. Jalan kaki setelah makan berat
Meskipun jalan santai setelah makan bantu pencernaan, berjalan cepat atau berjalan jauh segera setelah makan dapat menyebabkan kram atau gangguan pencernaan. Tunggu 20–30 menit setelah makan berat sebelum mulai berjalan, terutama jika jalannya lebih intens.

7. Berjalan terlalu lambat atau tanpa tujuan
Jalan-jalan santai memang menenangkan, tetapi mungkin tidak memberi manfaat yang Anda harapkan. Berjalan cepat dapat meningkatkan detak jantung dan daya tahan tubuh. Berusahalah untuk berjalan setidaknya 100 langkah per menit untuk mendapatkan manfaat kebugaran.

8. Mengabaikan kemiringan atau variasi medan
Selalu berjalan di jalan datar dapat membatasi peningkatan kebugaran. Termasuk lereng, tangga, atau medan yang berbeda bisa menantang tubuh, memperkuat otot, dan membakar lebih banyak kalori tanpa waktu tambahan.

9. Dehidrasi
Bahkan saat berjalan, dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, atau kram. Minumlah air putih sebelum dan sesudah berjalan, bawalah botol minum jika Anda berjalan selama lebih dari 30 menit.

10. Rutinitas tidak konsisten
Berjalan kaki sesekali tidak akan memberikan hasil yang berkelanjutan. Konsistensi adalah kuncinya. Jadikan ini kebiasaan sehari-hari, bahkan jalan kaki singkat pun penting. Tetapkan tujuan seperti berjalan kaki 5–6 hari sepekan selama minimal 30 menit untuk melihat peningkatan jangka panjang.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#alas kaki #jalan kaki #pemanasan #Olahraga 5 Menit