JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Idulfitri sudah di depan mata. Sidang isbat untuk menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah akan dilakukan pemerintah pada Kamis 19 Maret 2026.
Saat hari raya, umat Muslim akan berbondong-bondong mendatangi masjid/lapangan untuk melakukan Salat Idulfiti. Namun ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum melaksanakan Salat Idulfitri.
Berikut tiga amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan Salat Idulfitri sebagaimana dijelaskan Ustadz Hengki Ferdiansyah dalam tulisannya yang merujuk pada penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab.
1. Mandi sebelum Salat Idulfitri
Mandi sebelum melaksanakan Salat Idulfitri dianjurkan karena pada hari raya umat Islam biasanya berkumpul dalam jumlah besar untuk melaksanakan ibadah. Amalan ini juga dilakukan oleh dua sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Ali bin Abu Thalib dan Abdullah bin Umar yang terbiasa mandi sebelum Salat Idulfitri.
Para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait waktu pelaksanaannya. Sebagian berpendapat mandi dilakukan setelah terbit fajar, sementara pendapat lain menyebutkan boleh dilakukan setelah pertengahan malam.
2. Memotong rambut dan kuku serta memakai wewangian
Amalan sunnah lainnya adalah memotong rambut dan kuku, membersihkan tubuh, serta memakai wewangian sebelum berangkat Salat Idulfitri. Hal ini bertujuan agar tubuh dalam kondisi bersih, rapi, dan wangi sehingga tidak mengganggu kenyamanan orang lain saat beribadah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memakai wewangian terbaik yang dimiliki pada hari raya.
3. Makan sebelum berangkat Salat Idulfitri
Amalan yang dianjurkan adalah makan sebelum berangkat menuju tempat Salat Idulfitri. Makanan yang disunnahkan untuk dikonsumsi salah satunya adalah kurma dengan jumlah ganjil.
Anjuran makan ini bahkan ditegaskan oleh Imam Syafii. Menurutnya, orang yang hendak melaksanakan Salat Idulfitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid.
Dalam kitab Al-Umm dijelaskan bahwa setiap orang yang ingin melaksanakan Salat Idulfitri dianjurkan untuk makan sebelum berangkat. Jika belum sempat makan di rumah, dianjurkan untuk makan dalam perjalanan atau saat tiba di masjid jika memungkinkan. Meski tidak berdosa jika tidak melakukannya, meninggalkan anjuran tersebut dinilai makruh.
Ustadz Hengki juga menjelaskan ketiga amalan sunnah tersebut memiliki hikmah tersendiri, salah satunya untuk menciptakan kenyamanan dan ketenteraman saat beribadah bersama.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah tersebut, suasana ibadah di hari kemenangan dapat terasa lebih khusyuk, nyaman, dan penuh keberkahan. Ingat Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum untuk menyempurnakan ibadah dengan adab dan amalan sunnah yang dianjurkan.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor : Rinaldi