Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menurut Psikologi, Kemampuan Hidup Anda Sudah Matang Jika Bisa Tertidur di Mana dan  Kapan Saja

Redaksi • Kamis, 14 Mei 2026 | 13:38 WIB
Seseorang yang bisa tertidur di mana saja. (Magnific/jcomp)
Seseorang yang bisa tertidur di mana saja. (Magnific/jcomp)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menurut psikologi, keterampilan hidup Anda sudah matang. Makanya Anda bisa dengan mudah tidur di mana saja dan kapan saja.

Padahal bagi sebagian orang, tidur adalah sesuatu yang sulit, perlu suasana tenang, kamar gelap, kasur empuk, dan pikiran yang benar-benar kosong. Ada juga tipe orang yang tampaknya bisa tidur dengan mati lampu kapan saja—di kursi, di kendaraan, di tengah kebisingan, bahkan saat situasi belum ideal sekalipun.

Terdapat 9 keterampilan hidup yang umumnya dimiliki oleh orang yang bisa tertidur di mana saja dan kapan saja, dilansir dari Expert Editor.

Baca Juga: Anda Orang yang Disiplin Menurut Psikologi jika Tidur dengan Pintu Tertutup, Ini Ciri Lainnya 

1. Kemampuan Adaptasi Emosional
Stabilitas emosi sangat berpengaruh pada kualitas tidur. Orang yang bisa tidur di mana saja biasanya tidak membawa emosi negatif berlebihan ke waktu istirahat. 

Mereka lebih cepat memproses emosi, atau tidak membiarkannya menumpuk menjadi beban sebelum tidur. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan emotional resilience yang baik.

2. Kesadaran Tubuh yang Baik 
Mereka lebih peka terhadap sinyal tubuh seperti rasa lelah, berat di kelopak mata dan penurunan fokus. Alih-alih melawan rasa kantuk, mereka meresponsnya dengan tidur. Ini adalah bentuk kecerdasan tubuh (interoception) yang cukup baik.

Baca Juga: 8 Ciri Khas Orang yang Mengenakan Sepatu di Dalam Rumah Menurut Psikologi, Adakah Tanda yang Anda Miliki?

3. Regulasi Stres yang Efektif
Orang yang mudah tidur biasanya memiliki sistem stres yang lebih stabil. Artinya, tubuh mereka tidak terus-menerus berada dalam mode "siaga".

Secara psikologis, ini berkaitan dengan rendahnya aktivitas berlebihan pada sistem fight-or-flight. Mereka lebih cepat kembali ke keadaan tenang setelah menghadapi tekanan, sehingga otak tidak "sibuk" saat waktu istirahat tiba.

4. Efisiensi Energi Mental
Orang dengan kemampuan tidur fleksibel biasanya lebih hemat dalam penggunaan energi mental. Mereka tidak membawa beban kognitif berlebihan dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Setelah selesai bekerja atau beraktivitas, otak mereka lebih cepat "shutdown mode".

Baca Juga: Cuaca di Riau Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, namun Ada Potensi Hujan Ringan hingga Sedang pada Sore dan Malam Hari

Ini sangat berkaitan dengan kemampuan fokus di siang hari dan benar-benar berhenti memikirkan pekerjaan saat waktunya istirahat.

5. Tidak Overthinking tentang Kontrol
Banyak orang kesulitan tidur karena terlalu ingin "mengontrol proses tidur". Sebaliknya, orang yang mudah tertidur biasanya tidak terlalu mempermasalahkan, "Harus tidur sekarang, kalau tidak tidur, besok bagaimana?" Ironisnya, semakin seseorang tidak memaksa tidur, semakin cepat tubuhnya masuk ke kondisi tidur alami.

6. Kemampuan "Letting Go" (Melepaskan Pikiran)
Banyak orang gagal tidur bukan karena tidak lelah, tetapi karena tidak bisa berhenti memikirkan sesuatu. Orang yang mudah tidur cenderung terampil dalam melepaskan pikiran yang tidak perlu diproses saat itu juga. 

Baca Juga: Ginjal Anda Akan Rusak secara Perlahan, jika 7 Makanan Ini Dikonsumsi Berlebihan, Nomor 1  Makanan Olahan dan Kemasan

Mereka tidak terjebak dalam overthinking berkepanjangan sebelum tidur. Ini bukan berarti mereka tidak punya masalah, tetapi mereka tahu kapan harus berhenti memprosesnya.

7. Keseimbangan Sistem Saraf
Dalam psikologi dan neurobiologi, tidur berkaitan dengan keseimbangan antara sistem saraf simpatik (aktif) dan parasimpatik (relaks). Orang yang mudah tidur cenderung lebih cepat beralih ke kondisi parasimpatik, yaitu kondisi di mana tubuh mulai memperbaiki diri, menurunkan detak jantung, dan bersiap untuk tidur.

8. Adaptasi Lingkungan yang Tinggi
Kemampuan untuk tidur di tempat yang tidak ideal (kursi, kendaraan, ruang publik) menunjukkan tingkat adaptasi sensorik yang baik. Mereka tidak terlalu sensitif terhadap suara sekitar, cahaya dan posisi tubuh. Otak mereka lebih fleksibel dalam "menurunkan prioritas" rangsangan eksternal yang tidak penting.

Baca Juga: Waspada! Debit Air Sungai Kuantan Naik, Kuansing Bagian Hilir Terancam Banjir

9. Rutinitas Tidur yang Konsisten
Psikologi tidur menunjukkan bahwa ritme sirkadian sangat dipengaruhi oleh kebiasaan. Orang yang bisa tidur di mana saja biasanya sudah melatih tubuhnya untuk mengenali "sinyal tidur" secara alami. Misalnya: tidur di jam yang relatif sama, tidak sering begadang tanpa pola, memberi tubuh kesempatan istirahat cukup. Tubuh mereka menjadi lebih responsif terhadap rasa kantuk.

Ingat, tidur yang baik bukan hanya soal kapan kita memejamkan mata, tetapi bagaimana kita mengelola pikiran dan tubuh sepanjang hari. Kemampuan tertidur di mana saja dan kapan saja memang sering dianggap hal sepele atau sekadar "ngantuk berat". 

Jika dilihat dari sudut pandang psikologi, ini bisa menjadi indikator bahwa seseorang memiliki regulasi stres yang baik, fleksibilitas mental, dan keseimbangan emosi yang cukup sehat. Tentu saja, tidak semua orang yang sulit tidur berarti kurang sehat secara mental. Banyak faktor lain seperti lingkungan, pola hidup, hingga kondisi medis yang juga berpengaruh.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#kemampuan hidup #tidur di mana saja #psikologi