RIAUPOS.CO – Teh hijau memiliki kandungan seperti kafein dan senyawa tertentu. Meski cukup popular sebagai minuman yang dianggap menyehatkan, beberapa kandungannya dapat menimbulkan efek kurang nyaman pada sebagian orang.
Pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, konsumsi teh hijau bahkan berpotensi memperburuk keluhan atau berinteraksi dengan kondisi maupun obat yang sedang dikonsumsi.
Berikut ini beberapa kelompok yang perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi teh hijau seperti dilansir dari English Jagran:
Baca Juga: Jalan Sontang-Duri Mulai Lancar, Titik Rusak dan Tergenang Ditimbun, Badan Jalan Ditinggikan
1. Individu yang mudah bereaksi terhadap kafein
Walaupun kandungan kafein dalam teh hijau umumnya lebih rendah dibandingkan kopi, minuman ini tetap mengandung kafein. Karena itu, orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein sebaiknya memperhatikan reaksi tubuh setelah meminumnya.
Kafein dapat menyebabkan rasa gelisah, meningkatkan kecemasan, mengganggu tidur, atau membuat jantung berdebar pada sebagian orang. Jika efek tersebut muncul, konsumsi teh hijau sebaiknya dikurangi atau dihindari.
Baca Juga: Pekanbaru Raih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah Riau 2026
2. Pemilik lambung sensitif
Bagi orang yang mempunyai lambung sensitif, konsumsi teh hijau mungkin justru memicu rasa tidak nyaman. Kondisi seperti refluks asam, gangguan lambung, maupun sindrom iritasi usus dapat menjadi lebih mengganggu setelah mengonsumsi minuman tertentu.
Kandungan tanin dalam teh disebut dapat memengaruhi kondisi lambung pada sebagian orang. Akibatnya, keluhan seperti mual, sensasi panas di dada, atau rasa tidak nyaman pada perut dapat muncul. Jika mengalami reaksi tersebut, sebaiknya membatasi jumlah teh hijau atau memilih minuman lain.
Baca Juga: Titik Api Karhutla di Kerumutan Berhasil DiPadamkan,Tim Gabungan Fokus Pendinginan
3. Orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu
Orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu juga sebaiknya tidak mengonsumsi teh hijau secara sembarangan. Kelompok yang mengalami gangguan kecemasan, masalah pembekuan atau perdarahan, maupun osteoporosis perlu mempertimbangkan kemungkinan efek kafein dan senyawa lain yang terdapat dalam teh.
4. Orang yang sedang menjalani pengobatan
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Ucap Tahniah HUT ke-69 Provinsi Riau, Harapkan Bumi Lancang Kuning Semakin Maju
Selain itu, teh hijau dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Karena itu, orang yang sedang menjalani pengobatan rutin sebaiknya menanyakan kepada dokter atau apoteker apakah teh hijau aman dikonsumsi bersamaan dengan obat yang digunakan.
5. Anak-anak dan remaja
Anak-anak dan remaja juga perlu membatasi minuman berkafein, termasuk teh hijau. Asupan kafein yang berlebihan dapat memengaruhi tidur dan menimbulkan efek seperti gelisah atau jantung berdebar.
Baca Juga: Dr Ratih Ucapkan Terima Kasih, Kajari Inhu akan Dijabat Dr Rizky Fachrurrozi
Selain itu, penggunaan obat tertentu juga perlu menjadi pertimbangan karena kafein maupun komponen dalam teh dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.
Oleh sebab itu, pemberian teh hijau kepada anak sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan dan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing anak.
6. Orang yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia
Baca Juga: Anak Bukan Pencari Nafkah, Eksploitasi Anak Perlu Penanganan Komprehensif
Kelompok lain yang perlu memperhatikan konsumsi teh hijau adalah mereka yang mengalami defisiensi zat besi. Senyawa polifenol yang terdapat dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.
Hal ini menjadi perhatian terutama bagi orang yang memang sudah memiliki kadar zat besi rendah. Mengonsumsi teh berdekatan dengan waktu makan atau saat mengonsumsi sumber zat besi dapat memengaruhi jumlah zat besi yang diserap tubuh.
Karena itu, penderita kekurangan zat besi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai waktu dan jumlah konsumsi teh yang tepat.
Baca Juga: SKO Riau Borong Prestasi di Kejurnas Bola Tangan 2026 Surabaya
Oleh sebab itu, bagi sebagian orang memiliki penyakit tertentu, sedang mengonsumsi obat, mempunyai sensitivitas terhadap kafein, atau mengalami kekurangan zat besi, sebaiknya perhatikan jumlah dan waktu konsumsi teh hijau. Bila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com