Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jangan Konsumsi 3 Makanan Ini Setelah 48 Jam Disimpan di Lemari Es, Berbahaya bagi Kesehatan

Redaksi • Jumat, 12 Juni 2026 | 06:56 WIB

 

Ilustrasi isi lemari es. (Sumber foto: Shutterstock)
Ilustrasi isi lemari es. (Sumber foto: Shutterstock)

 
RIAUPOS.CO - Lemari es memang praktis bisa menyimpan makanan lebih awet, namun tidak semua makanan baik disimpan di kulkas. Beberapa makanan diketahui bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan hanya dua hari setelah disimpan.

Jika tetap dikonsumsi, beberapa makanan tersebut bisa berisiko bagi kesehatan. Berikut tiga makanan yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es selama lebih dari 48 jam seperti dilansir dari eatingwell: 

1. Makanan laut dan daging yang kurang matang

Baca Juga: 5 Sinyal Tubuh yang Protes Anda Kurang Istirahat, Sulit Konsentrasi dan Suasana Hati Buruk, Apa Lagi?

Makanan laut dan daging yang belum dimasak sepenuhnya dapat menimbulkan peningkatan risiko keamanan pangan karena bakteri seperti E. coli, Listeria, atau Salmonella.

Bakteri berbahaya ini, yang mati ketika makanan dimasak hingga suhu yang aman, mungkin tidak hancur ketika makanan dimasak pada suhu yang lebih rendah.

Bakteri menggunakan protein ini sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh dan berkembang biak.

Baca Juga: Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin Bakal Melintasi Wilayah Kecamatan Sungai Pua, Candung, dan Banuhampu Dibahas

Sebaiknya panaskan kembali makanan protein hewani ini hingga suhu yang aman (minimal 74°C) dan jangan menyimpannya terlalu lama di kulkas.

2. Salad

Sayuran mentah yang disimpan di lingkungan lembap dan berjamur bisa sama berbahayanya dengan daging.

Baca Juga: Syarat Pendaftaran SPMB 2026/2027 Jenjang SD dan SMP di Kampar, Kepala Sekolah Diingatkan Tak Lakukan Pungutan dalam Proses Penerimaan Siswa

Sayangnya, sayuran berdaun hijau termasuk makanan yang paling sering terkontaminasi oleh E. coli, Listeria, salmonella, dan norovirus.

Setelah sayuran dipotong, jaringan tanaman yang rusak melepaskan kelembapan dan nutrisi yang lebih mudah mendukung pertumbuhan bakteri daripada daun yang utuh. Semakin lama salad disimpan di kulkas, semakin tinggi risiko terkena penyakit.

3. Nasi dan pasta

Baca Juga: Tinjau Pameran UMKM Binaan Kemenkum Riau, Istri Wapres Selvi Gibran Apresiasi UMKM Lokal dan Layanan Hukum

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus sering disebut sindrom nasi goreng.

Salah satu penyebab utama sindrom nasi goreng adalah pendinginan nasi yang tidak tepat.

Hal ini karena membiarkan nasi atau pasta pada suhu ruangan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri pembentuk spora untuk berkembang biak.

Baca Juga: Dua Siswa SMA Sains Tahfizh Islamic Center Siak Wakili Riau Jambore Nasional Generasi Hijau 2026 di Jakarta

Spora dapat bertahan hidup saat dimasak. Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, spora dapat berkecambah dan menghasilkan racun pemicu muntah atau diare.

Editor : M. Erizal
#berbahaya bagi kesehatan #makanan #kulkas