RIAUPOS.CO - Buah pepaya kaya akan vitamin A, vitamin C, kalium, serta enzim papain yang berperan dalam membantu proses pemecahan protein.
Buah yang memiliki banyak kandungan nutrisi ini dikaitkan dengan sejumlah manfaat, mulai dari membantu menjaga sistem pencernaan, mendukung kesehatan mata, hingga memberikan asupan antioksidan bagi tubuh.
Meskipun, manfaat tersebut bukan berarti pepaya selalu cocok dikonsumsi oleh setiap orang. Ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang perlu membatasi atau lebih berhati-hati ketika mengonsumsi pepaya seperti dilansir English Jagran:
Baca Juga: Rawat Ekosistem Sungai Subayang, Lubuk Larangan Tanjung Belit
1. Ibu Hamil
Ibu hamil, khususnya, perlu berhati-hati terhadap pepaya yang masih mentah atau setengah matang. Buah pepaya yang belum matang mengandung lateks dan papain yang dalam sejumlah sumber dikaitkan dengan potensi merangsang kontraksi rahim.
Karena itu, konsumsi pepaya dalam kondisi tertentu selama kehamilan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, terutama jika kehamilan memiliki kondisi khusus.
Baca Juga: Antisipasi C3 dan Gangguan Kamtibmas, Tim Raga Polres Kuansing Patroli
2. Alergi Lateks
Orang yang memiliki alergi terhadap lateks perlu lebih waspada ketika mencoba pepaya. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya reaksi silang antara protein tertentu pada lateks dan buah-buahan tertentu.
Pada orang yang sensitif, reaksi alergi dapat berupa bersin, mata berair, hingga gangguan pernapasan. Jika memiliki riwayat alergi lateks, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan pepaya ke dalam menu makanan.
Baca Juga: Sharing Budget BPJS Dipangkas, Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Kolaborasi
3. Orang dengan Gangguan Irama Jantung
Orang yang memiliki masalah irama jantung juga disarankan tidak mengonsumsi pepaya secara berlebihan.
Buah pepaya mengandung sejumlah senyawa yang dalam jumlah tinggi disebut berpotensi menghasilkan hidrogen sianida. Meski jumlahnya dalam konsumsi normal umumnya kecil, orang dengan gangguan irama jantung sebaiknya tetap memperhatikan jumlah yang dikonsumsi dan mengikuti anjuran dokter.
Baca Juga: RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi: Solusi Pemulihan Strok bagi Masyarakat Riau
4. Orang yang Rentan Mengalami Batu Ginjal
Pepaya termasuk buah yang kaya vitamin C. Pada sebagian orang yang rentan terhadap batu ginjal jenis kalsium oksalat, konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar oksalat dan berpotensi memengaruhi pembentukan batu.
Meski demikian, kebutuhan setiap orang berbeda. Penderita atau orang yang memiliki riwayat batu ginjal sebaiknya menyesuaikan konsumsi buah berdasarkan saran dokter atau ahli gizi.
Baca Juga: Rumah Bacaan Masyarakat (RBM) Sinar Kreasi Tembilahan Membangun Literasi Masyarakat yang Inklusif
5. Orang dengan Masalah Pencernaan Tertentu
Pemilik sistem pencernaan yang sensitif juga perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi pepaya. Kandungan serat dan papain pada buah ini pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.
Bagi mereka yang memiliki gangguan seperti refluks asam, tukak lambung, atau sindrom iritasi usus, jenis dan jumlah makanan yang dapat ditoleransi bisa berbeda-beda. Jika pepaya justru memicu keluhan, konsumsinya sebaiknya dikurangi dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Rahmat Erwin Raih Emas, Indonesia Naik Peringkat Ke-14
Pada dasarnya, pepaya tetap merupakan buah bernutrisi yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi banyak orang. Namun, jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, alergi, atau sedang menjalani pengobatan, jumlah dan keamanan konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com