Iduladha Sebentar Lagi, Anda Harus Tahu Bagaimana Menyimpan Daging Kurban agar Awet dan Tidak Bau, Ini Caranya

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 06:48 WIB
Ilustrasi daging sapi. (Freepik)
Ilustrasi daging sapi. (Freepik)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Hari raya Iduladha tak lama lagi. Sebagian dari kita tentunya akan menerima daging kurban, bahkan mungkin ada yang mendapat banyak.

Makanya Anda harus tahu cara menyimpan daging kurban supaya tetap awet dan kandungan gizinya tetap optimal. Terkadang banyak masyarakat yang langsung menyimpan daging tanpa memahami teknik yang benar, sehingga berisiko cepat basi atau mengalami penurunan kualitas.

Mengutip dari laman Aqua dan Baznas, daging kurban sebenarnya memiliki batas waktu simpan yang berbeda, tergantung pada suhu dan cara penyimpanannya. Mulai dari penyimpanan di kulkas biasa hingga freezer, semuanya memiliki aturan tersendiri agar daging tetap aman dikonsumsi. Berikut panduan lengkap dalam bentuk listicle yang bisa Anda terapkan di rumah.

Baca Juga: Hindari Konsumsi Daging Olahan, Mengandung Koleserol Tinggi, Punya Risiko Terkena Penyakit Jantung

1. Freezer dapat Menyimpan Daging hingga 6–12 Bulan
Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer menjadi pilihan terbaik. Pada suhu -18 derajat Celsius, daging kurban bisa bertahan hingga 6 bulan, bahkan sampai 12 bulan tergantung jenisnya. Namun, kualitas rasa dan tekstur biasanya tetap optimal jika dikonsumsi dalam 6 bulan pertama.

2. Daging di Kulkas (Chiller) hanya Tahan 1–2 Hari
Jika Anda menyimpan daging di bagian kulkas biasa dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celsius, maka daging hanya bertahan selama 1 hingga 2 hari. Penyimpanan ini cocok jika Anda berencana mengolah daging dalam waktu dekat. Pastikan daging disimpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi makanan lain.

3. Hindari Mencuci Daging Sebelum Disimpan
Banyak orang berpikir mencuci daging akan membuatnya lebih bersih. Faktanya, mencuci daging sebelum disimpan justru bisa meningkatkan risiko bakteri karena kelembapan. Sebaiknya bersihkan kotoran menggunakan tisu dapur, lalu simpan dalam kondisi kering.

Baca Juga: Ketahui 5 Panduan Menyimpan Daging Kurban di Kulkas, Berapa Lama Sebaiknya Disimpan agar Tak Mengubah Cita Rasa?

4. Jangan Langsung Bekukan Daging yang Baru Dipotong
Kesalahan umum adalah langsung memasukkan daging segar ke freezer. Padahal, daging perlu didiamkan selama beberapa jam agar proses alami (rigor mortis) selesai. Jika langsung dibekukan, tekstur daging bisa menjadi keras dan kurang enak saat dimasak.

5. Pisahkan Daging Berdasarkan Jenis dan Bagian
Memisahkan daging berdasarkan jenis (sapi atau kambing) serta bagian tubuh akan memudahkan saat pengolahan. Selain itu, cara ini juga membantu menjaga kualitas karena setiap bagian memiliki karakter berbeda.

6. Potong Daging Sesuai Porsi Sekali Masak
Memotong daging menjadi beberapa bagian kecil sangat disarankan. Hal ini memudahkan Anda saat akan memasak tanpa harus mencairkan seluruh stok. Selain itu, potongan kecil juga mempercepat proses pembekuan sehingga kualitas daging lebih terjaga.

Baca Juga: Bawang Putih Baik untuk Kesehatan Jantung dan Pengendalian Gula Darah, Simak Manfaat Lainnya

7. Hindari Mencairkan dan Membekukan Ulang
Daging yang sudah dicairkan sebaiknya langsung dimasak. Membekukan ulang daging dapat merusak tekstur serta meningkatkan risiko bakteri. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan daging dalam porsi kecil sejak awal.

8. Metode Pengawetan dengan Garam Bisa Jadi Alternatif
Selain dibekukan, daging juga bisa diawetkan menggunakan garam. Metode seperti dry curing atau brining dapat membantu memperpanjang masa simpan. Garam bekerja dengan mengurangi kadar air sehingga bakteri sulit berkembang.

9. Gunakan Wadah Kedap Udara atau Plastik Vakum
Pengemasan menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan daging. Gunakan wadah tertutup rapat atau plastik khusus makanan. Jika memungkinkan, gunakan metode vakum agar udara tidak masuk, sehingga risiko pembusukan bisa diminimalkan.

Baca Juga: Inilah 9 Manfaat Jahe bagi Kesehatan yang Jarang Disadari, Salah Satunya Mencegah dan Melawan Kanker

10. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Sering kali orang lupa kapan daging disimpan. Memberi label tanggal pada setiap kemasan membantu Anda mengetahui batas aman konsumsi. Ini juga memudahkan pengelolaan stok agar tidak ada daging yang terbuang.

11. Atur Suhu Freezer Secara Stabil
Suhu freezer ideal adalah -18 derajat Celsius atau lebih rendah. Pastikan pintu freezer tidak sering dibuka-tutup karena perubahan suhu dapat mempercepat kerusakan daging. Stabilitas suhu sangat berpengaruh terhadap masa simpan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
daging kurban cara simpan daging kurban iduladha