JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Hati-hati jika ingin berangkat ke Tanah Suci Makkah. Tingginya minat masyarakat kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Memang menunaikan ibadah haji ke tanah suci merupakan impian besar setiap umat Muslim. Tidak sedikit pula yang rela berangkat dengan cara apapun.
Travel ada yang menawarkan paket haji dengan iming-iming menarik, tetapi berujung pada penipuan yang merugikan calon jamaah. Fenomena haji bodong bukan sekadar isu biasa. Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Mabes Polri, berbagai modus penipuan terus berkembang.
Penting bagi masyarakat memahami ciri-ciri travel haji bodong sejak awal. Dengan bekal pengetahuan ini, calon jamaah dapat lebih selektif dalam memilih biro perjalanan agar ibadah berjalan aman, nyaman, dan sesuai syariat.
Dilansir dari laman resmi Fista Tour Jogja, berikut 10 Ciri-Ciri Haji Bodong yang Harus Diketahui Calon Jamaah.
1. Harga Terlalu Murah dan Tidak Masuk Akal
Penawaran harga haji khusus jauh di bawah standar adalah tanda bahaya. Biaya haji khusus memiliki komponen besar seperti tiket pesawat, hotel, dan layanan di Arab Saudi. Jika terlalu murah, kemungkinan besar ada manipulasi atau penipuan dalam praktiknya.
Baca Juga: Hati-hati Jika Anda Pusing Setelah Makan Daging, Segera Ketahui Faktor Penyebabnya
2. Tidak Memiliki Izin Resmi
Ciri paling utama haji bodong adalah tidak adanya izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Travel ilegal biasanya tidak terdaftar di sistem resmi pemerintah seperti aplikasi Haji Pintar. Jika biro tidak bisa menunjukkan legalitas, sebaiknya langsung dihindari. Tinggalkan saja.
3. Menjanjikan Berangkat Cepat Tanpa Antrean
Haji resmi memiliki sistem antrean berdasarkan kuota. Jika ada travel yang menjanjikan berangkat dalam waktu singkat tanpa nomor porsi, itu patut dicurigai. Kecuali melalui jalur tertentu yang jelas legalitasnya, janji instan biasanya tidak realistis.
4. Menggunakan Bendera Travel Lain
Beberapa oknum menggunakan nama perusahaan lain untuk meyakinkan calon jamaah. Praktik ini dikenal sebagai "meminjam bendera". Padahal, izin tersebut belum tentu sah digunakan untuk program haji khusus.
Baca Juga: Kendalikan Hasrat untuk Berhubungan Intim, Berikut 10 Caranya
5. Jadwal Keberangkatan Tidak Jelas
Biro resmi selalu memiliki jadwal yang jelas, mulai dari manasik hingga keberangkatan. Sebaliknya, travel bodong cenderung memberikan informasi yang berubah-ubah dan tidak pasti.
6. Tidak Memberikan Nomor Porsi Haji
Setelah pembayaran awal, jamaah seharusnya mendapatkan nomor porsi yang terdaftar di sistem pemerintah. Jika tidak ada nomor porsi atau tidak bisa dicek, ini merupakan indikasi kuat haji bodong.
7. Tidak Memiliki Kantor Fisik yang Jelas
Travel yang kredibel biasanya memiliki kantor tetap dan staf profesional. Jika hanya beroperasi secara online tanpa alamat jelas, calon jamaah perlu lebih berhati-hati.
Baca Juga: Tokoh Masyarakat dan Pejabat Ikut Lepas Jenazah Zulmansyah Sekedang, Masjid Tak Muat Tampung Jemaah
8. Sistem Pembayaran Tidak Transparan
Travel ilegal sering meminta transfer ke rekening pribadi. Padahal, pembayaran resmi harus melalui rekening perusahaan atau bank penerima setoran haji. Kurangnya transparansi ini berisiko tinggi terhadap penggelapan dana.
9. Testimoni dan Rekam Jejak Tidak Valid
Banyak travel bodong menggunakan testimoni palsu atau foto hasil comot dari internet. Minimnya ulasan nyata dari jamaah sebelumnya bisa menjadi tanda bahwa travel tersebut tidak memiliki rekam jejak jelas.
10. Menggunakan Visa Non-Haji
Salah satu modus yang banyak ditemukan adalah penggunaan visa ziarah atau kerja untuk berhaji. Padahal, ini melanggar aturan dan berisiko membuat jamaah ditolak atau bahkan dideportasi.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi