RIAUPOS.CO – Benarkah beberapa jenis buah sebaiknya tidak langsung diikuti dengan konsumsi air putih? Dalam sejumlah kepercayaan dan informasi kesehatan yang beredar terdapat anggapan bahwa air yang masuk setelah makan buah tertentu dipercaya dapat memengaruhi proses pencernaan.
Sehingga membuat kerja enzim pencernaan berubah. Padahal buah-buahan kaya akan vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting bagi tubuh.
Walaupun demikian, anggapan mengenai larangan minum air setelah makan buah tertentu masih menjadi perdebatan dan tidak selalu didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Setiap orang juga dapat memiliki respons tubuh yang berbeda.
Berikut lima buah yang sering disebut sebaiknya tidak langsung dikonsumsi bersama air putih seperti dilansir dari English Jagran:
1. Buah Semangka
Buah berwarna merah maupun kuning ini terkenal karena memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga sering menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh.
Baca Juga: Life’s Adventure: Elevating Every Experience, Evolusi Pengalaman Mitsubishi Motors di GIIAS 2026
Dalam anggapan tertentu, minum air putih setelah makan semangka dianggap dapat mengganggu proses pencernaan karena tambahan cairan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat.
Sebagian orang juga meyakini kombinasi tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti kembung, kram perut, atau gangguan pencernaan.
Namun, secara umum, tubuh memiliki sistem alami untuk mengatur proses pencernaan makanan dan cairan yang masuk.
Baca Juga: GIIAS 2026 Langsung Gas, OMODA O4 EV Buka Pemesanan Perdana
2. Buah Melon
Buah melon juga memiliki kandungan air tinggi serta rasa manis alami. Dalam beberapa kepercayaan, mengonsumsi air setelah makan melon disebut dapat mengganggu keseimbangan proses pencernaan.
Hal ini dikaitkan dengan kandungan enzim tertentu dalam buah melon yang dipercaya membutuhkan kondisi tertentu agar bekerja optimal.
Baca Juga: Rektor Unri Prof Sri Indarti Sambut 7.555 Mahasiswa Baru pada PKKMB
Sebagian orang yang sensitif terhadap makanan tertentu mungkin dapat mengalami rasa begah atau tidak nyaman setelah mengonsumsi kombinasi makanan dan minuman tertentu.
3. Buah Nanas
Buah nanas mengandung enzim bromelain yang membantu proses pemecahan protein dalam tubuh.
Ada anggapan bahwa minum air setelah makan nanas dapat memengaruhi kadar asam lambung dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti mulas atau nyeri ulu hati pada sebagian orang.
Bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, mengatur waktu konsumsi makanan dan minuman memang dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.
4. Mentimun
Baca Juga: EMP Group Dukung Tata Kelola PI 10 Persen, Pengelolaan Riau Jadi Acuan KPK
Mentimun juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga sering dikaitkan dengan aturan konsumsi tertentu.
Sebagian informasi menyebutkan bahwa minum air setelah makan mentimun dapat membuat proses pencernaan menjadi kurang optimal karena adanya tambahan cairan.
Kondisi tersebut dipercaya dapat memengaruhi kerja enzim pencernaan dan menyebabkan rasa kurang nyaman pada sebagian orang.
Baca Juga: Viral Video Korban Serangan Harimau Disebut Terjadi di Pulau Burung Inhil, Polisi Sebut Tidak Benar
Meski begitu, mentimun tetap menjadi salah satu makanan yang baik karena mengandung air, serat, dan nutrisi yang bermanfaat.
5. Jeruk
Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C. Ada anggapan bahwa minum air putih segera setelah makan jeruk dapat mengurangi manfaat nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Beberapa orang percaya tambahan air dapat memengaruhi proses penyerapan vitamin dalam tubuh. Padahal, tubuh memiliki mekanisme tersendiri dalam menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
Informasi mengenai larangan minum air putih setelah makan buah tertentu banyak beredar di masyarakat. Namun, tidak semua klaim tersebut memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Air putih tetap menjadi bagian penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Jika setelah mengonsumsi kombinasi makanan tertentu muncul keluhan seperti kembung, nyeri perut, atau gangguan pencernaan, sebaiknya perhatikan pola makan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com