RIAUPOS.CO – Menjaga kesehatan otak menjadi bagian penting dari pola hidup sehari-hari terutama saat memasuki usia 40-an tahun. Pilihan makanan juga dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi otak, selain aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan mengelola stres.
Otak membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung fungsi seperti daya ingat, konsentrasi, komunikasi antarsel saraf, serta pengaturan suasana hati. Sebaliknya, pola makan yang terlalu banyak mengandung makanan ultra-proses, gula tambahan, dan lemak jenuh dapat kurang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Memasukkan makanan kaya nutrisi ke dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: DPRD Inhu Kembali Jadwalkan Rapat Paripurna, Sebelumnya Tertunda Akibat 17 Anggota Dewan Tidak Hadir
Berikut sejumlah makanan yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan otak, terutama ketika memasuki usia 40-an, seperti dilansir dari NDTV:
1. Ikan Berlemak
Sumber asam lemak omega-3 bisa diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel. Nutrisi tersebut memiliki peran penting dalam struktur dan fungsi sel tubuh, termasuk sel saraf.
Baca Juga: Kualitas Udara Menurun, Pemkab Inhu Kembali Berlakukan Belajar dari Rumah untuk 7 Kecamatan
Mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan omega-3 yang diperlukan tubuh untuk menjaga fungsi otak.
2. Blueberry
Buah blueberry kaya akan senyawa antioksidan, terutama antosianin. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Blueberry dapat dikonsumsi secara langsung atau ditambahkan ke dalam oatmeal, yoghurt, maupun smoothie tanpa tambahan gula berlebihan.
Baca Juga: Persoalan Kebun Sawit Padang Mutung, DPRD Kampar Sepakati Tiga Poin
3. Kacang Kenari
Kacang kenari merupakan salah satu sumber lemak sehat dan mengandung asam alfa-linolenat (ALA), vitamin E, serta berbagai senyawa antioksidan.
Kombinasi nutrisi tersebut membuat kenari menjadi pilihan camilan yang menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian.
Baca Juga: Update Terbaru! 34 Penerbangan Menuju dan dari Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan
4. Telur
Telur dikenal sebagai sumber protein sekaligus menyediakan kolin dan sejumlah vitamin B.
Kolin dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang terlibat dalam proses belajar dan memori.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Tebal, Sekolah di Rohul Kembali Diliburkan, Siswa Wajib PJJ dari Rumah 2 Hari
Telur juga cukup mudah diolah sehingga dapat menjadi pilihan praktis untuk sarapan maupun menu sehari-hari.
5. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan berbagai sayuran berdaun hijau menyediakan sejumlah vitamin, mineral, serta senyawa tumbuhan yang bermanfaat.
Baca Juga: Dua Titik Karhutla Terpantau di Kampar, ISPU Capai 141 Kategori Tidak Sehat
Kandungan seperti vitamin K, folat, lutein, dan beta-karoten menjadikan sayuran hijau sebagai bagian penting dari pola makan sehat. Konsumsi rutin juga membantu meningkatkan asupan serat dan mikronutrien.
6. Biji Labu
Biji labu mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, seng, zat besi, dan tembaga. Mineral tersebut memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk mendukung sistem saraf.
Baca Juga: Panen Gabah Kering di Rohul Tembus 8,9 Ton per Hektare, Rambah Baru Disiapkan Jadi Sentra Pangan
Biji labu dapat dijadikan taburan untuk salad, oatmeal, atau yoghurt. Pilih produk tanpa tambahan garam atau gula berlebihan agar lebih sesuai dengan pola makan sehat.
7. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti karena memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Baca Juga: Pegawai Pemkab Siak Tidak Apel Pagi dan Petang selama Jerebu Pekat
Rempah ini dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau campuran minuman. Namun, mengonsumsi kunyit dalam makanan sehari-hari tidak sama dengan mengonsumsi suplemen kurkumin dalam dosis tinggi.
8. Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol serta L-theanine. Kandungan tersebut membuat teh hijau sering dikaitkan dengan perhatian, relaksasi, dan fungsi kognitif.
Baca Juga: Diminta Jaga Dedikasi, Kemenkum Riau Beri Pegawai Teladan Penghargaan
Minuman ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi minuman tinggi gula. Perlu diperhatikan bahwa teh hijau tetap mengandung kafein, sehingga waktu konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan toleransi masing-masing.
9. Brokoli
Brokoli mengandung vitamin K, serat, vitamin C, dan berbagai senyawa tumbuhan. Sayuran ini juga termasuk kelompok sayuran cruciferous yang kaya akan komponen bioaktif.
Menambahkan brokoli ke dalam menu secara rutin dapat membantu memperkaya variasi asupan sayuran dan nutrisi sehari-hari.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat
10. Alpukat
Buah alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan juga menyediakan folat, vitamin E, serta serat.
Lemak tak jenuh merupakan bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Menjaga kesehatan pembuluh darah juga penting karena otak membutuhkan pasokan darah dan oksigen yang memadai.
Baca Juga: Kunjungan Tim Inspeksi Kejagung ke Riau Ikut Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Alpukat dapat dinikmati sebagai campuran salad, pelengkap roti, atau dimakan langsung tanpa tambahan gula.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com