JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Setiap jenis BBM memiliki karakteristik berbeda yang dapat memengaruhi performa kendaraan, efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga kondisi mesin dalam jangka panjang. Makanya Anda disarankan tidak asal membeli BBM kendaraan.
Pertamina punya dua jenis BBM bensin yang banyak digunakan di Indonesia. Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda. Anda disarankan paham perbedaan keduanya untuk membantu menentukan bahan bakar yang paling sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Dirangkum dari laman Suzuki Indonesia, berikut perbedaan BBM Pertalite dan Pertamax.
Baca Juga: Kuota Pertalite Dinaikkan 50 Persen, Minta Pengawasan Diperketat, Antrean di SPBU Masih Terjadi
1. Berpengaruh pada Kebersihan Mesin
Perbedaan Pertalite dan Pertamax adalah kandungan aditif di dalam bahan bakar. Pertamax dilengkapi zat tambahan yang membantu menjaga kebersihan komponen mesin, termasuk injektor dan saluran bahan bakar.
Aditif tersebut berfungsi mengurangi pembentukan kerak atau deposit karbon yang dapat mengganggu kinerja mesin. Sementara itu, Pertalite tetap aman digunakan, tetapi tidak memiliki formula pembersih sekomprehensif Pertamax. Dalam penggunaan jangka panjang, penumpukan kerak bisa terjadi lebih cepat dan berpotensi memengaruhi performa mesin jika tidak diimbangi dengan perawatan yang rutin.
2. Irit atau Boros Tak hanya Ditentukan Harga
Banyak orang beranggapan Pertalite lebih hemat karena harga per liternya lebih murah. Namun, jika dilihat dari sisi teknis, Pertamax berpotensi memberikan efisiensi yang lebih baik karena proses pembakarannya cenderung lebih sempurna.
Baca Juga: Tekanan Angin Kurang hingga AC yang Terlalu Dingin Dapat Sebabkan Konsumsi BBM Kendaraan Anda Boros
Pembakaran yang optimal menghasilkan tenaga lebih besar sehingga kendaraan tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mencapai kecepatan tertentu. Dalam beberapa kondisi, hal ini bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan jarak tempuh per liter menjadi lebih jauh. Karena itu, biaya yang dikeluarkan tidak selalu berbanding lurus dengan harga bensin yang dibeli.
3. Angka Oktan Berbeda, Fungsi Tak Sama
Salah satu perbedaan paling mendasar antara Pertalite dan Pertamax terletak pada nilai oktannya atau Research Octane Number (RON). Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax memiliki RON 92.
Semakin tinggi angka oktan, semakin baik kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini akibat tekanan tinggi di dalam ruang mesin. Karena itu, Pertamax umumnya lebih cocok digunakan pada kendaraan dengan teknologi mesin yang lebih modern dan rasio kompresi lebih tinggi. Sementara Pertalite masih dapat digunakan untuk kendaraan yang memang dirancang menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi tersebut.
Baca Juga: Sukses di Ibukota BYD Bawa Pesta Teknologi ke Medan, Awal Baru Kendaraan Listrik Sumatera
4. Pengaruh Terasa pada Performa Mesin
Jenis bahan bakar yang digunakan ternyata berpengaruh terhadap respons mesin saat kendaraan dikendarai. Ketika bensin yang dipakai sesuai dengan rekomendasi pabrikan, proses pembakaran berlangsung lebih optimal, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin juga lebih maksimal.
Pada kendaraan dengan kompresi tinggi, penggunaan Pertamax biasanya membuat akselerasi terasa lebih halus dan responsif. Sebaliknya, jika mesin membutuhkan oktan lebih tinggi tetapi terus-menerus menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, sistem mesin akan menyesuaikan proses pembakaran, sehingga performanya bisa terasa kurang bertenaga.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi