Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tak Semua Hubungan Pertemanan Berdampak Positif, Ini 3 Perasaan Tak Nyaman yang Bisa Jadi Tanda Temanmu Menguras Energi secara Diam-Diam

Redaksi • Minggu, 26 April 2026 | 00:48 WIB
Hati-Hati Tanpa Disadari! 3 Perasaan Tidak Nyaman Ini Bisa Jadi Tanda Temanmu Toxic dan Menguras Energi Diam-Diam. Freepik
Hati-Hati Tanpa Disadari! 3 Perasaan Tidak Nyaman Ini Bisa Jadi Tanda Temanmu Toxic dan Menguras Energi Diam-Diam. Freepik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Tidak semua hubungan pertemanan memberikan dampak yang positif. Padahal seharusnya, persahabatan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan saling mendukung

Tanpa disadari, ada tanda-tanda emosional yang sering diabaikan. Beberapa justru diam-diam menguras energi, merusak kepercayaan diri, bahkan memengaruhi kesehatan mental.

Dilansir dari YourTango, ada tiga perasaan tidak nyaman yang bisa menjadi sinyal bahwa sebuah persahabatan sudah tidak sehat:

Baca Juga: Inilah Cara Ampuh untuk Mengatasi Sering Ngantuk di Pagi Hari, Salah Satunya Jaga Konsistensi Waktu Tidur dan Bangun

1. Merasa lebih buruk setelah bertemu atau berinteraksi
Ini adalah tanda paling jelas namun sering diabaikan. Alih-alih merasa lebih lega atau bahagia setelah bertemu, Anda justru merasa lelah secara emosional, cemas, atau bahkan tidak nyaman.

Lingkungan pertemanan yang sehat seharusnya memberi rasa aman untuk menjadi diri sendiri, bukan membuat Anda takut dihakimi atau diremehkan. Jika kehadiran seseorang justru menurunkan suasana hati, itu pertanda hubungan tersebut tidak sehat. Penting untuk menyadari bahwa tidak semua pertemanan harus dipertahankan. Melepaskan hubungan yang toksik bukan berarti Anda gagal menjaga persahabatan, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri.

2.  Merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, terutama soal penampilan
Teman yang toksik sering membuat Anda meragukan diri sendiri, termasuk soal tubuh dan penampilan. Komentar yang terlihat seperti candaan atau kritik bisa perlahan merusak kepercayaan diri.

Baca Juga: Begini Cara Mengemudi Mobil Matik saat Terjadi Kemacetan, agar Mesin Tetap Awet dan Transmisi Tidak Cepat Rusak

Berbeda dengan teman yang tulus, yang memberi masukan dengan niat baik, teman toksik cenderung membuat Anda merasa tidak cukup baik. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu rasa insecure hingga tekanan mental seperti kecemasan atau bahkan depresi.

3. Merasa waktu dan keberadaan Anda tidak dihargai
Salah satu ciri hubungan tidak sehat adalah ketidakseimbangan. Anda selalu ada untuk mereka, tetapi mereka jarang hadir untuk Anda. Teman seperti ini biasanya hanya datang saat membutuhkan sesuatu, namun menghilang ketika Anda membutuhkan dukungan.

Perasaan diabaikan, tidak dianggap penting, atau selalu menjadi opsi kedua adalah tanda kuat bahwa hubungan tersebut tidak timbal balik. Persahabatan yang sehat seharusnya saling menghargai waktu dan komitmen. Ingat, memberi ruang bagi diri sendiri, Anda membuka peluang untuk bertemu orang-orang yang benar-benar menghargai, mendukung, dan membantu Anda tumbuh menjadi versi terbaik dari diri Anda.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#hubungan pertemanan #persahabatan #dampak positif