JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Perawatan motor matik tidaklah sulit dan mahal. Dengan perawatan yang benar, performa motor tetap optimal, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan risiko kerusakan komponen mahal dapat diminimalkan.
Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari ternyata memiliki pengaruh besar terhadap umur pakai kendaraan. Jadi Anda cukup menghindari kebiasaan yang merugikan, dengan melakukan servis berkala, mengganti oli tepat waktu, serta menjaga tekanan ban dan kebersihan CVT.
Perlu Anda ketahui motor matik dirancang untuk memberikan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari. Meski begitu, bukan berarti kendaraan ini bebas dari risiko kerusakan akibat kesalahan pengendara.
Baca Juga: Terancam Abrasi dari Selat Malaka, M4CR Rehabilitasi Mangrove di Bengkalis
Hindari tujuh kebiasaan ini agar motor matik tetap prima.
1. Membiarkan Tangki Hampir Kosong
Sering mengendarai motor dengan bahan bakar yang hampir habis ternyata dapat mempercepat kerja pompa bensin. Selain itu, endapan kotoran di dasar tangki berpotensi ikut tersedot ke sistem bahan bakar sehingga mengganggu performa mesin.
2. Membawa Beban Berlebihan
Motor matik memiliki batas kapasitas angkut yang telah ditentukan pabrikan. Membawa barang atau penumpang melebihi batas tersebut membuat suspensi, ban, CVT, hingga mesin bekerja lebih berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan berbagai komponen.
Baca Juga: Epson Dorong Smart Classroom, Integrasikan AI dan Teknologi Interaktif di Sekolah
3. Menunda Ganti Oli Mesin dan Oli Gardan
Masih banyak pengguna yang hanya rutin mengganti oli mesin, tetapi lupa mengganti oli gardan. Padahal, oli gardan berfungsi melumasi sistem transmisi akhir pada motor matik. Jika terlambat diganti, gesekan antarkomponen meningkat dan dapat memicu kerusakan yang lebih mahal.
4. Mengabaikan Tekanan Angin Ban
Ban yang kurang angin membuat mesin bekerja lebih berat karena hambatan gulir meningkat. Akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan usia ban lebih pendek. Periksa tekanan ban minimal sepekan sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
5. Membuka Gas Secara Mendadak
Banyak pengendara langsung memutar gas penuh saat lampu lalu lintas berubah hijau. Padahal, akselerasi mendadak membuat v-belt, roller CVT, dan kampas kopling bekerja lebih keras sehingga umur pakainya menjadi lebih pendek. Sebaiknya, buka gas secara bertahap agar tenaga tersalurkan lebih halus dan komponen transmisi lebih awet.
Baca Juga: Jalur Keramat Jubah Merah Juara Lagi, Kali Ini di Pacu Jalur Rayon IV
6. Jarang Membersihkan CVT
CVT merupakan salah satu komponen vital pada motor matik. Debu dan kotoran yang menumpuk di dalam rumah CVT dapat mengganggu kinerja roller, pulley, hingga v-belt. Pembersihan secara berkala sesuai jadwal servis akan menjaga performa motor tetap halus.
7. Tetap Menarik Gas saat Motor Berhenti
Sebagian pengguna masih menahan putaran gas ketika berhenti di tanjakan atau lampu merah sambil menekan rem. Kebiasaan ini membuat kampas kopling CVT bergesekan terus-menerus sehingga lebih cepat aus dan menimbulkan gejala selip.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi