Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bunyi "Krek" Pada Persneling Jadi Pertanda Awal Kerusakan, Jangan Didiamkan, Segera Periksakan Mobil Anda

Redaksi • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:43 WIB
Ilustrasi: Tuas persneling mobil. (Wuling).
Ilustrasi: Tuas persneling mobil. (Wuling).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Jika pemakaian mobil hanya satu tangan Anda, tentu suara aneh sekecil apapun akan mudah diketahui. Misalnya ada bunyi "krek" saat memindahkan gigi mobil.

Jangan anggap sepele bunyi "krek" ini. Itu suara peringatan bahwa ada masalah di mobil Anda. Bunyi "krek" atau gesekan pada persneling bisa menjadi sinyal awal masalah pada sistem transmisi maupun kopling kendaraan.

Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan dapat merambat ke komponen lain dan biaya perbaikannya pun bisa semakin besar. Kondisi ini umumnya muncul ketika perpindahan gigi tidak berjalan mulus. 

Baca Juga: 5 Penyebab Air Radiator Mobil Kotor dan Cepat Berkurang, Sadari Sebelum Terlambat

Penyebab bunyi "krek" ada beragam, mulai dari kampas kopling yang mulai habis, oli transmisi yang sudah tidak optimal, hingga komponen internal gearbox yang mengalami keausan. Karena itu, penting untuk memahami sumber masalahnya agar mobil tetap nyaman digunakan dan terhindar dari kerusakan lebih parah.

Dirangkum dari laman Suzuki Indonesia, berikut 4 penyebab persneling bunyi saat pindah gigi.

1. Sistem Kopling Bermasalah
Bunyi pada persneling bisa dipicu oleh sistem kopling yang tidak bekerja optimal. Gangguan ini dapat berasal dari kabel kopling, master kopling hidrolik, atau komponen pendukung lainnya. Saat kopling gagal memutus hubungan antara mesin dan transmisi secara sempurna, perpindahan gigi menjadi terganggu. Akibatnya, muncul suara gesekan ketika kamu mencoba memasukkan gigi tertentu. 

Baca Juga: Bosan Sering Ganti-ganti Wiper! Ini Tips Memilih Wiper Mobil agar Tahan Lama

Dalam beberapa kasus, masalah ini juga membuat gigi terasa susah dipindahkan atau bahkan sulit masuk sama sekali. Jika gejala tersebut mulai sering muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak semakin parah.

2. Oli Transmisi Sudah Kotor atau Volumenya Kurang
Oli transmisi memiliki fungsi penting untuk melumasi sekaligus melindungi komponen di dalam gearbox dari gesekan berlebih. Jika kualitas oli sudah menurun atau jumlahnya berkurang, proses pelumasan tidak lagi maksimal. Kondisi tersebut membuat komponen transmisi bekerja lebih keras sehingga memunculkan bunyi saat perpindahan gigi dilakukan. 

Bahkan, oli yang terlalu kotor juga dapat mempercepat keausan roda gigi dan komponen lainnya. Karena itu, penggantian oli transmisi secara rutin tidak boleh diabaikan. Dengan kondisi oli yang masih baik, perpindahan gigi akan terasa lebih halus dan usia komponen transmisi bisa lebih panjang.

Baca Juga: Pakai Teknik Engine Brake Bantu Kurangi Laju Motor Matic Anda saat Lewati Turunan, Lebih Aman dan Rem Tidak Cepat Panas

3. Komponen Synchronizer Mengalami Keausan
Di dalam sistem transmisi manual terdapat komponen bernama synchronizer yang berfungsi menyamakan putaran roda gigi sebelum perpindahan dilakukan. Ketika bagian ini mulai aus, proses sinkronisasi tidak berjalan sempurna sehingga gigi sulit masuk dengan halus.

Akibatnya, saat kamu mencoba memindahkan gigi akan terdengar bunyi "krek" atau gesekan logam. Selain menimbulkan suara, perpindahan gigi juga biasanya terasa lebih berat dibandingkan kondisi normal.

Masalah ini sering terjadi pada mobil dengan usia pemakaian cukup lama atau kendaraan yang jarang mendapatkan perawatan transmisi. Penanganannya pun tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus membongkar bagian internal gearbox.

Baca Juga: Hati-hati Pakai Klakson Mobil di Motor, Bisa Rusak Sitem Kelistrikan hingga Aki Cepat Soak

4. Kampas Kopling Sudah Menipis
Salah satu penyebab paling sering munculnya bunyi saat pindah gigi adalah kondisi kampas kopling yang mulai aus. Komponen ini bertugas memutus aliran tenaga dari mesin ketika kamu menginjak pedal kopling sebelum mengganti gigi.

Saat permukaan kampas sudah menipis, proses pemutusan tenaga tidak lagi bekerja sempurna. Akibatnya, putaran mesin masih tersalurkan ke transmisi ketika gigi dipindahkan. Kondisi tersebut membuat gesekan antar komponen menjadi lebih keras dan memunculkan suara kasar dari area persneling.

Biasanya, tanda lain juga mulai terasa, seperti pedal kopling yang lebih dalam, terasa berat, atau respons perpindahan gigi yang tidak senyaman biasanya. Jika terus dipakai tanpa perbaikan, kerusakan bisa menjalar ke bagian transmisi lainnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#bunyi krek #kerusakan persneling #perawatan mobil #tanda awal