Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ada Retakan dan Benjolan, Ban Mobil Anda Wajib Diganti, Jangan Tunggu Lagi Jika Tak Mau Terjadi Kecelakaan

Redaksi • Senin, 9 Februari 2026 | 07:52 WIB
Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan.
Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ban kendaraan punya masa waktu untuk diganti. Jika sudah masuk masa penggantian segera lakukan, jangan tunggu lagi.

Ban yang terlihat masih baik terkadang juga tidak aman digunakan. Apalagi jika Anda sering melumat jarak jauh atau melintasi jalanan basah dan rusak. Makanya jangan anggap remeh kondisi ban mobil. Ban adalah bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan jalan.

Menunda ganti ban bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Ban yang sudah melewati batas pakai berisiko menyebabkan mobil selip, kehilangan kendali, bahkan pecah di tengah perjalanan.

Dirilis dari Jawapos.com, ada 7 hal penting yang menunjukkan ban mobil Anda sudah harus segera diganti seperti dirangkum dari laman berbagai sumber.

1. Muncul Retakan pada Ban
Retakan pada ban biasanya muncul karena usia sudah tua, sering terpapar panas, atau menggunakan ban yang sudah lama disimpan. Retakan kecil sekalipun menandakan karet ban mulai rapuh dan tidak lagi elastis.

Selain retak, ban yang lecet akibat gesekan dengan benda tajam atau jalan rusak juga sebaiknya segera diganti. Lecet bisa melemahkan lapisan ban dan membuatnya mudah pecah saat digunakan dalam kecepatan tinggi.

2. Muncul Benjolan pada Permukaan Ban
Salah satu tanda paling berbahaya adalah munculnya benjolan pada permukaan ban. Benjolan ini menandakan kawat penguat di dalam konstruksi ban sudah putus. Akibatnya, kekuatan ban untuk menahan tekanan udara menurun drastis dan berisiko pecah kapan saja.

Penyebab benjolan umumnya karena tekanan angin yang kurang dari standar atau sering menghantam lubang dan polisi tidur dengan keras. Jika kamu menemukan benjolan sekecil apa pun, jangan tunda—ban tersebut sudah tidak layak pakai dan sebaiknya segera diganti demi keselamatan.

3. Terlalu Banyak Tambalan
Ban mobil memang masih bisa ditambal jika terkena paku atau benda tajam. Namun, terlalu banyak tambalan akan menurunkan kekuatan struktur ban secara keseluruhan.

Untuk lubang kecil yang berdekatan, ban sebaiknya hanya ditambal maksimal tiga kali. Jika lubangnya berjauhan, batas aman sekitar enam tambalan. Lebih dari itu, risiko ban bocor atau pecah mendadak akan meningkat dan membahayakan perjalanan kamu.

4. Tapak Ban Melewati Batas TWI
Setiap ban mobil dilengkapi dengan Tread Wear Indicator (TWI) sebagai penanda batas keausan. Tanda ini biasanya berupa segitiga kecil di sisi ban atau tonjolan di sela-sela kembang ban.

Jika ketebalan tapak sudah sejajar atau menyentuh TWI, artinya ban kamu sudah aus dan daya cengkeramnya menurun drastis. Ban dengan tapak tipis sangat berbahaya saat digunakan di jalan basah karena bisa menyebabkan aquaplaning atau mobil tergelincir tanpa bisa dikendalikan.

5. Usia Ban Lebih dari 3 Tahun
Ban bukan hanya aus karena pemakaian, tapi juga karena usia. Meski mobil jarang digunakan, ban yang sudah berusia lebih dari tiga tahun tetap mengalami penurunan kualitas.

Material karet akan mengeras seiring waktu akibat paparan panas dan udara. Akibatnya, ban terasa kurang nyaman, lebih bising, dan lebih rentan retak. Jika kamu jarang memakai mobil sekalipun, ban yang sudah berumur sebaiknya tetap diganti.

6. Jarak Tempuh Lebih dari 40 Ribu Km
Selain melihat kondisi fisik, kamu juga perlu memperhatikan jarak tempuh pemakaian ban. Umumnya, ban mobil disarankan diganti setelah menempuh sekitar 40 ribu kilometer. Dengan rata-rata pemakaian 20 ribu km per tahun, ban biasanya perlu diganti setiap dua tahun.

Meski kembang ban masih terlihat cukup tebal, setelah jarak tempuh tersebut elastisitas karet ban akan menurun. Ban menjadi lebih keras dan kehilangan daya cengkeram, terutama saat melintasi jalan licin atau tergenang air.

7. Ban Sudah Terlihat Gundul
Ban gundul, meski hanya di bagian tengah atau sebagian permukaan, tetap berbahaya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tekanan angin yang tidak sesuai atau spooring yang bermasalah.

Kembang ban yang tidak rata membuat daya cengkeram ke aspal berkurang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jadi, jangan tertipu oleh bagian ban yang masih terlihat tebal, jika ada bagian yang gundul, ban sudah tidak aman digunakan.

Sumber: Jawapos.com

 

Editor : Rinaldi
#ada retakan #ban mobil #benjolan