Tekanan Angin Ban Sebabkan Konsumsi BBM Kendaraan Boros, Simak Pengaruh Lainnya!

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB
Ilustrasi indikator BBM (Istimewa).
Ilustrasi indikator BBM (Istimewa).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menjaga tekanan angin ban kendaraan ternyata berpengaruh pada mesin. Tekanan angin yang kurang membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan. Ujung-ujungnya, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akan semakin boros.

Konsumsi BBM yang tiba-tiba menjadi lebih boros tidak selalu disertai gejala kerusakan yang terasa pada mobil. Mesin masih bisa menyala normal, tarikan tetap terasa baik, dan tidak ada lampu indikator yang menyala di panel instrumen.

Beberapa penyebab BBM kendaraan boros berkaitan dengan kebiasaan berkendara dan kondisi komponen yang sering luput dari perhatian. Simak beberapa penyebabnya.

Baca Juga: Diduga Edarkan Sabu, Perempuan 44 Tahun di Keritang Inhil Diciduk Polisi

1. Tekanan Angin Ban Kurang
Tekanan angin ban yang berada di bawah rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir ketika mobil berjalan. Kondisi tersebut membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.

Karena itu, jangan hanya memeriksa kondisi ban ketika terlihat kempis. Kamu sebaiknya mengecek tekanan secara berkala dan menyesuaikannya dengan rekomendasi yang tercantum pada mobil.

2. Kondisi Oli Mesin Tidak Sesuai
Oli mesin berperan dalam membantu mengurangi gesekan antarbagian mesin yang bergerak. Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi atau kondisi oli yang sudah tidak optimal dapat memengaruhi kerja mesin.

Baca Juga: Diguyur Hujan Kualitas Udara Pekanbaru Membaik

Karena itu, pastikan oli yang digunakan sesuai rekomendasi pabrikan dan lakukan penggantian berdasarkan jadwal perawatan. Jangan menunggu sampai mesin terasa bermasalah untuk mengecek kondisi oli.

3. Filter Udara Kotor
Filter udara yang sudah terlalu kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Padahal, mesin membutuhkan pasokan udara yang cukup agar proses pembakaran berlangsung dengan baik.

Jika filter sudah dipenuhi debu dan kotoran, performa mesin bisa ikut terpengaruh dan konsumsi BBM berpotensi meningkat. Pemeriksaan serta penggantian filter perlu dilakukan sesuai kondisi dan jadwal perawatan kendaraan.

Baca Juga: Polres Inhu Kembali Amankan Terduga Pelaku Karhutla

4. Gaya Berkendara di Jalan Macet
Perjalanan dalam kondisi lalu lintas padat membuat mobil lebih sering berhenti dan kembali berakselerasi. Pola berkendara seperti ini memang dapat membuat konsumsi BBM lebih tinggi dibandingkan perjalanan dengan kecepatan yang lebih stabil.

Jika rute harian kamu sering menghadapi kemacetan, angka konsumsi BBM yang lebih tinggi belum tentu langsung menunjukkan adanya kerusakan pada mobil. Namun, jika perubahan konsumsi terasa drastis tanpa perubahan rute maupun pola berkendara, pemeriksaan kendaraan tetap perlu dilakukan.

5. Sering Menginjak Pedal Gas secara Agresif
Kebiasaan berakselerasi secara agresif dapat membuat konsumsi BBM meningkat, terutama jika dilakukan berulang kali dalam perjalanan. Putaran mesin yang lebih tinggi membuat kebutuhan bahan bakar ikut bertambah.

Baca Juga: HUT Kuansing, Siapkan Jalan Santai, Pacu Jalur Mini, Batik Carnival hingga Paripurna Istimewa

Jika ingin lebih hemat, kamu bisa membiasakan akselerasi secara bertahap dan menjaga kecepatan tetap stabil ketika kondisi jalan memungkinkan. Cara berkendara seperti ini juga membantu mengurangi kebutuhan pengereman dan akselerasi berulang.

6. Terlalu Lama Membiarkan Mesin Idle
Membiarkan mesin tetap menyala ketika mobil sedang berhenti tetap membutuhkan BBM, meskipun kendaraan tidak berpindah tempat. Kebiasaan ini bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien jika dilakukan dalam waktu lama dan berulang.

Kondisi tersebut cukup sering terjadi ketika menunggu seseorang atau berhenti cukup lama. Jika memang tidak ada kebutuhan untuk mempertahankan mesin tetap menyala, kamu bisa mempertimbangkan untuk mematikannya sesuai situasi dan kondisi.

Baca Juga: Enam Kapolsek dan Kasat Binmas Polres Kampar Berganti, Ini Nama Pejabat Barunya

7. Terlalu Sering Membawa Beban Berat
Beban kendaraan turut memengaruhi kebutuhan tenaga mesin. Semakin berat muatan yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan mobil, khususnya ketika berakselerasi atau melewati tanjakan.

Karena itu, coba periksa kembali barang-barang yang selalu berada di dalam mobil. Jika ada barang yang sebenarnya tidak diperlukan untuk perjalanan sehari-hari, mengeluarkannya dapat membantu mengurangi beban kendaraan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
bbm boros filter udara tekanan ban