JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Baragam jenis dan bentuk mobil bekas. Dari luar terlihat bagus dan sehat. Namun hati-hati jika ingin membelinya. Cek kilometer pemakaian dan kalau bisa cek juga buku servisnya.
Ingat, mobil dengan kilometer tinggi bukan berarti buruk. Kunci utamanya ada pada perawatan dan riwayat servis dari pemilik sebelumnya. Selama Anda teliti dan tahu apa saja yang perlu dicek, mobil bekas dengan kilo meter tinggi justru bisa jadi pilihan yang worth it.
Memang saat ini pasar mobil bekas menawarkan banyak pilihan, mulai dari unit yang masih terlihat seperti baru hingga yang sudah berusia lebih dari satu dekade dengan jarak tempuh tinggi. Berikut 5 rahasia aman sebelum membeli mobil bekas kilometer tinggi, seperti dirangkum dari laman Ibid Astra.
1. Minta Riwayat Servis Secara Lengkap
Jangan pernah skip bagian ini. Kamu wajib meminta catatan servis untuk memastikan keaslian kilometer yang tertera di odometer. Perhatikan apakah mobil rutin diservis di bengkel resmi dan apakah suku cadangnya asli. Kalau ada perbedaan antara catatan servis dan angka odometer, kamu patut curiga, bisa jadi kilometernya sudah dimanipulasi.
2. Pahami Jenis dan Fungsi Mobilnya
Jumlah kilometer sangat dipengaruhi oleh bagaimana mobil tersebut digunakan. Misalnya, mobil operasional perusahaan biasanya punya jarak tempuh jauh lebih tinggi dibanding mobil pribadi karena dipakai setiap hari.
Menariknya, kalau kamu menemukan mobil perusahaan dengan kilometer rendah, justru perlu waspada. Bisa jadi ada sesuatu yang tidak wajar. Sebaliknya, mobil yang sering dipakai biasanya juga lebih rutin dirawat karena kebutuhan operasional.
Baca Juga: Mitsubishi Fuso Rajai Pasar Kendaraan Niaga di 2024 dan Siapkan Dukungan Servis Lengkap di 2025
3. Periksa Komponen yang Jarang Diganti (slow moving)
Komponen yang jarang diganti bisa jadi indikator kondisi asli mobil. Cek bagian interior seperti dashboard, setir, tuas transmisi, dan jok, apakah ada keausan yang tidak wajar.
Selain itu, cek juga kondisi mesin, termasuk transmisi, kopling, aki, dan sistem kelistrikan. Dari sini kamu bisa menilai apakah mobil dirawat dengan baik atau justru diabaikan.
4. Hitung Rata-rata Pemakaian per Tahun
Langkah berikutnya, kamu perlu memperkirakan penggunaan mobil per tahun. Di kota besar, rata-rata mobil digunakan sekitar 15.000–20.000 Km per tahun. Jadi kalau ada mobil dengan total 200.000 Km, kamu bisa menilai apakah angka itu masih masuk akal dengan melihat usia mobilnya. Dari sini, kamu bisa menilai apakah mobil tersebut digunakan secara normal atau berlebihan.
Baca Juga: Mengayuh dari Lubuk Basung Sejauh 275 Kilometer
5. Siapkan Budget untuk Ganti Komponen Penting
Kalau kamu sudah yakin ingin membeli, jangan lupa untuk mengganti komponen fast moving. Misalnya oli, filter, dan busi agar performa mobil tetap optimal.
Kalau aki mulai lemah, sebaiknya langsung di-charge atau diganti. Langkah ini penting supaya kamu tidak menghadapi masalah di awal pemakaian.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi